August 31, 2015

Wahrul Fauzi Raih Kamaroeddin Award 2015

BANDARLAMPUNG, FS -- Direktur LBH Bandar Lampung yang juga legal Fajar Sumatera, Wahrul Fauzi Silalahi mendapat Kamaroeddin Award 2015 dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandarlampung dalam malam puncak HUT ke-21 AJI di Cafe Dawiels, Bandarlampung, Sabtu (29/8).

KAMAROEDDIN AWARD. Legal Fajar Sumatera dan Direktur LBH Bandar Lampung Wahrul Fauzi Silalahi (kanan) menerima Kamaroeddin Award 2015 yang diserahkan Wali Kota Bandarlampung Herman HN pada malam puncak HUT ke-21 AJI di Cafe Dawiels, Bandar Lampung, Sabtu (29/8). .
Dewan Juri yang terdiri dari Oyos Saroso HN (jurnalis The Jakarta Post), Firman Sponada (mantan Ketua AJI Bandarlampung), dan Toni Wijaya (akademisi) menilai Wahrul Fauzi memiliki komitmen menjaga dan mengawal kebebasan pers, demokrasi, dan penegakan hak asasi manusia di Lampung.

"LBH dan AJI Bandarlampung tahun ini telah menggagas LBH Pers untuk membantu jurnalis yang mengalami kekerasan dan dituntut atas karya jurnalistik yang dibuatnya," kata Oyos Saroso yang menjadi juru bicara Dewan juri. 

Dewan juri menetapkan dua nominator peraih Kamaroeddin Award untuk kategori tokoh/individu maupun institusi yang berperan besar dalam mendukung kemerdekaan pers, transparansi, demokratisasi di daerah ini, yaitu Dr Wahyu Sasongko SH MH (akademisi Fakultas Hukum Universitas Lampung) dan Wahrul Fauzi Silalahi.

Ketua AJI Lampung Yoso Mulyawan menjelaskan nama Kamaroeddin merujuk kepada tokoh pers di Lampung. Beberapa nama yang pernah mendapat Penghargaan Kamaroeddin adalah Asrian Hendi Caya (akademisi Unila), Syarief Makhya (akademisi Unila), Agus Sri Danardana (mantan Kepala Kantor Bahasa Provinsi Lampung), Juniardi (Ketua KIP), Ibnu Khalid (Radar Lampung), Mukri Friatna (Mantan Ketua Walhi), dan Udo Z Karzi (Fajar Sumatera).

Selain Kamaroeddin, AJI Bandarlampung juga memberikan Saidatul Fitriah Award 2015 kepada El Shinta dari Harian Lentera Swara Lampung atas karya jurnalistik serinya, “Pondok Pesantren Nurul Ulum”.

Ia terpilih dari empat nomine yaitu “Bina Lingkungan Pemkot Bandar Lampung” karya Rudiansyah (Lampung Post), “Pondok Pesantren Nurul Ulum” karya El Shinta, “Pengusiran Pasien Pasien Winda Sari” oleh tim duajurai.com, dan “Manusia Gerobak” karya Angger Putranto dari Kompas.

Menurut Oyos, ada 25 karya yang masuk dan dipilih satu sebagai pemenangnya. Mantan ketua AJI Bandar Lampung itu mengatakan, pihaknya siap mempertanggungjawabkan alasan dimenangkannya karya. "Tahun ini, peserta lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Adapun teknik memilih berdasarkan grade 50-80 dan diskusi juri," ujarnya. (UZK)

Sumber: Fajar Sumatera, Senin, 31 Agustus 2015



August 30, 2015

FLP Lampung Undang Udo Z Karzi Isi Training Menulis Asyik di Lampung Post

Oleh Adian Saputra


Duajurai.com, Bandar Lampung – Penulis senior yang juga penyair Lampung, Udo Z Karzi, Minggu, 30/8/2015, menjadi pembicara dalam kelas “Menulis  Asyik” yang diadakan di ruang pertemuan harian umum Lampung Post. Acara ini diadakan Forum Lingkar Pena (FLP) Lampung.

