September 13, 2017

Ajip Rosidi Terus Hidupkan Hadiah Sastra Rancage

Oleh Anwar Siswadi


TEMPO.CO, Bandung  - Ajip Rosidi berjalan tertatih-tatih bersama sebilah tongkat di tangan kanannya. Ia bolak-balik naik turun panggung kecil yang tingginya sejengkal tangan orang dewasa. Nani Widjaja, istrinya, dan puluhan undangan termasuk Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, mengiringinya dengan tatapan dari belakang.

Selusin peraih penghargaan Hadiah Sastra Rancage 2017. (FOTO: ANWAR SISWADI)
Lelaki berusia 79 tahun itu memberikan penghargaan Hadiah Sastra Rancage di Gedung Perpustakaan Ajip Rosidi, Bandung, Sabtu lalu, 9 September 2017. Ada selusin orang yang mendapat penghargaan termasuk Bupati Serdang-Bedagai, Soekirman Ompu Abimanyu. Bupati keturunan Jawa itu membuat cerita pendek berbahasa Batak.


September 12, 2017

Hadiah Sastra Rancage 2017: Menyelamatkan Bahasa Daerah yang Nyaris Punah

Pemenang Hadiah Sastra Rancage 2017 bersama Wagub Jabar Deddy Mizwar, aktris Nani Wijaya, dan budayawan Ajip Rosidi. (KORAN JAKARTA/Teguh Rahardjo)
YAYASAN Kebudayaan Rancage, sebagai lembaga yang bergerak dalam pemeliharaan, pengembangan, dan pelestarian bahasa dan sastra daerah, khususnya Sunda, Jawa, Bali, dan Lampung, pada tahun ini kembali menganugerahkan Hadiah Sastra Rancage 2017 ke­pada tokoh atau lembaga yang dipandang besar jasanya dalam mengem­bangkan dan memperta­hankan kehidupan bahasa dan sastra dalam bahasa Daerah.

Wagub Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan, upaya penyelamatan bahasa daerah sangat penting dilakukan agar bahasa daerah tidak punah ke­beradaannya.


Wagub Ingatkan Pentingya Selamatkan Bahasa Daerah

INFO JABAR - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan, upaya penyelamatan bahasa daerah sangat penting  agar bahasa daerah  tidak punah ."Penyelamatan bahasa daerah saat ini sudah sangat mendesak,’’ katanya dalam penyerahan Hadiah Sastra Rancage 2017,  di Perpustakaan Ajip Rosidi, Bandung, Sabtu ,9 September 2017.

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar saat Penyerahan Hadiah Sastra Rancage 2017 di Gedung Perpustakaan Ajip Rosidi, Bandung, Sabtu, 9/9/2017. (FOTO: JAFAR SHODIK)
Indonesia, kata Wagub,  memiliki hampir 800 bahasa namun kini 169 di antaranya  terancam punah akibat arus deras globalisasi.  ‘’Yang hampir punah  hanya memiliki penutur antara 500 sampai 1000 orang,’’ ujar Deddy Mizwar.