Showing posts with label kuliner. Show all posts
Showing posts with label kuliner. Show all posts

September 21, 2015

Lampung Barat, Kopi, dan Pariwisata

Oleh Eko Sugiarto


FESTIVAL Kopi Liwa atau Liwa Coffee Festival di Kecamatan Air Hitam cukup mengangkat nama Kabupaten Lampung Barat. Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Perkebunan setempat dalam rangkaian peringatan HUT Ke-24 Kabupaten Lampung Barat ini tercatat di Museum Rekor-Dunia Indonesi (Muri) sebagai rekor ke-7.084 untuk kategori sangrai kopi terbanyak (http://lampost.co).

Berdasarkan catatan MURI (http://www.muri.org), setidaknya ada empat kabupaten yang pernah memegang rekor menyangrai kopi terbanyak. Tahun 2011 rekor ini dipegang Kabupaten Banyuwangi (270 tungku oleh 300 peserta), tahun 2012 dipegang Kabupaten Malang (561 peserta), tahun 2014 dipegang Kabupaten Tabanan (735 peserta), dan tahun 2015 dipegang Kabupaten Lampung Barat (1.049 tungku).


January 19, 2014

[Fokus] Sulitnya Mencari Kuliner Khas Lampung

Oleh Meza Swastika


Restoran dan rumah makan terus bertumbuh di Bandar Lampung. Tetapi, sulit mendapatkan kuliner khas dengan identitas Lampung.

DIRHAM gelagapan ketika wisatawan asal Jakarta yang ia bawa ke Teluk Kiluan bertanya tentang masakan khas Lampung. Ia kebingungan, tak bisa menjawab dan tak tahu harus membawa wisatawan itu ke mana.


[Fokus] Kuliner Menjemput Konsumerisme Bandar Lampung

Oleh Meza Swastika


RUANG restoran seluas lapangan futsal di salah satu mal di pusat Kota Bandar Lampung itu penuh dengan pengunjung. Tak tersisa satu meja pun.

Suasana sebuah tempat kuliner di Bandar Lampung.
Enam remaja yang masih berseragam putih abu-abu itu terpaksa masuk daftar tunggu urutan ketiga dari dua tamu lain yang juga menunggu agar bisa mendapat tempat di restoran cepat saji itu.


December 21, 2013

Kaum Ibu Buat Rekor Muri Makan Segubal

MEMPERINGATI Hari Ibu ke-85, gabungan organisasi wanita yang terdiri dari Tim Penggerak PKK, Dekranasda, Dharma Wanita, dan warga Bandar Lampung akan menggelar makan segubal terbanyak di lapangan Merah, Enggal, hari ini (22/12).

Ketua Dekranasda Kota Bandar Lampung Eva Dwiana Herman H.N. mengatakan makan segubal terbanyak itu untuk membuat rekor Muri baru di pengujung 2013. Dia juga mengatakan peserta makan segubal adalah seluruh warga Bandar Lampung yang bersedia hadir dengan target 50 ribu orang.

August 4, 2013

[Fokus] Segubal Salah Satu Kue Piil

MESKI hanya berupa kue ketan yang dibungkus dengan daun pisang, segubal punya makna dalam masyarakat Lampung. Ia menjadi semacam simbol dan bagian dari tradisi adat yang penting dalam masyarakat Lampung.

Segubal, kue khas Lebaran Lampung
Kue ini sejajar dengan kue lapis legit dan engkak ketan sebagai sajian ?wajib? masyarakat Lampung. Buat orang Lampung, kue-kue ini adalah piil mereka yang mungkin saja membedakan dengan masyarakat lainnya.


[Fokus] Mewarisi Kue Tradisional Lampung

KUE lapis legit berharga Rp700 ribu seloyang itu dibuat oleh nenek tua. Padahal, di toko kue, nama yang sama harganya tidak separuhnya. Mengapa?