Suasana pelatihan “Menulis Asyik” di ruang pertemuan Lampung Post yang diadakan FLP Lampung. ISTIMEWA
Udo memaparkan beberapa kiat menulis sehingga menjadi keasyikan tersendiri. Penyair bernama asli Zulkarnain Zubairi ini adalah penulis buku yang produktif. Selain kumpulan puisi Mak Dawah Mak Debingi, Udo juga menulis beberapa buku lain, di antaranya Menulis Asyik.

August 28, 2015

Menjadi Sarjana atau Cendekia?

Oleh Slamet Sudaryono


DUNIA pendidikan tingkat perguruan tinggi telah memasuki tahun ajaran baru. Prosesi penerimaan calon mahasiswa baru pun telah digelar melalui berbagai jalur yang tersedia, dan hanya menyisakan jalur mandiri. Dari berbagai lulusan sekolah menengah atas (SMA), yang jumlahnya puluhan ribu, berebut posisi di berbagai perguruan tinggi pilihan masing-masing, baik lokal maupun luar daerah.

Di Lampung, Universitas Lampung (unila) menjadi Universitas yang selalu banyak diburu oleh lulusan SMA dan sederajat. Sekitar 46.123 calon mahasiswa mengkuti seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) untuk masuk Unila. Namun, universitas bergengsi di Lampung tersebut hanya akan menerima sekitar 2.328 calon mahasiswa (Lampost, 10/7/2015).

Bahasa Lampung Kian Tergerus

BANDARLAMPUNG, FS -- Tidak dapat dihindari saat ini Kota Bandarlampung menuju kota metropolis. Keragaman warga Kota Tapis Berseri semakin memberi warna budaya. Dalam proses itu, budaya asli Lampung sedikit banyak mengalami pergeseran, termasuk pemahaman masyarakat akan bahasa dan aksara Lampung.

Menurut anggota Komisi II DPRD Kota Bandarlampung, Erdiansyah Putra, untuk tetap mempertahankan budaya asli Lampung diperlukan langkah strategis dan upaya yang nyata sebagai bentuk kepedulian agar adat istiadat warisan nenek moyang tetap lestari.

Gubernur Gagas Sail Krakatau

BANDARLAMPUNG,FS — Pemerintah Provinsi Lampung meminta pemerintah pusat menyelenggarakan kegiatan bahari internasional di Lampung dengan nama Sail Krakatau.  Kegiatan tersebut akan membantu program kelautan Lampung yang kini menjadi konsen Pemprov Lampung, yaitu Optimalisasi kekayaan Laut yang dimiliki seperti optimalisasi pariwisata kelautan Lampung.

LEPAS KONTINGEN. Gubernur Lampung M Ridho Ficardo melepas kontingan Saka Bahari Pramuka Lampung untuk mengikuti Pelayaran Lingkar Nusantara (Pelantara) dalam rangkaian Sail Teluk Tomini di Sulawesi Tengah di Ruang Abung Balai Keratur Kantor Gubernur Lampung, Kamis (27/8). (GEDE SETIYANA)
"Kalau sekarang kita masih jadi tamu. Ke depan, kita akan jadi tuan rumah. Oleh karena itu buat saka bahari di Lampung untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk penyelenggaran Sail Krakatau ke depan," kata Gubernur Lampung Ridho Ficardo saat melepas kontingen Saka Bahari dari gerakan Pramuka Lampung untuk mengikuti Pelayaran Lingkar Nusantara (Pelantara) 2015 dalam kegiatan bahari tingkat Internasioanl Sail Teluk Tomini di Sulawesi Tengah.


August 27, 2015

Pariwisata, Medsos, Kearifan Lokal, dan PAD

Oleh Eko Sugiarto


TULISAN berjudul Mengembangkan PAD Lampung melalui Pariwisata (Fajar Sumatera,5/8/2015) mendorong saya untuk membuat tulisan ini. Tulisan Saudara Muswir tersebut memang agak sulit saya pahami. Meskipun demikian, ada beberapa catatan kecil atas tulisan tersebut dan perlu saya sampaikan di sini. Tentu sebatas yang bisa saya pahami dari tulisan Saudara Muswir tersebut.

