Showing posts with label udo z. karzi. Show all posts
Showing posts with label udo z. karzi. Show all posts

August 13, 2025

Pembelajaran Sastra Daerah dan Bahasa Daerah di Sekolah Belum Beri Ruang Siswa untuk Ekspresikan Kemampuannya

Penulis: Windy Eka Pramudya
Editor: Kismi Dwi Astuti


Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat Herawati menjelaskan tentang fungsi sastra dan bahasa daerah pada seminar. | Windy Eka Pramudya/PR

PIKIRAN RAKYAT - Pembelajaran sastra daerah belum memberikan ruang bagi murid untuk mengekspresikan kemampuan dalam berbagai bentuk.  

Selain itu, alokasi waktu pembelajaran sastra dan bahasa daerah di sekolah tak banyak. Untuk itulah, diperlukan diferensiasi pendekatan dalam pembelajaran sastra daerah. 

Peraih Hadiah Rancage 2025 untuk Sastra Bali sekaligus guru bahasa daerah SMPN 2 Sawan, Buleleng, Bali Komang Sujana menyebutkan, saat di kelas, dia kerap memetakan diferensiasi konten.  

October 27, 2023

Lampung dalam Cerpen Pilihan Kompas 2022

Oleh Endriyono

 


SUDAH diumumkan. Dan, semua pecinta sastra pasti sudah tahu siapa pemenangnya. Kompas tetap menunjukkan kelasnya, penjaga gawang sastra tanah air yang ketika Orde Lama dipegang Balai Pustaka. Mungkin di zaman Orde Baru, ada perbalahan, wasit penjaga sastra antara majalah Horison atau Kementerian P & K.

Konsistensi Kompas, di tengah sepi dan pudarnya produk sastra, tetap membuka ruang kreasi yang suar. Balai Pustaka meredup, majalah sastra Horison kembang kempis, kebudayaan dinegasi jadi bagian suboordinasi pendidikan, lalu dibelah lagi antara kesenian, kesusastraan atau norma sosial? Jadi, sastra itu di bawah Perpustakaan atau Kementerian Pendidikan?

November 8, 2022

Warna Lokal dalam Cerita Masa Kecil

Oleh Eko Sugiarto


Judul buku: Negarabatin, Negeri di Balik Bukit
Penulis: Udo Z Karzi
Penerbit: Dunia Pustaka Jaya
Cetakan: Pertama, 2022
ISBN: 978-623-221-834-5


ENTAH senang, entah susah, cerita tentang masa kecil selalu menarik. Peristiwa sehari-hari yang dijalin dalam cerita model ini terasa apa adanya. Inilah yang dilakukan Udo Z Karzi.

Cerita dalam novel ini memang rekaan. Namun, beberapa bagian adalah fakta dari kisah nyata. Latar cerita di Negarabatin (Liwa, Lampung Barat) pada tahun 1970-1986 adalah sebagian dari fakta itu.

October 26, 2022

Negarabatin dan Kekayaan Hati

Oleh Hidayati Rusydi


PADA satu kesempatan, saya mengikuti acara bedah buku berjudul Negarabatin, Negeri di Balik Bukit (Pustaka Jaya, 2022) dengan pembicara Arman AZ, Dedy Tri Riyadi, penulisnya, Udo Z. Karzi, dan moderator Maghdalena. Zoom yang diselenggarakan Apresiasi Sastra dan Rumah Produksi Indonesia (RPI), 15 September 2022 lalu, ini saya ikuti sampai selesai. Bahkan, saya menjadi penanya pertama dalam acara tersebut.

Bertanya membawa berkah, saya mendapat hadiah buku Negarabatin  yang dikirimkan langsung oleh penulisnya.

Buku ini tidak terlalu tebal, jumlah halaman 168 saja. Sekali duduk bertemankan kopi atau teh manis hangat, khatamlah membacanya.