Loyang-loyang itu berjejer di dalam oven besar. Sesekali Nenek Hanim (70) melongok ke dalam oven untuk memastikan kue lapis legit yang dibuatnya tak gosong.

[Fokus] Lebaran Bernuansa Lampung

LEBARAN identik dengan penganan dan hidangan istimewa. Uniknya, kue-kue istimewa itu justru yang bernuansa tradisional, bahkan yang berbau primitif.

Penganan khas Lampung yang hanya ada saat Lebaran atau acara-acara adat kini menjadi barang yang mahal dan langka. Di perkotaan, harganya bisa mencapai ratusan ribu rupiah.


July 21, 2013

[Perjalanan] Enggal Bukan Cuma Pasar Takjil

RAMADAN tiba. Saatnya kawasan GOR Saburai, Enggal, Bandar Lampung, menjadi pasar takjil. Tidak hanya penganan, tetapi ada aneka barang lain, juga aksi musik cetik asongan.

Merapat ke kawasan Pasar Seni Enggal sore hari, suara musik agak aneh sudah menyambut. Aneka lagu populer, baik berirama pop, jazz, blues, dangdut, bahkan rock dimainkan. Bedanya, dentang-dentang alat musik yang menggema terasa khas.

June 24, 2013

Upaya Lampung Hindari Penolakan Ekspor Kopi

Oleh Agus Wira Sukarta

BANDAR LAMPUNG - Provinsi Lampung yang merupakan penghasil kopi robusta terbesar di Tanah Air dengan produksi rata-rata 140 ribu ton per tahun, terancam tidak dapat mengekspor komoditas andalannya.

Petani menjemur kopi di Blambangan Umpu, Waykanan, Lampung.
(FOTO ANTARA/Gatot Arifianto)
Kopi Robusta Lampung selama ini diekspor ke negara konsumen seperti Jepang, namun ekspor biji kopi kini ditolak oleh Negeri Sakura tersebut.
    

June 19, 2013

Kopi Luwak Tak Lagi Bergantung Musang Liar

LIWA -- Tiga ekor musang (luwak) yang berada dalam kandang peliharaan terlihat gusar, terus bergerak-gerak ke sana kemari, di antaranya berusaha merangsek maju menunjukkan ketidaksukaan hewan liar itu ketika coba didekati.

Salah satu dari tiga ekor musang peliharaan yang memproduksi bahan
baku kopi luwak bagi KWT Melati di Lampung Barat.
(Foto: ANTARA LAMPUNG/Budisantoso Budiman)
Tak seperti umumnya musang liar yang harus mencari makanan sesukanya di alam, musang bulan yang dipelihara dan sengaja dikandangkan itu, mendapatkan makanan berupa buah kopi robusta yang sudah matang berwarna merah.


April 21, 2013

[Fokus] Berharap pada Kurir Buah

JALAN aspal di daerah Batuputu, Bandar Lampung, lengang, Rabu pekan lalu. Pada hari kerja, jalur di daerah perbukitan ini memang tidak seramai di pusat kota. Saat orang pulang kerja sore hari, lima pengendara sepeda motor justru baru memulai harinya. Mereka adalah pengantar dan pemburu buah lokal.

Pada bagian belakang sepeda motor, ada dua keranjang yang berisi penuh buah, pepaya dan pisang. Semua buah yang dibawa masih mentah. Sepeda motor yang dikendarai terlihat kotor, menjadi bukti kerja keras mereka mengantar dan berbubur buah.


[Fokus] Meraba Denyut Buah Lokal

ERA global, buahan-buahan lokal sempat terpental. Namun, tengoklah pedagang buah pikulan di beberapa sudut Kota Bandar Lampung. Ia seolah menjadi benteng terakhir reputasi buah lokal.

