June 15, 2015

Apa Saja Daya Tarik Wisata Lampung?

Oleh Eko Sugiarto


SEBELUM Anda menjawab apa saja daya tarik wisata Lampung, terlebih dahulu penulis akan menguraikan secara sekilas tentang batasan daya tarik wisata. Batasan ini diharapkan bisa dijadikan sebagai salah satu acuan untuk mengidentifikasi apa saja daya tarik wisata serta potensi daya tarik wisata yang ada di Lampung.

Menurut UU Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, daya tarik wisata adalah segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan, dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisatawan. Sementara Warpani dan Warpani dalam buku Pariwisata dalam Tata Ruang Wilayah (Penerbit ITB, 2007) mendefinisikan daya tarik wisata sebagai segala sesuatu yang memicu seseorang dan/atau sekelompok orang mengunjungi suatu tempat karena sesuatu itu memiliki makna tertentu.

June 12, 2015

[Cerita Kenangan] Tentang Wartawan dan Seniman Itu...

Oleh Anton Bahtiar Rifa'i


Beberapa aktivis Surat Kabar Mahasiswa Teknokra 1990-an.
Dari ke kanan (depan): Udo Z Karzi dan Anton Bahtiar Rifa'i
(belakang): Ari Wahyu, Affan Zaldi Erya, Mohammad Ridwan.
“SENIMAN gagal adalah manusia yang cocok jadi wartawan.” Ucapan itu muncul dalam perbincangan saya dengan Udo Z Karzi, suatu hari, di Bandar Lampung, belasan tahun lalu.

Tentu, bukan “seniman gagal” dalam arti sesungguhnya, yang kami maksud. Kami cuma meyakini: untuk jadi wartawan, dibutuhkan keindahan merangkai kata ala seniman, tapi tetap menghadirkan rasionalitas yang terang benderang –tidak segelap karya seniman. Itulah yang kami maksud dengan “seniman gagal” atau setengah seniman.

May 23, 2015

Di Mana Kiblat Sejarah Kelampungan?

Oleh Karina Lin


Museum Ruwa Jurai, Lampung
TEMA tulisan yang sedang kita baca bersama ini sebenarnya sudah lama mengendap dalam benak saya. Ada sekiranya lebih dari satu tahun. Tema tulisan ini mencuat lantaran kala itu Lampung Post sedang gencar-gencarnya memberitakan, termasuk juga mengadakan event-event diskusi bertema kelampungan. Dikarenakan beberapa hal, tema ini lantas menguap dan baru sekarang terpikirkan lagi.

Kebetulan pula momennya terasa lebih pas. Hal ini dikarenakan pada 18 Mei lalu adalah peringatan Hari Museum Internasional (HMI/International Museum Day/ IMD) yang ke-38. Mungkin ada yang terperanjat, seperti seorang teman yang juga seorang penyuka sejarah. Saat mendapat informasi 18 Mei merupakan IMD, dia berkata, “Oh, ada juga Hari Museum Internasional ya?



February 15, 2015

[Buku] Demi Harga Diri dan Kejayaan Bangsa

Oleh Udo Z. Karzi


Data buku:
The Rise of Majapahit
Setyo Wardoyo
Grasindo, Jakarta, 2014
xxvi + 399 hlm.
KERAJAAN Majapahit (1293—1500) yang mencapai puncak kejayaannya menjadi kemaharajaan raya yang menguasai wilayah yang luas di Nusantara pada masa kekuasaan Hayam Wuruk (1350—1389) dengan Mahapatih Gajah Mada; rupanya tak henti-hentinya melahirkan inspirasi. Tak kecuali bagi para penulis prosa.

Begitulah, novel (sejarah) berlatar Majapahit terus mengalir. Sebut saja Tusuk Sanggul Pudak Wangi (Pandir Kelana), Samita: Sepak Terjang Hui Sing Murid Ceng Ho (Tasaro),  dan Kemelut di Majapahit (Kho Ping Hoo). Lalu, Pelangi di Atas Gelagahwangi (S Tidjab), Senopati Pamungkas (Arswendo Atmowiloto), Gajah Mada 1-5 (Langit Kresna Hariadi), Dyah Pitaloka: Senja di Langit Majapahit (Hermawan Aksan), Sabda Palon: Ketika Majapahit Sirna dan Islam Menaklukkan Nusantara (Damar Shashangka), Kerajaan Majapahit (Junus Satrio), Brawijaya Moksa (Wawan Susetya), Banarawa (Siwi Sang), dan banyak lagi.


January 15, 2015

[Nyuara] Bagaimana Cara Menebus Malu?*

Oleh Udo Z. Karzi


BARU saja memberitahukan Majalah Nyuara mempunyai rumah baru di http://www.teraslampung.com/search/label/Nyuara. Belum ada yang mengirimkan karya ke Ruang Berbahasa Lampung ini. Hari ini, Selasa, 13 Januari 2015, saya ditanya.

"Apa kabar, Udo? Ada tidak buku sastra Lampung yang dipilih untuk Hadiah Rancage?" tanya Ahmad Rivai dari Yayasan Kebudayaan Rancage, Bandung.