October 21, 2022

Dari Saburai 'Negarabatin' Jadi Nomine Penghargaan Sastra 2022

Oleh Maspril Aries

 

NEGARABATIN ada banyak di hamparan daratan Sang Bumi Ruwa Jurai (Saburai) atau Provinsi Lampung. Tapi novel berjudul Negarabatin, Negeri di Balik Bukit" hanya ada satu karya Udo Z Karzi yang nama lengkapnya Zulkarnain Zubairi.

Negarabatin, Negeri di Balik Bukit karya Udo Z Karzi.

Novel karya mantan aktivis pers mahasiswa dari Surat Kabar Mahasiswa (SKM) Teknokra Universitas Lampung (Unila) masuk dalam daftar nominasi Penghargaan Sastra 2022 yang ditetapkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

September 18, 2022

Menelusuri Sekujur Negarabatin

 Oleh Arman AZ


Negarabatin, Negeri di Balik Bukit karya Udo Z. Karzi
PERTAMA saya mengucapkan selamat kepada Udo Z Karzi yang sudah menerbit novel Negarabatin: Negeri di Balik Bukit.

Tidak banyak novel yang berlatar Lampung. Saya ingat ada Muhammmad Harya Ramdhoni pernah menulis novel berlatar Lampung Barat juga.

Ada sebagian novel-novel yang beberapa fragmennya berlatar Lampung. Mungkin kita ingat beberapa novel-novel Motinggo Busye atau K Usman berlatar Lampung.

September 17, 2022

Negarabatin: Upaya Meninggalkan & Mengekalkan Kampung Halaman

Oleh Dedy Tri Riyadi



Mengapa Negarabatin?

• Di Lampung ada banyak tempat dengan kata Negara/Negeri seperti; Negara Ratu, Negara Sungkai, Negara Sakti, Negara Tama, Negara Harja, Negeri Besar, Negeri Jaya, dsb.

• Tentu, alasan utama novel ini berjudul Negarabatin karena didasarkan pada kenangan akan tempat lahir, dibesarkan, dan sebagai tempat membentuk pribadi dari Uyung/Zulkarnain/Yasir Irawan.

August 26, 2022

Jendela ke Dunia Pengalaman yang Berbeda, Unik, dan Penuh Cerita

 Oleh Rahmad Desmi Fajar

 


MEMBACA Negarabatin: Negeri di Balik Bukit karya Udo Z. Karzi (Pustaka Jaya, 2022) ini menyenangkan. Sebagai penikmat (salah-satunya) genre kenangan masa kecil, memoar dan autobiografi, ada nilaiplus yg mudah dilihat dari karya-karya yang ditulis dengan baik seperti ini. Penuh detil, termasuk kesetiaan menggunakan istilah dan kebiasaan lokal.

Gaya penulisan yang mampu menyampaikan ambience khas daerah tersebut pada masanya. Plot yang menarik, termasuk ketika menggambarkan proses menuju dan di sekitar kaburnya Uyung dari kampung.

June 8, 2021

Jejak Udo Z Karzi di Dunia Jurnalistik hingga Dikenal sebagai Sastrawan

Oleh Resky Mertarega Saputri


Udo Z Karzi (Tribunlampung.co.id/Reskymerta)

HAMPIR sepanjang usianya Zulkarnain Zubairi yang dikenal dengan nama Udo Z Karzi hidup dari menulis. Dia juga sempat terjun ke dunia njurnalis.

Ia sempat mengabdikan diri sebagai tenaga pengajar Ekonomi-Akuntansi SMA Negeri dan MAN di Liwa.

Udo Z Karzi pernah terjun ke dunia jurnalistik sebagai wartawan lepas Harian Umum Lampung Post, Bandar Lampung pada tahun 1995-1996.

October 2, 2018

Hadiah Sastra Rancage & Upaya Ajip Rosidi Lestarikan Bahasa Daerah

Oleh Irfan Teguh


Tahun ini, Hadiah Sastra Rancage memasuki usia yang ke-29. Para penerima hadiah adalah pengarang yang menulis dalam bahasa Sunda, Jawa, Bali, Lampung, Batak, dan Banjar.

