November 9, 2015

Keberaksaraan dan Eksistensi Manusia

Oleh Tjahjono Widarmanto

KEBERAKSARAAN sudah lama membedakan diri dengan ketertinggalan melalui tradisi aksara. Kelisanan dianggap sebagai hal yag tidak ideal dan menutup berbagai akses komunikasi dan pengetahuan. Adapun, keberaksaran membukakan peluang tak hanya bagi kata, kalimat atau informasi pengetahuan namun juga menguatkan eksistensi manusia yang membedakannya dengan mahluk lain. Tak bisa terbayangkan bagaimanakah wujud eksistensi manusia tanpa tradisi keberaksaraan.

Sungguh pun demikian bukan berarti kelisanan merupakan kehinaan. Kelisanan dapat menghasilkan karya dan renungan-renungan diluar jangkauan orang melek aksara, misalnya Odyssey. Namun, keberaksaraan membantu mendorong permata-permata kelisanan menjadi lebih dikenal, menjadi lebih luas penyebarannya, menjadi mudah diakses, dan yang lebih penting menjadi lebih terbuka dan memungkinan ditafsir ulang.

Seni Budaya Lampung, Mau Dibawa ke Mana?

Oleh Riyan Hiyatullah


SENI dan budaya merupakan dua kata yang selalu akan berdampingan, karena seni adalah produk budaya, dan budaya tak akan terbentuk tanpa ada seni di dalamnya. Indonesia memiliki ribuan ragam seni dan budaya yang tidak  habis dibahas hanya dalam sebuah kitab saja. Di dalam budaya, ada berbagai produk seni, diantaranya: seni tari, drama, teater dan musik. Lampung memiliki keempat produk di atas dan tersalurkan dengan baik.

Seni Komersial

Sebagai contoh, pada bulan Ramadan (2015) lalu, salah satu stasiun televisi swasta Trans 7 menyiarkan acara bertajuk Tabur Ramadan. Dalam acara bertemakan kompetisi alat musik tabuh tersebut Gilang Ramadhan didaulat sebagai salah satu juri dan diikuti oleh beberapa peserta yang tersebar dari seluruh Provinsi di Indonesia. salah satunya adalah Lampung. Siger adalah nama peserta yang berasal dari Provinsi Lampung di acara tersebut mampu meraih juara ke- 2 pada saat itu. Padahal, seluruh peserta yang mengikuti acara tersebut membawa musik tradisi dari daerahnya masing-masing. Hal ini menunjukkan bahwa seni musik tradisi Lampung memiliki potensi baik dalam segi pengembangan budaya maupun industri komersil.


Menikmati Sensasi Minggu dengan Foto-foto Asyik

BANDARLAMPUNG -- Menikmati keindahan karya anak bangsa lewat pameran PFI Lampung dapat dijadikan referensi bagi kaula muda yang ingin menikmati suasana malam minggu. Pameran PFI ini sangat cocok untuk muda mudi baik bersama teman, pacar atau kerabat dekat.

Seorang pengunjung sedang menikmati foto-foto yang dipamerkan PFI.
Dalam pameran PFI ini setidaknya pengunjung akan dimanjakan oleh 80 foto menarik yang dapat menimbulkan sensasi malam minggu yang kece juga tentunya dapat membangkitkan decak kagum akan hasil jepretan para pewarta baik Nasional maupun lokal.


November 6, 2015

Unila Siap Buka S1 Bahasa Lampung

BANDARLAMPUNG, FS - Universitas Lampung (Unila) mendesak ketegasan pemprov terkait rekruitemen formasi pegawai berlatar belakang sarjana (S-1) program studi bahasa Lampung. Bila tidak, maka para alumninya bakal menganggur.

Guru Besar Ilmu Pendidikan Bujang Rahman mengatakan ketegasan itu sangat diperlukan dan mendesak, saat ini. ”Bisa tidak pemda itu jangan mengandalkan formasi. Kan ada nomenklaturnya guru tetap non PNS. Kalau guru PNS gaji dari APBN tapi kalau guru tetap dari APBD,” kata dia.

November 5, 2015

Dari Annie MG Schmidt ke Gustaaf Peek

Oleh Dyah Merta


Di Oleanderstraat, ada sebuah toko buku mungil. Pemiliknya seorang perempuan yang ramah. Awalnya aku ke situ untuk mencari buku Jip en Janneke. Aku pernah membaca buku itu beberapa tahun silam di perpustakaan Karta Pustaka –sebelum akhirnya lembaga itu gulung tikar lalu menebar koleksi perpustakaannya yang sangat berharga ke orang-orang: ini menjadi peristiwa paling menyedihkan dari akhir sebuah lembaga kebudayaan. Kudengar, kurangnya pendanaan membuat lembaga yang menjembatani budaya antara Indonesia-Belanda di Yogyakarta itu akhirnya tutup. Sungguh tidak istimewa.

Aku terpesona pada Jip en Janneke atas kesederhanaan, keluguan dan kelucuannya. Buku itu ditulis oleh Annie MG Schmidt dan terbit pertama kali pada tahun 1971. Schmidt lahir di Zeeuwse Kapelle pada 20 Mei 1911. Ia memperoleh Hans Christian Andersenprijs pada tahun 1988 atas karya-karyanya. Pada 21 Mei 1995, Schmidt tutup usia di Amsterdam. Sosok perempuan yang menghidupkan visual Jip en Janneke hingga ke cerita-cerita Schmidt berikutnya adalah Fiep Westendorp. Satu sama lain membangun jalinan antara kata-gambar tak terpisahkan.

