December 1, 2015

Etika dan Estetika Berpadu dalam Zapin Nusantara

TARI BEDANA. Sanggar Angon Saka dari Lampung mengusung Tari Bedana Tradisi dalam Temu Zapin Nusantara 2015 di Kemendikbud, Jakarta, Sabtu (28/11). 
GELARAN pentas tari Zapin dari seluruh daerah dalam Temu Zapin Nusantara 2015 yang ditaja di Plasa Insan Berprestasi, Gedung A Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Sabtu (28/11)  Jalan Sudirman, Jakarta, yang dibuka Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anis Baswedan, berlangsung meriah.
 
Mendikbud Anis Baswedan dalam sambutannya mengatakan, dengan digelarnya Temu Zapin Nusantara hari ini, kita bersama menorehkan kembali perjalanan Zapin di kancah budaya nasional setelah hampir 30 tahunan. Diharapkan dengan gelaran ini kita memiliki perasaan keindonesian yang lebih kuat dan menghargai kebhinekaan.


November 30, 2015

Kreativitas Kunci Menulis Esai

MENULIS ESAI. Redaktur Pelaksana Fajar Sumatera Udo Z Karzi menyampaikan materi dalam Pelatihan Menulis Esai yang diselenggarakan LPM Natural FMIPA Unila, Sabtu (28/11). (FOTO: FAJAR SUMATERA/M BURHAN)
BANDARLAMPUNG, FS --Menulis esai memerlukan kreativitas penulisnya. Sebab, muatan imajinatif harus beriringan dengan kecerdasan. Selain itu juga dibutuhkan kemampuan menyatukan tiga seni menulis yaitu ilmiah, sastra, dan jurnalistik.

Redaktur Pelaksana Fajar Sumatera Udo Z Karzi  mengatakan itu saat menjadi pemateri pelatihan menulis esai yang digelar Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) Pers Natural FMIPA Universitas Lampung (Unila), di kampus FMIPA Unila, Sabtu (28/11).

November 24, 2015

Black Heritage Tour


Oleh Dyah Merta

HARI itu aku ikut rombongan Black Heritage Tour, semacam napak tilas bekas bangunan-bangunan yang menyimpan sejarah perbudakan di Amsterdam. Berangkat dari titik-temu di Centraal Station, tur bergerak ke arah Dam Square dengan jalan kaki, membelah keramaian dengan suhu 13 derajat dan mengabaikanVenustempel dan Museum Madame Tussauds.

Tur dimulai dari Royal Palace, gedung yang dibangun pada 1648 oleh arsitek Jacob van Campen dan Artus Quellinus. “Pada tahun 1949, Muhammad Hatta melakukan penandatanganan pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda di situ,” ujar Wim Manuhutu, sejarawan Maluku yang ikut rombongan. Ratu Belanda Juliana didampingi Perdana Menteri Belanda Willem Drees menandatangani penyerahan kedaulatan (Sovereniteit Overdracht)atas Indonesia kepada Muhamad Hatta, Perdana Menteri Republik Indonesia Serikat di ruang Burgerzaal. Momen ini menjadi babak pamungkas dari Konferensi Meja Bundar.

November 23, 2015

Membaca Potensi Siswa di Daerah Pebatasan

: Hari Apresiasi Bahasa dan Sastra SMAN 1 Sukau

Oleh Udo Z Karzi

SEBENARNYA saya sudah kirimkan power point untuk diskusi pada Hari Apresiasi Bahasa dan Sastra memperingati Bulan Bahasa 2015 di SMAN 1 Sukau, Lampung Barat, Jumat, 13 November lalu. Tapi karena keterbatasan sarana, power point dan sejenisnya tidak bisa dipergunakan di Pekon Pagardewa yang berbatasan dengan Desa Kotabatu di Provinsi Sumatera Selatan ini.

