Showing posts with label foto. Show all posts
Showing posts with label foto. Show all posts

June 20, 2013

Fotografer Lampung Menangkan Lomba Kemendikbud

BANDAR LAMPUNG -- Fotografer Lampung Christian Heru Cahyo Saputro meraih juara terbaik kedua kategori umum dalam lomba penulisan artikel, features, dan foto bidang pendidikan 2013.

Demikian disebutkan Pusat Informasi dan Humas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (PIH Kemendikbud) dalam siaran persnya belum lama ini. Foto berjudul Mendaki Cita-cita ini dibidik Christian Heru di kawasan pertambakan Wahyu Mandira di Desa Bumipratama Mandira, Sungaimenang, Ogan Komering Ilir, beberapa waktu lalu.


May 5, 2013

Mahasiswa Kritisi Pemerintah lewat Foto

BANDAR LAMPUNG (Lampost) Mengkritisi pemerintah tidak hanya melalui aksi massa turun ke jalan. Unit Kegiatan Penerbitan Teknokra Unila mengkritik kinerja aparatur pemerintah melalui pameran foto bertema PR untuk pemimpin Lampung di Plaza Lotus, Sabtu (4-5).

Ketua pelaksana kegiatan, Novalinda Silviana, mengatakan Rally Foto Season 7 UKPM Teknokra Unila ini dimulai sejak 28 April. Kemarin panitia memamerkan foto- foto yang menang dengan mengambil empat sub meliputi pembangunan, kemacetan, kemiskinan, dan lingkungan. "Hari ini (kemarin, red) kami pamerkan foto-foto yang menang, di antaranya foto pembangunan, kemacetan, kemiskinan, dan lingkungan," kata Novalinda.


March 26, 2009

Fotografer Indonesia Berkumpul di Lambar

LIWA (Lampost): Komunitas fotografer se-Indonesia selama tiga hari, mulai Kamis (26-3), akan berada di Kabupaten Lampung Barat dalam rangka menyemarakkan kegiatan The Hidden Paradise Exploration and Photo Hunting 2009.

Pemilihan lokasi di Lampung Barat, tidak lain karena mereka kepincut dengan pesona alam daerah ini, juga budaya dan arsitektur tradisional rumah panggung.

Koordinator fotografer asal Lampung, Budi Martha, mengatakan banyak sekali anggota komunitas ini yang berminat setelah membaca dan melihat melalui artikel dan galeri foto di portal fotografer.net yang di-upload beberapa fotografer Lampung, di antaranya Budhi Marta sendiri dan Eka Fendiasapara.

Menurut Budi, kegiatan tersebut akan diikuti 28 fotografer. Mereka terdiri 22 peserta dari Jakarta, Jawa Timur, Jawa tengah, dan warga Lampung.

Selama di Lampung Barat, rombongan ini sebagian besar akan menginap di rumah panggung tradisional di Pekon Balak, Batu Brak. Lokasi hunting (mencari objek foto) akan dilaksanakan di Kecamatan Belalau, Batu Brak, Lumbok Ranau, Pahmungan, Pesisir Utara, dan Pesisir Selatan.

Pada beberapa sesi hunting juga akan dilaksanakan pemotretan model lokal yang berbusana kasual, tetapi dengan sentuhan ornamen etnis Lampung.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari Dinas Pariwisata Lampung Barat karena diharapkan akan menjadi salah satu sarana promosi yang efektif tentang keindahan Lampung Barat melalui sudut pandang para fotografer Indonesia.

Marketing Pesagi Adventure, Arif Nugroho, menambahkan kegiatan ini merupakan salah satu dukungan untuk Visit Lampung Year 2009. Kedatangan para fotografer tersebut diharapkan akan memberikan warna promosi kepariwisataan di Lampung Barat.

