September 4, 2013

Lampung Heritage Putar Film "Risalah Van der Tuuk"

TRIBUNLAMPUNG.co.id-Lampung Heritage akan menggelar pemutaran film dokumenter "Risalah Van der Tuuk", orang Belanda yang kali pertama membuat kamus bahasa Lampung. Sayangnya, manuskrip tersebut tak sempat dicetak.

Teguh Prasetyo dari Lampung Heritage mengatakan pemutaran akan dilakukan di Cafe Dawiels, Minggu (8/9/2013), yang akan datang, mulai pukul 19.00 WIB. Pemutaran ini, bertepatan dengan peringatan Hari Aksara yang jatuh pada tanggal 8 September.


"Selain dilakukan pemutaran film, nantinya akan dilakukan diskusi. Sebab, film dokumenter ini merupakan karya anak Lampung. Ini merupakan hasil riset dari penyair Lampung Arman AZ dan film dokumenternya digarap oleh filmaker Lampung Irwan Wahyudi," kata Teguh kepada Tribunlampung.co.id, Rabu (4/9/2013).

Film ini sendiri telah masuk menjadi 12 nominasi pada Denpasar Film Festival 2013, Agustus lalu. Bahkan, Senin (3/9/2013), film ini telah diputar di Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (Indonesian Heritage Trust).

Menurut Arman AZ, film "Risalah Van der Tuuk" dibuat untuk mengingat jasa-jasanya dalam melestarikan bahasa-bahasa di Nusantara. "Sebab, selain bahasa Lampung, Van der Tuuk juga orang pertama yang membuat kamus Batak dan juga orang pertama yang membuat kamus bahasa Bali yang tebalnya sekitar 3.600 halaman," ujar Arman.

Sayangnya, kata Arman, untuk konteks bahasa Lampung, manuskripnya tidak sempat dicetak. Dan saat ini, manuskrip tersebut masih tersimpan di Perpustakaan Universitas Leiden (Belanda).

"Van der Tuuk berada di Lampung selama setahun, yakni sekitar 1868-1869. Tapi dalam tempo satu tahun itu, dia bisa membuat hampir 600 halaman kamus bahasa Lampung," tambah Arman. 

Arman juga mengatakan, pada pemutaran film di Badan Pelestarian Pusaka Indonesia, Senin,   penonton sangat mengapresiasi filmnya. Hadir dalam pemutaran film itu atase kebudayaan luar negeri, mantan pejabat lokal, dosen, pengamat budaya, dan mahasiswa. Selain dirinya, hadir sebagai narasumber adalah Kees Groeneboer, Kepala Erasmus Taalcentrum yang juga pembuat buku biografi Van der Tuuk.

"Kebanyakan dari penonton mengaku tidak pernah tahu tentang Herman Neubronner van der Tuuk. Bahkan beberapa kamus dan lembaga berminat melakukan pemutaran film ini sebagai informasi bagi khalayak lebih luas," pungkasnya.(hru)

Sumber: Tribun Lampung, Rabu, 4 September 2013

No comments:

Post a Comment