BANDARLAMPUNG, FS – Fungsi sastra adalah untuk menghidupkan kata-kata yang dalam keseharian terancam stagnan karena banalisasi kehidupan sosial politik. Bahasa Indonesia yang di tangan politisi dan birokrat terasa kehilangan makna menjadi segar dan hidup dalam olahan penyair atau sastrawan.
October 30, 2015
October 15, 2015
Aku Rindu Matahari
Esai Dyah Merta
SATU hal yang kurindukan beberapa hari belakangan adalah matahari. Itu serupa dada seorang pria yang menebar kehangatan sekaligus keteduhan. Mungkin itu kamu.
Minggu siang, akhirnya aku bisa kembali berpeluh. Di Candi Sewu, di antara samar ingatan pada Golek Surung Dayung, tubuhku mencari cara untuk membebaskan diri -meski gerak ritmis itu terpakem-sayup masih ada suara Edith Piaf yang tersisa di akhir perjalananku dengan Shinta Ridwan dan suami, dan ada kamu yang menjelma sebagai kebajikan.
SATU hal yang kurindukan beberapa hari belakangan adalah matahari. Itu serupa dada seorang pria yang menebar kehangatan sekaligus keteduhan. Mungkin itu kamu.
Minggu siang, akhirnya aku bisa kembali berpeluh. Di Candi Sewu, di antara samar ingatan pada Golek Surung Dayung, tubuhku mencari cara untuk membebaskan diri -meski gerak ritmis itu terpakem-sayup masih ada suara Edith Piaf yang tersisa di akhir perjalananku dengan Shinta Ridwan dan suami, dan ada kamu yang menjelma sebagai kebajikan.
September 21, 2015
Lampung Barat, Kopi, dan Pariwisata
Oleh Eko Sugiarto
FESTIVAL Kopi Liwa atau Liwa Coffee Festival di Kecamatan Air Hitam cukup mengangkat nama Kabupaten Lampung Barat. Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Perkebunan setempat dalam rangkaian peringatan HUT Ke-24 Kabupaten Lampung Barat ini tercatat di Museum Rekor-Dunia Indonesi (Muri) sebagai rekor ke-7.084 untuk kategori sangrai kopi terbanyak (http://lampost.co).
Berdasarkan catatan MURI (http://www.muri.org), setidaknya ada empat kabupaten yang pernah memegang rekor menyangrai kopi terbanyak. Tahun 2011 rekor ini dipegang Kabupaten Banyuwangi (270 tungku oleh 300 peserta), tahun 2012 dipegang Kabupaten Malang (561 peserta), tahun 2014 dipegang Kabupaten Tabanan (735 peserta), dan tahun 2015 dipegang Kabupaten Lampung Barat (1.049 tungku).
FESTIVAL Kopi Liwa atau Liwa Coffee Festival di Kecamatan Air Hitam cukup mengangkat nama Kabupaten Lampung Barat. Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Perkebunan setempat dalam rangkaian peringatan HUT Ke-24 Kabupaten Lampung Barat ini tercatat di Museum Rekor-Dunia Indonesi (Muri) sebagai rekor ke-7.084 untuk kategori sangrai kopi terbanyak (http://lampost.co).
Berdasarkan catatan MURI (http://www.muri.org), setidaknya ada empat kabupaten yang pernah memegang rekor menyangrai kopi terbanyak. Tahun 2011 rekor ini dipegang Kabupaten Banyuwangi (270 tungku oleh 300 peserta), tahun 2012 dipegang Kabupaten Malang (561 peserta), tahun 2014 dipegang Kabupaten Tabanan (735 peserta), dan tahun 2015 dipegang Kabupaten Lampung Barat (1.049 tungku).
August 31, 2015
Wahrul Fauzi Raih Kamaroeddin Award 2015
BANDARLAMPUNG, FS -- Direktur LBH Bandar Lampung yang juga legal Fajar Sumatera, Wahrul Fauzi Silalahi mendapat Kamaroeddin Award 2015 dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandarlampung dalam malam puncak HUT ke-21 AJI di Cafe Dawiels, Bandarlampung, Sabtu (29/8).
August 30, 2015
FLP Lampung Undang Udo Z Karzi Isi Training Menulis Asyik di Lampung Post
Oleh Adian Saputra
Duajurai.com, Bandar Lampung – Penulis senior yang juga penyair Lampung, Udo Z Karzi, Minggu, 30/8/2015, menjadi pembicara dalam kelas “Menulis Asyik” yang diadakan di ruang pertemuan harian umum Lampung Post. Acara ini diadakan Forum Lingkar Pena (FLP) Lampung.