3 Sastrawan Lampung Terbang ke Belanda

BANDARLAMPUNG, FS -- Tiga sastrawan Lampung, Isbedy Stiawan ZS, Arman AZ dan Juperta Panji Utama akan bertolak ke Belanda, Kamis (5/11).

Ketiga sastrawan itu akan membaca puisi dan diakusi di Universitas Leiden dan di hadapan mahasiswa-civitas akademik yang tergabung di Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Roterdam.

"Di Roterdam kami akan baca puisi dan diakusi pada Minggu, 9 November. Sedangkan  di Universitas Leiden, 13 November," jelas Isbedy dalam rilis yang diterima Fajar Sumatera, Rabu (4/11).

November 4, 2015

Akademia dan Aktivisme

Oleh Virtuous Setyaka

SELAMA ini akademia identik dengan para akademisi yang berada di ranah kampus dengan tugas pokok dan fungsinya di bidang pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Sedangkan aktivisme identik dengan gerakan sosial yang berada di luar kampus dan kerja-kerja advokasi berbagai isu atau permasalahan masyarakat. Gerakan sosial dalam perspektif yang luas adalah bagian dari politik, sehingga aktivisme adalah aktivitas yang secara langsung maupun tidak langsung termasuk dalam aktivitas politik. Menarik untuk mendiskusikan keterkaitan bahkan keterikatan academia dengan aktivisme di Indonesia.

Keterkaitan Akademia-Aktivisme
Titik hubung antara akademia dan aktivisme menurut Flood, Martin dan Dreher (2013) secara akademis dapat ditelusuri diantaranya dengan pemikiran Zerai (2002) serta Downs dan Manion (2004). Akademia dapat menjadi situs bagi aktivisme setidaknya dalam empat cara: (1) sebagai sarana untuk menghasilkan pengetahuan untuk menginformasikan perubahan sosial yang progresif; (2) sebagai sarana untuk melakukan penelitian yang melibatkan perubahan sosial itu sendiri; (3) sebagai situs untuk strategi pengajaran dan pembelajaran progresif; dan (4) sebagai institusi yang relasi kekuasaannya sendiri mungkin ditantang dan direkonstruksi. Akademisi dapat menghasilkan pengetahuan, sengaja atau tidak, menginformasikan perubahan sosial yang progresif.

October 30, 2015

Sastra Melawan Stagnasi Bahasa

BANDARLAMPUNG, FS – Fungsi sastra adalah untuk menghidupkan kata-kata yang dalam keseharian terancam stagnan karena banalisasi kehidupan sosial politik. Bahasa Indonesia yang di tangan politisi dan birokrat terasa kehilangan makna menjadi segar dan hidup dalam olahan penyair atau sastrawan.

DISKUSI SASTRA. Penyair Ahmad Yulden Erwin (kedua dari kiri) menyampaikan pandangan dalam sesi diskusi Wisata Seni Baca Sastra 2015 di Taman Budaya Lampung, Bandarlampung, Kamis, 29/10/2015. (FOTO: FAJAR SUMATERA/UDO Z KARZI)
Penyair Joko Pinurbo mengatakan hal itu dalam Wisata Seni Baca Sastra 2015 di Taman Budaya Lampung (TBL), Bandarlampung, Kamis (29/10). Selain Joko Pinurbo, tampil juga dalam kegiatan yang diisi baca puisi dan cerpen ini sastrawan AS Laksana, Ahda Imran, Ari Pahala Hutabarat, Ahmad Yulden Erwin, Iswadi Pratama, dan  Wicaksono Adi.


October 15, 2015

Aku Rindu Matahari

Esai Dyah Merta

SATU hal yang kurindukan beberapa hari belakangan adalah matahari. Itu serupa dada seorang pria yang menebar kehangatan sekaligus keteduhan. Mungkin itu kamu.

Minggu siang, akhirnya aku bisa kembali berpeluh. Di Candi Sewu, di antara samar ingatan pada Golek Surung Dayung, tubuhku mencari cara untuk membebaskan diri -meski gerak ritmis itu terpakem-sayup masih ada suara Edith Piaf yang tersisa di akhir perjalananku dengan Shinta Ridwan dan suami, dan ada kamu yang menjelma sebagai kebajikan.

September 21, 2015

Lampung Barat, Kopi, dan Pariwisata

Oleh Eko Sugiarto


FESTIVAL Kopi Liwa atau Liwa Coffee Festival di Kecamatan Air Hitam cukup mengangkat nama Kabupaten Lampung Barat. Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Perkebunan setempat dalam rangkaian peringatan HUT Ke-24 Kabupaten Lampung Barat ini tercatat di Museum Rekor-Dunia Indonesi (Muri) sebagai rekor ke-7.084 untuk kategori sangrai kopi terbanyak (http://lampost.co).

Berdasarkan catatan MURI (http://www.muri.org), setidaknya ada empat kabupaten yang pernah memegang rekor menyangrai kopi terbanyak. Tahun 2011 rekor ini dipegang Kabupaten Banyuwangi (270 tungku oleh 300 peserta), tahun 2012 dipegang Kabupaten Malang (561 peserta), tahun 2014 dipegang Kabupaten Tabanan (735 peserta), dan tahun 2015 dipegang Kabupaten Lampung Barat (1.049 tungku).