Kepala SMAN 1 Sukau Eva Oktarina (kanan) menyampaikan pendapat dalam Hari Apresiasi Bahasa dan Sastra di aula SMAN 1 Sukau, Jumat, 13/11/2015. Tampil sebagai nara sumber: penulis Udo Z Karzi dan Yandigsa dengan moderator Ahmadi Putera Syahpalewi. (FOTO: EKA FENDI ASPARA)
"Listrik sering mati di sini," kata Ahmadi Putera Syahpahlewi, seorang guru bahasa Lampung.


Menggagas Wadah Promosi Wisata Bersama

Oleh Eko Sugiarto


PEMPROV mengakui wisata di Lampung masih belum banyak dikenal karena sistem promosinya yang masih kurang maksimal. Oleh karena itu, Pemprov Lampung berencana memakai kode respons cepat atau QRC (quick response code).

Hal itulah yang antara lain dilaporkan www.harianfajarsumatera.com usai acara Sosialisasi Pengenalan Sistem QRC kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Kota di Kantor Gubernur Lampung, beberapa waktu lalu. Rencana memanfaatkan kode respons cepat untuk bisa terhubung ke situs web (mungkin Dinas Pariwisata Provinsi Lampung) adalah sebuah langkah yang patut diapresiasi.

Diakui atau tidak, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang kian maju membuat komunikasi antardaerah bahkan antarnegara menjadi seakan tidak berjarak. Sebagian besar wilayah di dunia seolah sudah terhubung. Hal ini membuat batas-batas wilayah antardaerah bahkan antarnegara menjadi semakin tidak berarti, khususnya dalam hal pertukaran informasi. Dengan kata lain, dalam hal informasi, dunia seakan menjadi tanpa sekat.

November 22, 2015

[Wawancara] Catatan Sejarah Harus Terbuka

Frieda Amran
MENGUPAS tentang daerah Lampung memang sangat menarik, terlebih sangat sedikit sekali tulisan terkait provinsi paling ujung selatan Pulau Sumatera ini. Karena lewat tulisan inilah yang akan menjadi pegangan buat generasi mendatang untuk mengenal daerah Lampung yang kaya akan sumber daya alam dan manusia.

Frieda Amran pun kemudian menuliskan beragam hal mengenai Bumi Ruwa Jurai sejak zaman pendudukan Belanda yang dituangkan dalam rubrik Lampung Tumbai di Lampung Post.


November 19, 2015

Kembali pada Puisi

Oleh AJ Susmana

SECARA metode, tidaklah sulit untuk memahami hati suatu bangsa. Cukuplah kiranya kalau mau dengan susah payah memahami puisi-puisi yang diucapkan, ditulis, dibaca dan dilagukan oleh bangsa tersebut.  Melalui puisi-puisi tersebut akan didapat pengetahuan suka-duka kolektif suatu bangsa yang mengarungi jaman beserta ketakutan dan kegembiraan melihat masa depan.

Puisi-puisi itu pun bisa berupa peribahasa dan pesan-pesan didaktik sebagaimana bisa kita baca pada Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji atau juga Kitab Nyanyian, antologi puisi pertama dalam sejarah China meliputi periode selama 5 abad dari awal Dinasti Zhou Barat abad ke-11 SM hingga pertengahan Periode Musim Semi dan Musim Gugur abad ke-6 SM. Konon pada mulanya terdiri dari 3000-an puisi; lantas diseleksi Confusius menjadi 305 puisi. (lihat: Li Xiaoxiang, Asal Mula Sastra China Klasik, Elex Media Komputindo, Jakarta, 2010;6) Info lain menyebutkan, semula hasil seleksi Confusius berjumlah 311 puisi. Enam puisi hilang waktu terjadi pembakaran kitab.