December 28, 2014

[Buku] Bikin Acara Nulis Jadi Menyenangkan

Oleh Tita Tjindarbumi

Data buku:
Menulis Asyik: Ocehan Tukang Tulis
Ihwal Literasi dan Proses Kreatif
dengan Sedikit Tips

Udo Z. Karzi
Sai Wawai Publishing, Metro
vii + 104 hlm.
MEMBACA buku Udo si tukang tulis, saya jadi ingat pada seorang perempuan dari negeri yang sama... Negeri Ruwa Jurai... Perempuan yang suka nulis... ya nulis apa saja yang harus dikeluarkan dari kepalanya, biar enggak bikin otak buntu karena kesumbat berbagai hal. Tuang... tumpahkan... buang dari benak dengan menulis...
                               
***

Menulis bagi sebagian besar orang adalah katarsis. Setiap orang dapat melepaskan segala seuatu yang menumpuk di benak dan juga di dada. Bagi sebagian besar penulis, menulis membuat perasaan menjadi lega karena semua unek-unek bisa ditumpahkan dalam tulisan. Tentu selain merasa lega, penulisnya akan merasa mendapatkan kepuasan tersendiri manakala tulisannya dibaca oleh banyak orang sekaligus menjadi inspirasi bagi pembacanya.


December 19, 2014

[Tamu Kita] Cuma Butuh Dua Malam

Oleh Yoso Muliawan


Udo Z Karzi
BIKIN buku biasanya butuh waktu tak sebentar. Mulai dari mengumpulkan bahan tulisan, menulis, hingga merapikan menjadi buku yang utuh dan siap cetak. Ya, setidaknya bukan sehari dua hari, bukan semalam dua malam.

Namun, ini tak berlaku untuk Zulkarnain Zubairi. Wartawan cum sastrawan yang punya nama pena Udo Z Karzi ini cuma butuh dua malam untuk menuntaskan buku anyarnya. Judulnya, Menulis Asyik: Ocehan Tukang Tulis Ihwal Literasi dan Proses Kreatif dengan Sedikit Tips.


December 15, 2014

Klinik dan Buku Menulis Asyik Diluncurkan

KOMUNITAS diskusi Cangkir Kamisan Metro meluncurkan Klinik Menulis sekaligus buku Menulis Asyik karya wartawan Lampung Post Zulkarnain Zubairi di Saung Komunitas Diskusi Cangkir, Kota Metro, Sabtu 13/12).

MENULIS ASYIK. Penulis Udo Z Karzi menjelaskan buku Menulis Asyik karyanya, saat peluncuran di Saung Komunitas Diskusi Cangkir Kamisan, Kota Metro, Sabtu (13/12). Selain Menulis Asyik, saat itu juga diluncurkan Klinik Menulis. (LAMPUNG POST./RUDIYANSYAH)
Dalam peluncuran klinik dan buku tersebut, hadir sang penulis buku yang lebih dikenal dengan nama Udo Z. Karzi dan memberikan pelatihan menulis kepada sekitar 40 pegiat diskusi yang hadir.


November 27, 2014

Robohnya Rumah Besar Budaya Lampung

Oleh Hardi Hamzah


SEMANGAT Udo Z. Karzi dkk. untuk menguniversalisasi budaya Lampung, terus merangkak dalam skema yang terpilar, dalam arti gagasannya mulai menemukan beranda, ini berarti kita harus menemukan rumah besarnya (rumah besar kebudayaan Lampung).

Nah, tentu saja rumah besarnya harus bermuara dari gugusan kebudayaan Lampung yang shopistaced, artinya ada pekerjaan rumah besar yang harus dilakukan, bahwa identifikasi terhadap rancang bangunan arkeologi, artepak, katakanlah sejenis situs Pugung Raharjo harus dirujuk ke dalam wahana yang jelas kait-mengkaitnya antara kesejarahan, kebudayaan, dan peradaban. Ini nantinya skema mekanistik yang dirajut oleh Udo Z. Karzi dkk. dalam memahami pemetaan budaya Lampung yang kelak akan menemukan titik keutuhannya.


November 7, 2014

Pendidikan dan Kebudayaan

Oleh Daoed Joesoef


SETELAH menanti selama sepekan penuh, the longest week that ever exist, Presiden Joko Widodo mengumumkan komposisi pemerintahannya. Setelah menyaksikan di layar televisi susunan Kabinet Kerja-nya, saya sangat kecewa.

Presiden cum pemimpin baru Indonesia betul-betul telah keliru memahami ”pendidikan” dan ”kebudayaan”, yang saya pikir bukan merupakan konsen saya saja, melainkan adalah masalah masa depan Indonesia selaku satu negara-bangsa.

Padahal, dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Tanah Air tercatat jelas bahwa Indonesia adalah satu-satunya bangsa yang sewaktu masih dijajah berani mendirikan sekolah bersistem nasional berhadapan dengan sekolah kolonial Belanda. Sekolah nasional itu adalah Taman Siswa yang didirikan oleh Ki Hajar Dewantara di Yogyakarta. Ada Indonesische Nijverheid School yang didirikan Moh Syafei di Kayu Tanam dan Normal School yang didirikan oleh Willem Iskander di Tano Bato.