Jalanan Wolter Monginsidi, Telukbetung, mendadak macet, Rabu (17-4) sore. Arus lalu lintas padat merayap karena beberapa kendaraan roda empat berhenti di pinggir jalan. Bunyi klakson bersautan seakan memaksa kendaran bergerak.


February 16, 2013

Kopi Luwak Tetap Digemari

Oleh Hisar Sitanggang


HARGA kopi luwak memang mahal atau jauh lebih tinggi dibandingkan harga kopi lainnya, sehingga banyak petani di wilayah Kabupaten Lampung Barat yang mengadu nasib dengan menggeluti usaha pembuatan kopi bubuk premium tersebut.

Pekerja memilah kopi dari kotoran Luwak di Liwa, Lampung. kotoran Luwak mampu menghasilkan dua hingga tiga ons kopi bersih dalam sehari. Kopi luwak Lampung dihargai sekitar satu juta rupiah per kg. (FOTO ANTARA/Rosa Panggabean)

Harga kopi robusta dengan mutu terbaik di Bandarlampung hanya berkisar Rp40.000-- Rp50.000/kg, jauh lebih murah dibandingkan dengan harga kopi luwak yang mencapai Rp700.000/kg.


January 2, 2012

Pesta Durian Bersama Wali Kota

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Pesta durian digelar Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk merayakan pergantian tahun di GOR Saburai, Enggal, Sabtu (31-12), sekitar pukul 19.00. Ribuan orang larut dalam pesta unik tersebut.

REKOR MURI MAKAN DURIAN. Ribuan masyarakat Bandar Lampung memakan durian di Lapangan Saburai, Sabtu (31-12) malam. Sebanyak 10 ribu lebih durian disajikan Pemkot guna memecahkan Musem Rekor Dunia-Indonesia (Muri) makan durian terbanyak. (LAMPUNG POST/MG3)

"Pesta durian ini sengaja diselenggarakan untuk memberikan hiburan kepada masyarakat saat pergantian tahun, sehingga dapat menghadapi Tahun Baru lebih bersemangat," kata Wali Kota Bandar Lampung Herman H.N. sesaat sebelum pesta dimulai.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam memberi perayaan penutup tahun kepada masyarakat. "Saya harap durian 10 ribu lebih ini bisa mencukupi seluruh masyarakat yang hadir," kata mantan Kepala Dispenda Provinsi Lampung itu.

Wali Kota yakin pesta durian tersebut dapat memecahkan rekor Muri makan durian bersama sebanyak 10 ribu buah di Lapangan Saburai, Bandar Lampung.

Para pencandu buah berduri itu sempat tak sabar menanti kedatangan Wali Kota, sehingga mereka menyantap lebih dahulu durian yang telah disediakan.
Akibatnya, sempat terjadi kegaduhan sesaat. Namun, hal tersebut tidak berlangsung lama, karena yang lainnya dapat ditenangkan agar menunggu acara dimulai baru dilaksanakan makan durian bersama.

Di sisi lain, ruas jalan protokol menjelang malam pergantian tahun terjadi kemacetan yang cukup parah. Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melalui Jalan Raden Intan dan Jalan Majapahit. Kondisi lalu lintas menuju GOR Saburai, tempat dilaksanakannya pesta durian, mengalami macet total.

Pada malam Tahun Baru itu, Polda Lampung menurunkan 349 personelnya untuk mengamankan beberapa pusat keramaian dan rumah ibadah. Titik-titik yang menjadi perhatian kepolisian adalah objek pariwisata, hotel-hotel, tempat hiburan, lapangan Korpri, kata Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistiyaningsih, Sabtu.

Pengamanan juga dilakukan di sejumlah rumah ibadah yang melakukan muhasabah dan pusat perbelanjaan.