Udo memaparkan beberapa kiat menulis sehingga menjadi keasyikan tersendiri. Penyair bernama asli Zulkarnain Zubairi ini adalah penulis buku yang produktif. Selain kumpulan puisi Mak Dawah Mak Debingi, Udo juga menulis beberapa buku lain, di antaranya Menulis Asyik.
Duajurai.com, Bandar Lampung – Penulis senior yang juga penyair Lampung, Udo Z Karzi, Minggu, 30/8/2015, menjadi pembicara dalam kelas “Menulis Asyik” yang diadakan di ruang pertemuan harian umum Lampung Post. Acara ini diadakan Forum Lingkar Pena (FLP) Lampung.
| Suasana pelatihan “Menulis Asyik” di ruang pertemuan Lampung Post yang diadakan FLP Lampung. ISTIMEWA |
August 28, 2015
Menjadi Sarjana atau Cendekia?
Oleh Slamet Sudaryono
DUNIA pendidikan tingkat perguruan tinggi telah memasuki tahun ajaran baru. Prosesi penerimaan calon mahasiswa baru pun telah digelar melalui berbagai jalur yang tersedia, dan hanya menyisakan jalur mandiri. Dari berbagai lulusan sekolah menengah atas (SMA), yang jumlahnya puluhan ribu, berebut posisi di berbagai perguruan tinggi pilihan masing-masing, baik lokal maupun luar daerah.
Di Lampung, Universitas Lampung (unila) menjadi Universitas yang selalu banyak diburu oleh lulusan SMA dan sederajat. Sekitar 46.123 calon mahasiswa mengkuti seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) untuk masuk Unila. Namun, universitas bergengsi di Lampung tersebut hanya akan menerima sekitar 2.328 calon mahasiswa (Lampost, 10/7/2015).
DUNIA pendidikan tingkat perguruan tinggi telah memasuki tahun ajaran baru. Prosesi penerimaan calon mahasiswa baru pun telah digelar melalui berbagai jalur yang tersedia, dan hanya menyisakan jalur mandiri. Dari berbagai lulusan sekolah menengah atas (SMA), yang jumlahnya puluhan ribu, berebut posisi di berbagai perguruan tinggi pilihan masing-masing, baik lokal maupun luar daerah.
Di Lampung, Universitas Lampung (unila) menjadi Universitas yang selalu banyak diburu oleh lulusan SMA dan sederajat. Sekitar 46.123 calon mahasiswa mengkuti seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) untuk masuk Unila. Namun, universitas bergengsi di Lampung tersebut hanya akan menerima sekitar 2.328 calon mahasiswa (Lampost, 10/7/2015).
Bahasa Lampung Kian Tergerus
BANDARLAMPUNG, FS -- Tidak dapat dihindari saat ini Kota Bandarlampung menuju kota metropolis. Keragaman warga Kota Tapis Berseri semakin memberi warna budaya. Dalam proses itu, budaya asli Lampung sedikit banyak mengalami pergeseran, termasuk pemahaman masyarakat akan bahasa dan aksara Lampung.
Menurut anggota Komisi II DPRD Kota Bandarlampung, Erdiansyah Putra, untuk tetap mempertahankan budaya asli Lampung diperlukan langkah strategis dan upaya yang nyata sebagai bentuk kepedulian agar adat istiadat warisan nenek moyang tetap lestari.
Menurut anggota Komisi II DPRD Kota Bandarlampung, Erdiansyah Putra, untuk tetap mempertahankan budaya asli Lampung diperlukan langkah strategis dan upaya yang nyata sebagai bentuk kepedulian agar adat istiadat warisan nenek moyang tetap lestari.
Gubernur Gagas Sail Krakatau
BANDARLAMPUNG,FS — Pemerintah Provinsi Lampung meminta pemerintah pusat menyelenggarakan kegiatan bahari internasional di Lampung dengan nama Sail Krakatau. Kegiatan tersebut akan membantu program kelautan Lampung yang kini menjadi konsen Pemprov Lampung, yaitu Optimalisasi kekayaan Laut yang dimiliki seperti optimalisasi pariwisata kelautan Lampung.