"Fotografer memiliki ketajaman yang lebih untuk melihat atau mengemas keindahan dalam sebuah foto," kata Arif. n HEN/D-2

Sumber: Lampung Post, Rabu, 25 Maret 2009

April 9, 2007

Pameran: Menengok Lampung Tempo "Doeloe" Lewat Foto

-- Helena F Nababan

PERKEMBANGAN Lampung dari masa ke masa tidak dapat dipisahkan dari sejarah berdirinya Lampung. Tepatnya ketika Lampung masih berstatus bagian dari keresidenan Palembang kemudian dikembangkan sebagai daerah kolonisasi oleh Pemerintah Belanda pada 1905-1942, dan akhirnya menjadi provinsi Lampung pada 18 Maret 1964.

Rentetan cerita mengenai perkembangan Lampung itu terekam apik melalui 72 karya foto yang dipamerkan pada Pameran Fotografi bertajuk "Lampoeng Tempo Doeloe" di Gedung Olahraga Saburai, Bandar Lampung, pada 30 Maret hingga 1 April 2007. Pameran merupakan bagian dari peringatan hari jadi Ke-43 Lampung pada 18 Maret 2007.

Selain menampilkan karya-karya hasil dokumentasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dan Pemerintah Kota (Pemkot) Metro, pameran fotografi itu juga menampilkan foto- foto yang merupakan koleksi pribadi dari keluarga pelaku sejarah berdirinya Lampung. Foto- foto yang ditampilkan koleksi milik Bastari Sinungan, AD Sutjipto, Solfian Akhmad, A Bachtiar, Markoem, Zaini, Kamaroedin Sampoernadjaya, Amin JP, dan Arifin Nitipradjo Tegamo’an.

Pameran diawali dengan foto pendirian kolonisasi di kota Metro pada 1937. Foto yang menampilkan para pendiri kota Metro itu disusul dengan foto kedatangan transmigran dari Jawa Tengah ke lokasi transmigrasi, permukiman para transmigran di Metro, pembangunan bendung pada saluran irigasi Way Sekampung di Trimurjo, hingga cacah jiwa di Metro.

Seusai menampilkan sejarah transmigrasi di Lampung, urutan perkembangan Lampung sedikit membuka dengan ditampilkannya foto aktivitas warga Tanjung Karang dan Teluk Betung pada era 1930-1960. Kedua kota ini akhirnya bersatu menjadi Bandar Lampung pada 1983.

Ada juga foto Presiden Soekarno yang tengah berpidato di lapangan besar di Tanjung Karang dengan gagahnya. Ada juga tampilan mengenai berbagai pembangunan infrastruktur kota, seperti jembatan dan jalan, sarana transportasi warga mulai dari bus dan kapal laut, hingga bangunan-bangunan fasilitas umum, seperti rumah sakit umum yang sekarang berkembang menjadi RSUD Abdul Moeloek dan bangunan stasiun Tanjung Karang yang tetap kokoh hingga sekarang.

Joko Irianta, kurator pada pameran fotografi itu, Jumat (30/3), mengatakan, terlepas dari ketidaksiapan panitia mempersiapkan pameran yang ditandai dengan tak adanya deskripsi mengenai foto dan terbatasnya jumlah foto yang ditampilkan, setidaknya penggalan-penggalan cerita mengenai masa lalu Lampung bisa terungkap melalui foto-foto yang dipamerkan.

Sementara Arifin Nitipradjo Tegamo’an (72), salah satu penggagas berdirinya Provinsi Lampung, pada kesempatan yang sama mengatakan, dengan melihat foto-foto itu, ia bisa dengan jelas mencermati, Lampung yang dulu sudah berbeda dengan Lampung yang sekarang.

Sekarang ini, Lampung belum menjadi provinsi maju seperti keinginan para penggagas dan pendiri provinsi. Pemprov Lampung memiliki banyak pekerjaan rumah, di antaranya upaya untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pembangunan tanpa meremehkan aspek konservasi lingkungan hidup.

"Tantangannya makin banyak di berbagai bidang," katanya.

Sumber: Kompas, Senin, 09 April 2007