Penganugerahaan Hadiah Sastra Rancage 2017. FOTO/Pemprov Jabar

tirto.id - Dalam acara peringatan ulang tahun Ajip Rosidi yang ke-50 pada 1988, panitia membagikan buku berjudul Ajip Rosidi Setengah Abad yang berisi kumpulan tulisan para sahabat Ajip. Pada kesempatan tersebut, Ajip juga membagikan buku bertajuk Hurip Waras! yang isinya berupa dua memoar yang ditulis dalam bahasa Sunda. Pertama, tentang perjalanan hidup Ajip memasuki dunia sastra, dan kedua tentang Kongres Pemuda Sunda yang digagas olehnya.

January 24, 2018

In Memoriam Daoed Joesoef

Oleh Udo Z Karzi


INNALILLAHI wainna ilaihi rajiun. Telah berpulang ke rahmatullah seorang pemikir sosial-budaya.

Daoed Joesoef
Daoed Joesoef meninggal di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan pada Selasa (23/1/2018) pukul 23.55 WIB.

Semasa Orde Baru, pria lahir di Medan Kota, Sumatera Utara, 8 Agustus 1926 ini Mendikbud (1978-1983) yang kebijakannya sangat dibenci mahasiswa. Kebijakan Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Mahasiswa (NKK/BKK) membelenggu aktivitas mahasiswa.


October 23, 2017

Jejak Islam Lampung dan Problem Penulisan Sejarah*

Oleh Udo Z Karzi[1]

KAMI, Penerbit Pustaka LaBRAK, Satupena, dan Pusat Dokumentasi Lampung (PDL), baru saja meluncurkan buku Meniti Jejak Tumbai di Lampung: Zollinger, Kohler dan PJ Veth--Lampung Tumbai 2015 karya Frieda Amran di PDL, Langkapura, Bandar Lampung, 14 Oktober 2017 lalu. Buku mengenai Lampung tempo dulu (tumbai, bahasa Lampungnya) ini adalah yang kedua dari Frieda Amran yang antropolog dan pemerhati sejarah sosial budaya yang sangat konsen dengan Sumatera bagian selatan. Sebelumnya, terbit bukunya Mencari Jejak Masa Lalu Lampung: Lampung Tumbai 2014 (2015 dan Edisi Kedua, 2016).


Kedua buku itu, terlepas bahwa ia bersumber pada tulisan ilmuwan, pegawai pemerintah Hindia Belanda dan penjelajah Inggris dan Belanda abad ke-19; menjadi sumbangan penting Frieda Amran bagi sejarah sosial budaya Lampung. Frieda Amran telah berbaik hati menyadur (bukan menerjemahkan!) sumber-sumber berbahasa Belanda kuno yang panjang dan berbelit-belit ke dalam bahasa Indonesia yang enak dan gurih.

September 13, 2017

Ajip Rosidi Terus Hidupkan Hadiah Sastra Rancage

Oleh Anwar Siswadi


TEMPO.CO, Bandung  - Ajip Rosidi berjalan tertatih-tatih bersama sebilah tongkat di tangan kanannya. Ia bolak-balik naik turun panggung kecil yang tingginya sejengkal tangan orang dewasa. Nani Widjaja, istrinya, dan puluhan undangan termasuk Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, mengiringinya dengan tatapan dari belakang.

Selusin peraih penghargaan Hadiah Sastra Rancage 2017. (FOTO: ANWAR SISWADI)
Lelaki berusia 79 tahun itu memberikan penghargaan Hadiah Sastra Rancage di Gedung Perpustakaan Ajip Rosidi, Bandung, Sabtu lalu, 9 September 2017. Ada selusin orang yang mendapat penghargaan termasuk Bupati Serdang-Bedagai, Soekirman Ompu Abimanyu. Bupati keturunan Jawa itu membuat cerita pendek berbahasa Batak.