Sementara itu, di beberapa perumahan, pesta pergantian tahun diwarnai bunyi petasan kembang api yang bersahutan. Di Perumahan Griya Way Huwi, Perum Way Kandis, Tanjungraya Permai sejumlah warga merayakan malam Tahun Baru dengan membakar ikan bersama. Menjelang pukul 00.00, mereka menikmati masakan sambil membunyikan petasan kembang api. (UDA/K-2)

Sumber: Lampung Post, Senin, 02 January 2012

November 23, 2011

Kopi Luwak Lampung Barat Icon Provinsi Lampung

LIWA -- Wakil Gubernur Lampung Joko Umar Said saat melakukan kunjungan kerja di daerah tersebut menyatakan bahwa produk kopi luwak Lampung Barat dapat menjadi icon bagi Provinsi Lampung.

"Produk kopi luwak Lampung Barat memiliki kualitas yang baik, dan mampu memberikan dampak terhadap promosi wilayah bagi Provinsi Lampung, terutama, bagi Lampung Barat," kata Wakil Gubernur Lampung, Joko Umar Said, di Liwa, Rabu.

Dia menjelaskan, produk kopi luwak Lampung Barat dapat bersaing dengan produk pasar yang ada diseluruh wilayah di Indonesia.

Menurut dia, semakin meningkatnya kualitas produk kopi luwak, akan berdampak terhadap penjualan produk tersebut.

"Saya meyakini, bila perajin menjaga kualitas produk kopi luwak, dapat dimungkinkan, produk tersebut, semakin dikenal dimancanegara," kata dia lagi.

Kemudian lanjut dia, dibutuhkan keseriusan dari pemerintah daerah dalam membina perajin kopi luwak di Lampung Barat.

Masih kata Joko, produk kopi luwak dapat menjadi peluang investasi bagi investor yang akan bermitra dengan Lampung Barat.

"Lampung Barat memiliki berlimpahnya potensi perkebunan kopi, sehingga dengan potensi yang besar itu, dapat memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi dan kemajuan kerangka pembangunan disegala bidang, dan berharap produk kopi mahal ini akan dapat berkibar di mancanegara dan mampu mengharumkan nama Provinsi Lampung," katanya.

Sementara itu Bupati Lampung Barat, Mukhlis Basri mengatakan, kualitas kopi luwak Lampung Barat terbaik ke dua dunia.

"Produk kopi luwak menjadi produk unggul bagi Lampung Barat, sehingga dengan produk perkebunan tersebut, nama Lampung Barat semakin berkibar dan mampu disejajarkan dengan beberapa daerah yang memiliki produk yang sama," kata dia.

Bupati menguraikan, pemerintah daerah cukup serius memperhatikan kelangsungan produk kopi luwak, salah satunya dengan memfasilitasinya pembuatan sertifikasi produk tersebut.

Mukhlis memaparkan, Lampung Barat membutuhkan bantuan dari pemerintah pusat guna mendongkrak produk perkebunan pasca penurunan hasil panen.

"Cuaca ekstrim yang terjadi memnimbulkan dampak besar terhadap penurunan produk perkebunan, dan yang paling besar yakni perekonomian petani kopi, dan untuk membangkitkan kembali, pemerintah daerah tengan mempersiapkan program khusus guna menggenjot kembali produksi kopi di tahun mendatang, namun semuanya tidak terlepas dari bantuan perintah pusat maupun provinsi," kata Bupati lagi.

Kemudian Bupati menambahkan, Lampung Barat terus membuka peluang investasi bagi investor yang hendak bermitra dalam mengelola potensi perkebunan kopi terutama produk kopi luwak.

Lampung Barat menjadi sentra penghasil produk kopi luwak terbesar di Provinsi Lampung, sebab daerah ini memiliki pasokan kebun kopi sangat luas, juga hewan luak (Musang) yang berlimpah, sehingga pengusaha kopi luak tidak merasa kesulitan dalam mengembangkan usaha ini.

Harga bubuk kopi luak di Kabupaten Lampung Barat mencapai Rp850 ribu perkilo, sedangkan untuk kemasan ekonomis mencapai Rp30 ribu hingga Rp40 ribu perbungkus.

