Showing posts with label komunitas. Show all posts
Showing posts with label komunitas. Show all posts

June 25, 2015

Promosi Wisata Berbasis Komunitas

Oleh Eko Sugiarto


BEBERAPA waktu lalu media ini memuat pernyataan Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Lampung Budhi Roswati. Inti pernyataan tersebut adalah dalam Festival Krakatau tahun ini panitia tidak akan mengundang duta besar dari negara-negara sahabat.

Duta besar dari negara-negara sahabat tidak diundang, menurut Budhi, karena kehadiran mereka dinilai tidak memberikan efek yang signifikan terkait promosi wisata Lampung. Dalam Festival Krakatau tahun ini panitia justru akan lebih fokus menggandeng berbagai komunitas yang ada di Lampung maupun di luar Lampung yang diharapkan akan lebih efektif untuk mempromosikan wisata Lampung.

February 22, 2010

Agus Utomo Nakhodai FLP Lampung

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Agus Utomo terpilih sebagai ketua Forum Lingkar Pena (FLP) Lampung dalam Musyawarah Wilayah IV organisasi kepenulisan itu, Minggu (21-2).

Agus Utomo dipilih secara mufakat oleh tiga puluhan anggota organisasi itu di Sekretariat Dewan Kesenian Lampung (DKL), kompleks Pusat Kegiatan Olahraga (PKOR) Way Halim. Nama calon lain yang sempat muncul dalam forum ialah Laela Awalia. Namun, dalam proses pemilihan, semua peserta muswil sepakat memilih Agus Utomo.

Agenda pemilihan ketua baru dilaksanakan setelah pembahasan tata tertib dan laporan pertanggungjawaban pengurus.

Agus Utomo mengatakan tugas Forum Lingkar Pena ialah melahirkan banyak penulis muda yang karyanya mampu menginspirasi pembaca. Agus menjelaskan untuk menghasilkan penulis yang andal, organisasinya akan mengadakan pelatihan secara kontinu. Sebab, dengan giat berlatih, karya yang dihasilkan semakin baik.

"Kami fokus pada kaderisasi penulis. Caranya dengan memperbanyak pelatihan kepenulisan. Hanya dengan itu penulis andal dan karya yang baik akan muncul," kata alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung itu.

Agus Utomo berharap setiap tahun ada anggota FLP yang meluncurkan novel atau antologi puisi.

"Harapan kami tentu saja banyak anggota yang karyanya diluncurkan dalam bentuk buku. Baik novel, kumpulan cerpen, atau antologi puisi," kata dia.

Selain memilih ketua baru, juga ditetapkan tiga anggota Dewan Penasihat FLP Lampung, yakni Ika Nurlianawati, Dessy Ariya Utami, dan Lilih Muflihah. */K-1

Sumber: Lampung Post, Senin, 22 Februari 2010

January 13, 2009

Edwardsyah Pernong Terpilih Ketua FMSB

LIWA (Lampost): Forum Masyarakat Sekala Bekhak (FMSB) diharapkan bisa menjadi fasilitator bagi kemajuan Lampung Barat. Forum ini juga diminta dapat menjembatani Pemkab dengan pemerintah pusat.

Hal tersebut dikatakan Bupati Lampung Barat Mukhlis Basri dalam acara pengukuhkan FMSB se-Jabodetabek diketuai Pangeran Edwarsyah Pernong, berlangsung di Anjungan Lampung di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Sabtu (10-1).

Kabag Humas dan Protokol Sekretariat Pemkab Lambar Ismet Inoni, Senin (12-1), di ruangannya mengatakan Bupati selaku Dewan Pembina FMSB menyambut baik adanya organisasi tersebut. Ia berharap forum itu bisa menjadi fasilitator bagi kemajuan Lambar. Sebab, di struktur kepengurusannya FMSB banyak pakar ekonomi, pembangunan, dan tata pemerintahan.

Selain itu, FMSB juga diharapkan menjadi alat komunikasi bagi seluruh masyarakat Sekala Bekhak yang ada di Jabodetabek dan di Lambar sendiri.

Bupati juga berpesan agar FMSB memperkenalkan dan memperlihatkan budaya Lampung, khususnya Lampung Barat kepada daerah lain, terutama di Pulau Jawa, kata Ismet Inoni.

Ketua FMSB Pangeran Edwardsyah Pernong, dalam sambutannya memberi apresiasi yang tinggi pada Bupati Lambar bersama rombongannya. Pasalnya, di tengah kesibukkannya mengurusi berbagai tugas pemerintahan di Lambar, tetapi hadir juga dalam pengukuhan forum tersebut.

Ia mengatakan akan berusaha membawa organisasi ini berkiprah dan bermanfaat, baik bagi warga Sekala Bekhak dan Pemkab Lambar dalam rangka kemajuan daerah. n HEN/D-2

Sumber: Lampung Post, Selasa, 13 Januari 2009

November 18, 2007

Komunitas: Sai Batin-Pepadun Saling Melengkapi

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Pembedaan antara Lampung Sai Batin dan Lampung Pepadun harus dipertahankan sebagai suatu hal yang saling melengkapi karena masing-masing mempunyai nilai kebesaran dan membuat Lampung menjadi satu.

Hal ini diungkapkan Kombes H. Pangeran Edward Syah Pernong, pembina Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Forum Komunikasi Pemuda Kepaksian Pernong (FKPP) Bandar Lampung, dalam acara halalbihalal Kepaksian Pernong, di Hotel Sahid Bandar Lampung, Sabtu (17-11). Tampak hadir dalam acara itu Bupati Lampung Tengah Andi Ahmad Sampurna Jaya, Bupati Lampung Selatan Zulkifli Anwar, Wakil Bupati Lampung Barat Mukhlis Basri, dan jajaran pengurus DPW FKPP Lampung periode 2007--2011.

"Kepaksian Pernong harus selalu membina kepuakhian, jangan eksklusif, jalin interaksi dengan seluruh masyrakat di Lampung. Lampung akan menjadi besar bila semua masyarakat Lampung mempunyai kesetiaan. Penguat silaturahmi adalah kesetiaan," ujar Edward Syah Pernong.

Ia menjelaskan organisasi Kepaksian Pernong dibentuk dengan tujuan mempersatukan seluruh elemen masyrakat Kepaksian Pernong dengan visi menumbuhkembangkan seni budaya kepaksian pernong serta menggalang hidup dalam kebersamaan (seuyunan, setulungan, seakkonan).

Sedangkan halalbihalal yang diadakan itu untuk menjalin silaturahmi, sebagai fondasi generasi mida Kepaksian Pernong dalam keikutsertaaan berperan aktif sebagai mitra pemerintah dalam gerakan membangun Bumi Lampung Gema.

Menurut Djoni Hendra, ketua harian DPW FKPP Lampung, forum kepemudaan Pernong merupakan organisasi yang bertujuan mempersatukan masyarakat dengan menumbuhkembangkan seni budaya Lampung. "Kami bertujuan mempersatukan seluruh masyarakat Lampung, tidak ada unsur politik dalam organisasi ini," ujarnya.

Jika ada pengurus keluarga Kepaksian Pernong yang ikut dalam pencalonan pemilihan kepala daerah atau partai politik tertentu, secara organisasi Kepaksian Pernong bersikap netral. "Kami serahkan sepenuhnya kepada pribadi masing-masing," kata dia. */X-2

Sumber: Lampung Post, Minggu, 18 November 2007