September 12, 2017

Hadiah Sastra Rancage 2017: Menyelamatkan Bahasa Daerah yang Nyaris Punah

Pemenang Hadiah Sastra Rancage 2017 bersama Wagub Jabar Deddy Mizwar, aktris Nani Wijaya, dan budayawan Ajip Rosidi. (KORAN JAKARTA/Teguh Rahardjo)
YAYASAN Kebudayaan Rancage, sebagai lembaga yang bergerak dalam pemeliharaan, pengembangan, dan pelestarian bahasa dan sastra daerah, khususnya Sunda, Jawa, Bali, dan Lampung, pada tahun ini kembali menganugerahkan Hadiah Sastra Rancage 2017 ke­pada tokoh atau lembaga yang dipandang besar jasanya dalam mengem­bangkan dan memperta­hankan kehidupan bahasa dan sastra dalam bahasa Daerah.

Wagub Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan, upaya penyelamatan bahasa daerah sangat penting dilakukan agar bahasa daerah tidak punah ke­beradaannya.


Wagub Ingatkan Pentingya Selamatkan Bahasa Daerah

INFO JABAR - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan, upaya penyelamatan bahasa daerah sangat penting  agar bahasa daerah  tidak punah ."Penyelamatan bahasa daerah saat ini sudah sangat mendesak,’’ katanya dalam penyerahan Hadiah Sastra Rancage 2017,  di Perpustakaan Ajip Rosidi, Bandung, Sabtu ,9 September 2017.

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar saat Penyerahan Hadiah Sastra Rancage 2017 di Gedung Perpustakaan Ajip Rosidi, Bandung, Sabtu, 9/9/2017. (FOTO: JAFAR SHODIK)
Indonesia, kata Wagub,  memiliki hampir 800 bahasa namun kini 169 di antaranya  terancam punah akibat arus deras globalisasi.  ‘’Yang hampir punah  hanya memiliki penutur antara 500 sampai 1000 orang,’’ ujar Deddy Mizwar.


April 30, 2017

Memuisikan Pembangunan Lampung

Oleh Endri Y


SASTRA sering disebut pilar keempat setelah ilmu pengetahuan, filsafat dan agama. Selain mengajarkan nilai-nilai luhur, kemendalaman, sastra dan permenungannya mampu menceritakan sisi-sisi kebenaran. Akan tetapi dalam konteks puisi, ada kecenderungan, menyaratkan kemampuan menafsir atas teks dan konteks yang digubah penyair. Sehingga pada level-level tertentu, puisi perlu pemahanan dan permenungan tersendiri untuk menemukan estetika maknanya.

Salah seorang peserta membaca puisi dalam Lomba Baca Puisi memperebutkan
Piala Gubernur Lampung di Balai Keratun, Bandar Lampung,
26--27 April 2017 (IST)
Bisa disebut, lomba baca puisi yang digelar Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS sebagai Paus Sastra Lampung yang disponsori Lampung Post itu untuk menegaskan, upaya membaca sekaligus memuisikan pembangunan daerah.

Lomba yang digelar selama dua hari, mulai Rabu, 26 April 2017 itu memperebutkan piala gubernur dan wakil gubernur.

April 11, 2017

Analisis Puisi Modern Lampung Berjudul Liwa dalam Kumpulan Puisi Mak Dawah Mak Dibingi Karya Udo Z. Karzi

Oleh Novitasari Mustaqimatul Haliyah 


A.  Pendahuluan

Masyarakat Lampung sebenarnya cukup kaya dengan karya sastra berupa adi-adi (pantun), warahan (cerita), hiwang (ratapan yang berirama), wawancan (sejarah), dan sebagainya yang terangkum dalam sastra Lampung. Menurut Bani Sudardi (2010:64), sastra Lampung merupakan sastra yang menggunakan bahasa Lampung sebagai media kreasi, baik sastra lisan maupun sastra tulis. Meskipun kebanyakan masih berbentuk sastra lisan yang sering dilantunkan dalam upacara adat, ada beberapa yang sudah ditulis dan diterbitkan berupa buku.