Selain memiliki rasa yang nikmat, kopi luak dipercaya berkhasiat, sehingga produk kopi luak semakin digemari.

Sumber: Antara, Rabu, 23 November 2011

November 16, 2011

Gulai 'Pepenyok' dan'Langok' Jadi Ikon Lumbok Seminung

LIWA (Lampost): Gulai pepenyok dan gulai langok akan dijadikan ikon kuliner khas Kecamatan Lumbok Seminung, Lampung Barat. Bahkan, pada peresmian Pondok Wisata Tepi Ranau, 25 November 2011, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKK) Lampung Barat akan menggelar lomba memasak kedua jenis gulai itu dengan bahan baku ikan nila dari Danau Ranau.

Kepala DKK Lampung Lampung Barat Natajuddin Amran mengatakana lomba memasak tersebut akan dijadikan momentum menetapkan makanan khas tersebut sebagai ikon kuliner di kawasan wisata tersebut. "Masakan ini juga diharapkan bisa menjadi daya tarik wisatawan."

Nata menambahkan Pondok Wisata Tepi Ranau yang terletak di Pekon Kagungan, Lumbok Seminung, juga untuk mendukung kegiatan kepariwisataan apalagi di daerah ini juga sudah ada Pekon Wisata Tepian Ranau.

Selain peresmian Pondok Wisata Tepi Ranau, pada waktu yang sama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Lampung Barat, juga akan menggelar Gebyar Pesona Lumbok Ranau (GPLR) V, pada 26—27 November.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata dan Budaya Lampung Barat Arief Nugroho mengatakan GPLR akan diisi kegiatan menyusuri Danau Ranau, fotografi, ekshibisi paralayang, lomba perahu motor hias, dan lomba bakar ikan.

Kegiatan lain berupa gelar budaya tradisi Lampung Barat (tari dan lagu), pelayaran/jelajah Danau Ranau dengan perahu motor, lomba triatlon, dan lomba tarik tambang perahu jukung.

Selanjutnya, makan malam di pinggir Danau Ranau yang diisi dengan penampilan hasil perburuan foto dengan LCD. Pada hari terakhir, 27 November, digelar lomba masu babui (berburu babi), lomba memancing keluarga, dan lomba ngera'as (memanah ikan).

"Sejumlah kegiatan itu diharapkan kawasan wisata Lumbok Seminung dengan objek Danau Ranau bisa lebih dikenal dan makin banyak dikunjungi wisatawan," ujar Arief. (HEN/R-2)

Sumber: Lampung Post, Rabu, 16 November 2011

November 9, 2011

Lampung Ikuti Kontes Kopi Spesial

BANDARLAMPUNG -- Lampung akan mengikuti kontes kopi spesial Indonesia khusus jenis robusta pada tahun ini.

"Rencananya kontes kopi spesial digelar pada November 2011 setelah panen perdana komoditas itu," kata Ketua Kompartemen Renlitbang Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) Lampung, Muchtar Lutfie, di Bandarlampung, Rabu.

Ia menyebutkan, pada tahun ini rencana Lampung mengirimkan tiga sampel kopi untuk mengikuti kontes itu yang berasal dari sejumlah kelompok tani terutama berasal dari Lampung Barat.

Menurutnya, pengiriman sampel itu lebih sedikit bila dibandingkan pada tahun 2009 lalu yang mencapai 12 sampel.

Muchtar menyatakan, sedikitnya pengiriman sampel itu untuk mengikuti kontes tersebut mengingat produksi kopi pada tahun ini rendah, sementara kopi tersebut dikatakan spesial yakni salah satunya produksi harus tetap stabil atau sama dengan hasil panen sebelumnya.

Selain itu, citarasa kopi harus pula memiliki kekhasan tersendiri dan tidak pula berubah.