August 27, 2015
Pariwisata, Medsos, Kearifan Lokal, dan PAD
Oleh Eko Sugiarto
TULISAN berjudul Mengembangkan PAD Lampung melalui Pariwisata (Fajar Sumatera,5/8/2015) mendorong saya untuk membuat tulisan ini. Tulisan Saudara Muswir tersebut memang agak sulit saya pahami. Meskipun demikian, ada beberapa catatan kecil atas tulisan tersebut dan perlu saya sampaikan di sini. Tentu sebatas yang bisa saya pahami dari tulisan Saudara Muswir tersebut.
Pertama, di awal tulisan tersebut Saudara Muswir mengemukakan bahwa Provinsi Lampung punya potensi untuk meraup PAD melalui pariwisata, namun banyak destinasi wisata yang cukup sulit dikembangkan. Saya bersepakat bahwa masih banyak destinasi wisata di Lampung yang sulit dikembangkan. Akan tetapi, sulit bukan berarti tidak mungkin, bukan? Saya kira Saudara Muswir juga bersepakat dengan hal ini. Satu hal yang saya khawatirkan dari tulisan Saudara Muswir ini adalah pengembangan destinasi wisata yang semata-mata hanya bertumpu pada aspek ekonomi (dalam hal ini meraup PAD).
TULISAN berjudul Mengembangkan PAD Lampung melalui Pariwisata (Fajar Sumatera,5/8/2015) mendorong saya untuk membuat tulisan ini. Tulisan Saudara Muswir tersebut memang agak sulit saya pahami. Meskipun demikian, ada beberapa catatan kecil atas tulisan tersebut dan perlu saya sampaikan di sini. Tentu sebatas yang bisa saya pahami dari tulisan Saudara Muswir tersebut.
Pertama, di awal tulisan tersebut Saudara Muswir mengemukakan bahwa Provinsi Lampung punya potensi untuk meraup PAD melalui pariwisata, namun banyak destinasi wisata yang cukup sulit dikembangkan. Saya bersepakat bahwa masih banyak destinasi wisata di Lampung yang sulit dikembangkan. Akan tetapi, sulit bukan berarti tidak mungkin, bukan? Saya kira Saudara Muswir juga bersepakat dengan hal ini. Satu hal yang saya khawatirkan dari tulisan Saudara Muswir ini adalah pengembangan destinasi wisata yang semata-mata hanya bertumpu pada aspek ekonomi (dalam hal ini meraup PAD).
August 26, 2015
Budaya Lampung segera Dibukukan
Oleh Firman Luqmanulhakim
BANDAR LAMPUNG -- Peneliti dan budayawan Lampung Profesor Margareth Kartomi kini sedang mempersiapkan buku budaya Lampung yang berisi tentang tarian, musik, dan drama Lampung. “Buku ini merupakan hasil observasi yang juga bagian dari penelitian yang saya gagas bersama suami sejak tahun 80-an," jelas Margareth seusai diterima Sekretaris Provinsi (sekprov) Lampung, Arinal Djunaidi di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Lampung, Selasa (25/8/2015).
Dia mengatakan pada tahun 2016 mendatang akan ada enam peneliti budaya yang berasal dari Australia yang akan secara mendalam meneliti kebudayaan di Provinsi Lampung. “Kegiatan penelitian ini merupakan dedikasi untuk tetap terus membantu dalam menjaga nilai-nilai luhur yang terkandung dalam adat istiadat budaya Lampung,” jelas wanita yang akrab disapa Margareth ini.
BANDAR LAMPUNG -- Peneliti dan budayawan Lampung Profesor Margareth Kartomi kini sedang mempersiapkan buku budaya Lampung yang berisi tentang tarian, musik, dan drama Lampung. “Buku ini merupakan hasil observasi yang juga bagian dari penelitian yang saya gagas bersama suami sejak tahun 80-an," jelas Margareth seusai diterima Sekretaris Provinsi (sekprov) Lampung, Arinal Djunaidi di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Lampung, Selasa (25/8/2015).
Dia mengatakan pada tahun 2016 mendatang akan ada enam peneliti budaya yang berasal dari Australia yang akan secara mendalam meneliti kebudayaan di Provinsi Lampung. “Kegiatan penelitian ini merupakan dedikasi untuk tetap terus membantu dalam menjaga nilai-nilai luhur yang terkandung dalam adat istiadat budaya Lampung,” jelas wanita yang akrab disapa Margareth ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)