Sastra Lampung memiliki kedekatan dengan tradisi Melayu yang kuat dengan pepatah-petitih, mantera, pantun, syair, dan cerita rakyat. Dalam Encyclopedie van Nederlands-indie dikatakan bahwa bahasa daerah Lampung adalah bahasa yang dipergunakan di daerah keresidenan Lampung, di daerah Komering yang termasuk dalam keresidenan Palembang dan di daerah Krui. Menurut van der Tuuk, bahasa Lampung dapat dibagi dalam 2 induk dialek, yaitu dialek Abung dan dialek Pubiyan (Bani Sudardi, 2010:64).

February 9, 2016

Soal Tetasan Telur MDMD

Oleh Endri  Y


BUKU sajak berbahasa Lampung, Mak Dawah Mak Dibingi  (MDMD) yang diterbitkan BE Press pada 2007 lalu, dianggap sebagai upaya mengerami telur kebudayaan. Menetaskan anak pinak kekayaan seni budaya Lampung.

Tidak ada yang meragukan kemampuan dan konsentrasi Udo Z Karzi. Bisa disebut, satu-satunya pemikir kebudayaan Lampung yang langsung menggelutinya dengan karya-karya. Penuh literasi dan mengungkap sederet fakta kontekstual lewat kontemplasi. Baik itu pada sejumlah esai, tulisan pop, artikel maupun puisi. Satu-satunya penulis yang memelopori lahirnya sajak-sajak berbahasa Lampung. Lewat buku Momentum, 2002 dan MDMD.


November 30, 2015

Kreativitas Kunci Menulis Esai

MENULIS ESAI. Redaktur Pelaksana Fajar Sumatera Udo Z Karzi menyampaikan materi dalam Pelatihan Menulis Esai yang diselenggarakan LPM Natural FMIPA Unila, Sabtu (28/11). (FOTO: FAJAR SUMATERA/M BURHAN)
BANDARLAMPUNG, FS --Menulis esai memerlukan kreativitas penulisnya. Sebab, muatan imajinatif harus beriringan dengan kecerdasan. Selain itu juga dibutuhkan kemampuan menyatukan tiga seni menulis yaitu ilmiah, sastra, dan jurnalistik.

Redaktur Pelaksana Fajar Sumatera Udo Z Karzi  mengatakan itu saat menjadi pemateri pelatihan menulis esai yang digelar Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) Pers Natural FMIPA Universitas Lampung (Unila), di kampus FMIPA Unila, Sabtu (28/11).

November 23, 2015

Membaca Potensi Siswa di Daerah Pebatasan

: Hari Apresiasi Bahasa dan Sastra SMAN 1 Sukau

Oleh Udo Z Karzi

SEBENARNYA saya sudah kirimkan power point untuk diskusi pada Hari Apresiasi Bahasa dan Sastra memperingati Bulan Bahasa 2015 di SMAN 1 Sukau, Lampung Barat, Jumat, 13 November lalu. Tapi karena keterbatasan sarana, power point dan sejenisnya tidak bisa dipergunakan di Pekon Pagardewa yang berbatasan dengan Desa Kotabatu di Provinsi Sumatera Selatan ini.

Kepala SMAN 1 Sukau Eva Oktarina (kanan) menyampaikan pendapat dalam Hari Apresiasi Bahasa dan Sastra di aula SMAN 1 Sukau, Jumat, 13/11/2015. Tampil sebagai nara sumber: penulis Udo Z Karzi dan Yandigsa dengan moderator Ahmadi Putera Syahpalewi. (FOTO: EKA FENDI ASPARA)
"Listrik sering mati di sini," kata Ahmadi Putera Syahpahlewi, seorang guru bahasa Lampung.