Ia menyatakan, pengiriman sampel kopi spesial tersebut telah melalui seleksi ketat yang juga melibatkan pengetes citarasa berpengalaman asal daerah itu.

"Pengiriman sampel kopi itu harus benar-benar diseleksi terlebih dahulu oleh ahli pengetes ciatarasa asal Lampung," jelas dia.

Sebelumnya, lanjut dia, pada November 2009 kopi asal Lampung berjaya pada kontes kopi spesial robusta yang digelar BPP AEKI di Arena Trade Expo Indonesia (TEI) ke-24 di Jakarta.

Kopi milik Kelompok Tani (KT) Utama Jaya, Desa Sukajaya, Kecamatan Sumberjaya, Lampung Barat, menjadi juara pertama, mengalahkan sekitar 44 sampel kopi robusta yang berasal dari sentra kopi di Indonesia.

Sementara, kelompok tani Sinar Harapan, Padang Tambak Waytenong Lampung Barat menjadi juara ketiga untuk jenis kopi yang sama.

"Tahun 2009, Lampung mengirimkan 12 sampel kopi untuk mengikuti kontes tersebut," ujar Muchtar.

Ia menjelaskan, kopi yang berhasil menjadi juara kontes kopi spesial Indonesia sudah melalui seleksi ketat.

Penilaiannya juga melibatkan tim juri dari dalam dan luar negeri.

Tim juri internasional pada waktu itu berjumlah empat orang, yaitu Evair Viera de Melo dan Bruno Moreira Giestas dari Brasil, Mirella dari Jerman, dan Johan dari Swedia.

Sementara itu, juri dari Indonesia Surip Mawardi (PPKKI), Sulistiowati (PPKKI), Yulianto (PPKKI), Dudick Poli (PTPN XII), Setiawan Subekti (PT Kalibendo) dan Pranoto Soenarto, yang saat itu menjabat Ketua Kompartemen Kopi Specialty BPP AEKI.

Sumber: Antara, Rabu, 9 November 2011

September 20, 2011

Lampung Barat Kembangkan Kopi Luwak Mint

Liwa, Lampung 20/9 (ANTARA) - Pengusaha kopi luwak di Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung, mengembangkan produk kopi luwak dengan rasa mint.

"Produk kopi luwak rasa mint tergolong baru, gagasan pembuatan kopi luwak mint tersebut menjadi langkah strategis untuk mendongkrak penjualan produk kopi luwak tersebut," kata pengusaha kopi raja luwak, di Kelurahan Way mengaku, Kecamatan Balikbukit, Lampung Barat, Gunawan (38) sekitar 278 kilometer dari Bandarlampung, di Liwa, Selasa.

Dia menjelaskan, kopi luwak rasa mint sangat diminati sebagian besar konsumen kopi.

Menurut dia, produk kopi luwak baru tersebut mampu meningkatkan daya tarik bagi Lampung Barat sebagai daerah tujuan wisata di Provinsi Lampung.

"Bervariasinya produk kopi luwak di Lampung Barat akan berdampak terhadap peningkatan ekonomi pengusaha, selain itu dari produk baru tersebut akan menambah keanekaragaman produk olahan komoditas kopi," kata dia lagi.

Kemudian lanjut Gunawan, pembuatan kopi luwak mint tidak begitu sulit, yang harus di perhatikan yakni proses penggorengan yang akan menentukan kualitas dari rasa kopi tersebut.

Gunawan mengakui, Lampung Barat belum membudidayakan daun mint, sehingga pengusaha mengandalkan agen daun mint dari Bandung.

"Optimis kopi luwak rasa mint ini, akan dapat bersaing dengan produk kopi yang ada di pasaran, selain itu berharap pada pemerintah untuk membantu pengusaha dalam mempromosikan produk baru ini," katanya.

