August 26, 2015

Budaya Lampung segera Dibukukan

Oleh Firman Luqmanulhakim
BANDAR LAMPUNG -- Peneliti dan budayawan Lampung Profesor Margareth Kartomi kini sedang mempersiapkan buku budaya Lampung yang berisi tentang tarian, musik, dan drama Lampung. “Buku ini merupakan hasil observasi yang juga bagian dari penelitian yang saya gagas bersama suami sejak tahun 80-an," jelas Margareth seusai diterima Sekretaris Provinsi (sekprov) Lampung, Arinal Djunaidi di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Lampung, Selasa (25/8/2015).

Dia mengatakan pada tahun 2016 mendatang akan ada enam peneliti budaya yang berasal dari Australia yang akan secara mendalam meneliti kebudayaan di Provinsi Lampung. “Kegiatan penelitian ini merupakan dedikasi untuk tetap terus membantu dalam menjaga nilai-nilai luhur yang terkandung dalam adat istiadat budaya Lampung,” jelas wanita yang akrab disapa Margareth ini.


August 25, 2015

Musik tradisional Lampung jadi mata kuliah ISI Yogyakarta

Oleh Budisantoso Budiman


Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan ISI Surakarta akan memasukan musik tradisional Lampung dalam kurikulum dan menjadi salah satu mata kuliah Musik Daerah Nusantara di kedua perguruan tinggi seni tersebut.


Beberapa remaja memainkan gamolan, alat musik tradisional Lampung (ANTARA Lampung/Gatot Arifianto)
Sedangkan di ISI Denpasar, mata kuliah Musik Tradisional Lampung baru dijadikan mata kuliah ekstrakurikuler, kata I Wayan Sumerta Dana Arta alias Wayan Moccoh, seniman Lampung asal Bali, di Bandarlampung, Senin.


Peneliti Australia Buat Buku Budaya Lampung

Oleh Agus Wira Sukarta


Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Prof Margareth Kartomi peneliti budaya Lampung asal Australia akan membuat buku terkait budaya, tarian, musik, dan drama di daerah itu.


Prof Margareth Kartomi peneliti budaya Lampung asal Australia (FOTO ANTARA Lampung)
"Buku ini merupakan hasil dari observasi yang juga bagian dari penelitian yang digagas bersama suami saya semenjak tahun 80-an," kata dia, di Bandarlampung, Selasa.


August 20, 2015

Duta Wisata Masa Depan

Oleh Eko Sugiarto

KEDUA anak saya begitu antusias ketika saya ajak berkunjung ke sebuah kompleks pemakaman, sekitar dua minggu yang lalu. Kompleks pemakaman yang kami kunjungi adalah Taman Makam Seniman Budayawan Girisapto di Imogiri, Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Dr. Liberty Manik. Komponis,” ucap seorang anak saya ketika membaca tulisan di sebuah nisan. Dia juga menanyakan apa itu komponis.

August 19, 2015

Teater Satu Hadirkan Lampung dalam Festival Darwin

DARWIN, FS--Teater Satu Lampung akan berkolaborasi dengan Brown's Art Theatre menmpilkan sebuah pertunjukan bertajuk The Ages of the Bones dalam Festival Darwin, pada 23 Agustus mendatang. Teater Satu diundang dalam perhelatan yang telah diselenggarakn sejak 1980-an itu, sebagai salah satu grup teater yang saat ini cukup diperhitungkan di Indonesia dan Asia.

TEATER SATU LAMPUNG. Salah satu pentas Teater Satu Lampung.
Dalam festival yang digelar di wilayah paling utara benua Australia itu, Teater Satu akan menyajikan beberapa bentuk seni tradisi Lampung juga sumatera dan jawa. "Untuk kebutuhan eksplorasi ini, kami akan menyajikan nyubuk, tuping sekura, warahan, silat serta beberapa bentuk musik dan tari dari sumatera dan jawa," ujar Direktur Artistik Teater Satu Lampung Iswadi Pratama.