Figur Perempuan Indonesia: Nyai Dahlan dan Nyai Sholihah

Oleh Akhmad Syarief Kurniawan


TANPA menafikan sejarah, jasa-jasa ormas Islam lain, belum lengkap rasanya ketika menceritakan sejarah perjalanan bangsa ini tanpa ikut menyertakan peran dua ormas terbesar di Indonesia, yaitu: Persyarikatan Muhammadiyah dan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama’ (NU).    

Tokoh pendiri Muhammadiyah diwakili oleh KH. Ahmad Dahlan atau Muhammad Darwis, 1912 dan dari barisan jam’iyyah Nahdlatul Ulama’ (NU) diwakili dengan tokoh sentralnya Hadratusy Syaikh KH. Hasyim Asy’arie, 1926.

Penulis tidak akan menjelaskan sejarah Muhammadiyah maupun Nahdlatul Ulama’, melainkan tentang peran, pengabdian, jasa-jasa para tokoh istri kedua ormas tersebut, yakni Nyai Siti Walidah atau yang lebih populer dikenal Nyai Dahlan dan Nyai Munawaroh atau yang lebih akrab disapa Nyai Sholihah A. Wahid Hasyim.


November 18, 2015

Studi Interteks dalam Konservasi Situs Manusia Purba

Oleh Febrie Hastiyanto


PARADIGMA pengembangan situs purbakala termasuk di dalamnya situs manusia purba telah memasukkan konsep pelibatan masyarakat sebagai bagian integral pengembangan situs. Bila sebelumnya pelibatan masyarakat lebih banyak dimaknai pada aspek-aspek pemanfaatan potensi ekonomi-pariwisata situs oleh masyarakat, kini usaha pelibatan masyarakat mulai diperluas pada aspek konservasi. Situs-situs yang semula hanya dikonservasi oleh para ahli, kini membuka diri terhadap peran masyarakat untuk turut melakukan konservasi. Pada periode-periode awal konservasi situs purbakala, masyarakat dilibatkan sebagai tenaga teknis lapang penemuan dan pengumpulan koleksi. Namun kini, seharusnya masyarakat dilibatkan dalam skema yang lebih strategis, misalnya konservasi dalam konteks memaknai koleksi-koleksi situs.

Dalam konteks situs manusia purba, paradigma yang menjadi arus utama dalam melakukan konservasi dan pemaknaan koleksi banyak mendasarkan pada teori-teori evolusi. Ketika mengunjungi Museum Nasional Jakarta maupun Museum Situs Sangiran Sragen-Karanganyar misalnya, saya mendapati diorama-diorama yang ada menggambarkan bahwa fosil-fosil manusia purba merupakan evolusi bentuk spesies dari yang arkaik hingga yang progresif dan kemudian menjadi manusia modern nenek moyang manusia generasi saat ini. Nyaris tidak ada wacana lain dalam memaknai fosil yang ada padahal sesungguhnya pengetahuan-pembanding itu ada dan hidup di dalam masyarakat.


November 16, 2015

Merebaknya Gejala Narsisme

Oleh Riza Multazam Luthfy

DALAM dasawarsa terakhir, gejala-gejala narsisme mudah ditemukan dalam kehidupan artis, politikus, dan dai selebritis. Dengan cara dan pola masing-masing, mereka ingin menampilkan segi positif-materialistis dari diri manusia. Mereka berhasrat menunjukkan sisi-sisi kesempurnaan di balik sosok makhluk yang tidak pernah sempurna (nobody perfect).

Ciri khas narsisme yang seringkali tampak yaitu terlalu percaya diri. Atas dasar inilah, bagi sebagian orang, narsisme berdampak positif. Namun demikian, tidak semua yang diasumsikan publik tentang narsisme bisa dibenarkan.

Tanpa pertimbangan logis, para artis gemar menyajikan keglamoran. Bagi mereka, ada semacam konsensus tak tertulis, “uang bisa membeli segalanya”. Dengan konsensus ini, mereka sibuk menampilkan capaian duniawi yang profan, meskipun banyak orang yang saban hari makan nasi aking.