Lampung Barat sebagai daerah penghasil kopi terbesar di Provinsi Lampung, sebab separuh dari wilayah tersebut dikembangkan komoditas kopi sebagai mata pencaharian utama masyarat setempat.

Kopi luwak menjadi salah satu produk unggul di Kabupaten Lampung Barat, sebab dengan produk kopi tersebut nama Lampung Barat semakin dikenal di mancanegara.

Produksi kopi luwak rasa mint saat cukup terbatas, pengusaha hanya memenuhi permintaan konsumen bedasarkan pesanan, harga kopi luwak mint mencapai Rp900 ribu perkilogram.

Sumber: Antara, Selasa, 20 September 2011

September 17, 2011

Industri Kopi: Raja Luwak Liwa akan Dipamerkan di Korea

LIWA (Lampost): Produk kopi luwak yang diproduksi Raja Luwak Liwa dalam waktu dekat rencananya mengikuti pameran di Korea.

"Jika tidak ada kendala, rencananya kami akan menampilkan produk kopi luwak merek Raja Luwak Liwa untuk mewakili Lampung pada pameran di Korea dalam waktu dekat. Persiapan sudah matang dan kami tinggal menunggu panggilan," kata pemilik produk kopi Raja Luwak Liwa, Gunawan Supriadi, Jumat (16-9).

Berdasar informasi yang disampaikan kepada pihaknya pada Agustus lalu, pameran itu akan berlangsung pada 24 September mendatang. Dia menambahkan mengikuti pameran ini dalam rangka mengisi permintaan dari Dinas Perkebunan Provinsi Lampung.

Dinas Provinsi Lampung meminta dirinya untuk ikut menampilkan produk kopi luwak yang dihasilkannya pada ajang pameran di Korea mewakili Lampung. Alasannya produk kopi luwak yang dihasilkan Raja Luwak Liwa karena merupakan produk kopi pertama di Lampung.

Kemudian, citarasa dan warna kopi luwak yang dihasilkan tidak pernah berubah. Untuk contoh produk kopi luwak sudah disampaikan ke Dinas Perkebunan Provinsi Lampung. "Melalui kegiatan pameran itu, mudah-mudahan ada penambahan jaringan atau akses pemasaran menjadi bertambah," kata dia.

Selama ini, kata Gunawan, produk kopi luwak yang sudah dihasilkan pihaknya selain masih memenuhi permintaan lokal, seperti Tangerang, Palembang, Bengkulu, Jambi dan lain-lain, juga sudah menembus pasar dunia, di antaranya ke Korea, Singapura dan Jepang.

Produk yang akan ditampilkan mulai dari kemasan siap seduh (kopi bubuk) untuk satu gelas (15 gram) dengan harga Rp25 ribu. Kemudian kemasan 100 gram seharga Rp100 ribu, 250 gram Rp200 ribu, dan 1 kg Rp800 ribu untuk Lampung. "Untuk wilayah Jakarta Rp1,2 juta per kg," kata dia.

Omzet produksi kopi bubuk yang dihasilkan 24 ekor luwak/musang miliknya mencapai Rp30 juta/bulan. Untuk memenuhi kebutuhan kotoran luwak itu, kata dia, pihaknya membeli kopi masak dari petani.

Dalam rangka pengembangan produksi kopi luwak dan memperkaya aneka rasa, selain produk kopi hitam, pihaknya juga telah mengembangkan produk kopi luwak berwarna cokelat dan putih.

Produk ini juga memiliki citarasa yang berbeda dari kopi luwak biasanya. Untuk produk kopi putih jika diminum, akan menjadikan rasa mengantuk dan kopi cokelat menimbulkan citarasa moka. "Produk ini semuanya diramu dari kotoran yang dihasilkan luwak," kata dia. (ELI/D-3)

Sumber: Lampung Post, Sabtu, 17 September 2011

July 14, 2011

2012 Lampung Barat Miliki Pusat Penangkaran Luwak

Liwa, Lampung, 14/7 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lampung Barat berencana pada tahun 2012 akan membuat penangkaran luwak guna melestarikan populasi hewan tersebut dari kepunahan.