DKL Diminta Gali Potensi Kebudayaan Lampung

Oleh Agus Setyawan


Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Berbagai potensi kebudayaan yang hingga kini belum dikenal oleh masyarakat harus digali. khususnya yang mempunyai nilai jual, demikian permintaan Gubernur Lampung M Ridho Ficardo.

TARI NGEJAGA TUPING. Siswa SMAN Kotagajah menyajikan Tari Ngejaga Tuping dalam pengukuhan DEwan Kesenian Lampung (DKL) di Balai Keratun Kantor Gubernur, Rabu (19/8). FAJAR SUMATERA/TOMMY SAPUTRA
"Banyak kebudayan kita yang berasal dari leluhur Lampung, tetapi belum dikenal khalayak atau masyarkat luas," kata Ridho saat pengukuhan pengurus DKL di Bandarlampung, Rabu.


Pengurus DKL Dikukuhkan

Oleh Agus Wira Sukarta


Bandarlampung,  (Antara) - Gubernur Lampung M Ridho Ficardo mengukuhkan pengurus Dewan Kesenian Lampung periode 2015--2019 di Balai Keratun Komplek Perkantoran Gubernur Lampung, Rabu.

PEMASANGAN PIN. Gubernur Lampung M Ridho Ficardo memasangkan pin kepada Ketua Umum Dewan Kesenian Lampung (DKL) Aprilani Yustin Ficardo dalam pengukuhan pengurus DKL 2015-2019 di Balai Keratun, Kantor Gubernur, Bandarlampung, Rabu (19/8).
Pelantikan berdasarkan Keputusan Gubernur Lampung Nomor G/393/III.01/HK/2015 tanggal 18 Agustus 2015.


August 10, 2015

Melampungkan Bahasa Lampung

Oleh Erzal Syahreza Aswir


SETIAP daerah memiliki ciri khas tersendiri yang tak bisa disamakan dengan daerah yang lain. Ciri-ciri tersebut pun beraneka ragam mulai dari warna kulit, jenis rambut, pakaian adat, tradisi warisan leluhur, juga bahasa daerah. Ciri yang berbeda menjadikan hal tersebut sebagai sebuah identitas yang patut dijunjung tinggi.

Di bumi Nusantara ini terdapat berbagai macam identitas daerah yang beranekaragam lantaran negeri ini merupakan sebuah kepulauan, dengan tingkat multikulturalitas yang tinggi. Sebuah kekayaan yang patut dijadikan kebanggan setiap putera-puteri bangsa ini, yang juga berpotensi menjadi sumber kekayaan nasional selain sebagai sebuah identitas nasional.

Quo Vadis Pariwisata Daerah?

Oleh Eko Sugiarto


TULISAN ini terinspirasi dari keluhan kawan-kawan di bebeberapa daerah, khususnya yang berasal dari luar Pulau Jawa. Dalam beberapa kali perbincangan, muncul beberapa hal terkait dengan pariwisata di daerah mereka. Dua di antaranya adalah masalah kelembagaan dan masalah sumber daya manusia di bidang pariwisata.

Dalam hal kelembagaan, dengan berbagai pertimbangan (antara lain untuk alasan efektivitas), penggabungan beberapa dinas dalam satu lembaga adalah hal yang wajar dilakukan oleh daerah. Misal, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan digabung menjadi satu adalah sesuatu yang memang sudah umum dan masuk akal. Namun, ada daerah yang menggabungkan Dinas Pariwisata dengan dinas lain yang terkesan dipaksakan.

August 5, 2015

Mengembangkan PAD Lampung melalui Pariwisata

Oleh Muswir
PROVINSI Lampung, sesungguhnya sangat berpotensi untuk meraup PAD melalui pariwisata. Namun, sayangnya masih banyak destinasi wisata yang cukup sulit dikembangkan.

Oleh karena itulah, kita memerlukan strategi yang interaktif untuk lebih menggiatkan kekuatan dunia wisata, misalnya saja destinasi yang jauh, kita harus memakai strategi diplomasi interaktif, baik melalui promosi, seperti brosur brosur yang mengembangkan wisata secara baik.