"Tahun depan pemerintah daerah melalui Dinas Perkebunan dan Pertenakan akan membuat lokasi penangkaran luwak (Musang), lokasi penangkaran dibuat nantinya sebagai upaya perhatian pemeritah terhadap binatang ini, yang semakin hari kian berkurang populasinya," kata Kepala Bidang Bina Usaha Perkebunan, Dinas Perkebunan Lampung Barat, Agustanto Basmar, di Liwa, Kamis.

Dia menjelaskan, penangkaran luwak yang dilakukan oleh pengusahan kopi tidak membuahkan hasil maksimal.

Menurut dia, penangkaran yang dibuat nantinya mampu meningkatkan populasi luwak di Lampung Barat.

"Melihat kondisi binatang ini semakin hari kian sedikit, menimbulkan keprihatinan pemerintah untuk meningkatkan populasinya kembali, sebab bila dibiarkan dengan kondisi yang sekarang ini, dapat dimuungkina tiga hingga empat tahun kedepan populasi luwak akan terancam punah," kata dia.

Dia menguraikan, sebagian besar binatang luwak mati di penangkaran masyarakat, sebab mereka kurang memahami kehidupan dan tingkah laku asli binatang tersebut.

Lampung Barat dikenal sebagai daerah penghasil kopi terbesar di Provinsi Lampung, dimana didalamnya juga terdapat berlimpahnya populasi luwak (Musang) sebagai binatang penghasil kopi termahal saat ini.

Kopi luwak menjadi salah satu produk ungulan di Kabupaten Lampung Barat, sebab kualitas dan mutu kopi luwak di daerah ini terbaik ke dua dunia, dan membuat nama Lampung Barat semakin dikenal di mancanegara sebagai daerah penghasil kopi luwak terunggul.

Meningkatnya permintaan kopi luwak di pasaran membuat perajin kopi menambah stok ternak luwak, agar lonjakan permintaan tersebut dapat terpenuhi dengan jumlah luwak yang diternakan.

Sayangnya penangkaran luwak yang dilakukan pengusaha kopi luwak tidak membuahkan hasil maksimal, sebagian besar dari luwak yang ditangkarkan tersebut mati.

Berkurannya jumlah luwak yang ada mendorong pemerintah daerah untuk membuat lokasi penangkaran luwak agar populasi luwak tersebut dapat terselamatkan.

Masyarakat sendiri memburu binatang ini untuk dijual pada pengusaha kopi, rata rata harga luwak mencapai Rp500 ribu hingga Rp600 ribu perekor, tingginya harga luwak membuat hewan ini banyak diburu oleh masyarakat.

Disinyalir populasi luwak kurun waktu lima hingga enam tahun kedepan akan terancam punah, sebab melihat kondisi saat ini, populasi luwak semakin berkurang akibat ketidak cocoknya ekosistem kadang buatan yang dilakukan pengusaha.

Di Lampung Barat sendiri terdapat 20 pengusaha kopi luwak yang aktif, rata rata setiap pengusaha memiliki 30 hingga 50 ekor luwak untuk ditangkarkan dan menghasilkan kopi luwak dengan kualitas dunia.

Pembuatan penangkaran luwak akan dimulai pada tahun 2012 mendatang, dan penangkaran tersebut berfungsi sebagai penilitian dan pengembangan habitat sehingga populasi luwak tidak terancam punah.

"Saya berharap penagkaran yang dibuat nanti mampu meningkatkan dan menyelamatankan populasi luwak dari kepunahan, dan berharap pula pada masyarakat terutama pengusaha kopi luwak dapat berkoordinasi baik oleh pemkab dalam pelestarian luwak ini," katanya.

Sumber: Antara, 14 Juli 2011