Pertama, di awal tulisan tersebut Saudara Muswir mengemukakan bahwa Provinsi Lampung punya potensi untuk meraup PAD melalui pariwisata, namun banyak destinasi wisata yang cukup sulit dikembangkan. Saya bersepakat bahwa masih banyak destinasi wisata di Lampung yang sulit dikembangkan. Akan tetapi, sulit bukan berarti tidak mungkin, bukan? Saya kira Saudara Muswir juga bersepakat dengan hal ini. Satu hal yang saya khawatirkan dari tulisan Saudara Muswir ini adalah pengembangan destinasi wisata yang semata-mata hanya bertumpu pada aspek ekonomi (dalam hal ini meraup PAD).

August 26, 2015

Budaya Lampung segera Dibukukan

Oleh Firman Luqmanulhakim
BANDAR LAMPUNG -- Peneliti dan budayawan Lampung Profesor Margareth Kartomi kini sedang mempersiapkan buku budaya Lampung yang berisi tentang tarian, musik, dan drama Lampung. “Buku ini merupakan hasil observasi yang juga bagian dari penelitian yang saya gagas bersama suami sejak tahun 80-an," jelas Margareth seusai diterima Sekretaris Provinsi (sekprov) Lampung, Arinal Djunaidi di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Lampung, Selasa (25/8/2015).

Dia mengatakan pada tahun 2016 mendatang akan ada enam peneliti budaya yang berasal dari Australia yang akan secara mendalam meneliti kebudayaan di Provinsi Lampung. “Kegiatan penelitian ini merupakan dedikasi untuk tetap terus membantu dalam menjaga nilai-nilai luhur yang terkandung dalam adat istiadat budaya Lampung,” jelas wanita yang akrab disapa Margareth ini.


August 25, 2015

Musik tradisional Lampung jadi mata kuliah ISI Yogyakarta

Oleh Budisantoso Budiman


Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan ISI Surakarta akan memasukan musik tradisional Lampung dalam kurikulum dan menjadi salah satu mata kuliah Musik Daerah Nusantara di kedua perguruan tinggi seni tersebut.


Beberapa remaja memainkan gamolan, alat musik tradisional Lampung (ANTARA Lampung/Gatot Arifianto)
Sedangkan di ISI Denpasar, mata kuliah Musik Tradisional Lampung baru dijadikan mata kuliah ekstrakurikuler, kata I Wayan Sumerta Dana Arta alias Wayan Moccoh, seniman Lampung asal Bali, di Bandarlampung, Senin.


Peneliti Australia Buat Buku Budaya Lampung

Oleh Agus Wira Sukarta


Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Prof Margareth Kartomi peneliti budaya Lampung asal Australia akan membuat buku terkait budaya, tarian, musik, dan drama di daerah itu.


Prof Margareth Kartomi peneliti budaya Lampung asal Australia (FOTO ANTARA Lampung)
"Buku ini merupakan hasil dari observasi yang juga bagian dari penelitian yang digagas bersama suami saya semenjak tahun 80-an," kata dia, di Bandarlampung, Selasa.


August 20, 2015

Duta Wisata Masa Depan

Oleh Eko Sugiarto

KEDUA anak saya begitu antusias ketika saya ajak berkunjung ke sebuah kompleks pemakaman, sekitar dua minggu yang lalu. Kompleks pemakaman yang kami kunjungi adalah Taman Makam Seniman Budayawan Girisapto di Imogiri, Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Dr. Liberty Manik. Komponis,” ucap seorang anak saya ketika membaca tulisan di sebuah nisan. Dia juga menanyakan apa itu komponis.

August 19, 2015

Teater Satu Hadirkan Lampung dalam Festival Darwin

DARWIN, FS--Teater Satu Lampung akan berkolaborasi dengan Brown's Art Theatre menmpilkan sebuah pertunjukan bertajuk The Ages of the Bones dalam Festival Darwin, pada 23 Agustus mendatang. Teater Satu diundang dalam perhelatan yang telah diselenggarakn sejak 1980-an itu, sebagai salah satu grup teater yang saat ini cukup diperhitungkan di Indonesia dan Asia.

TEATER SATU LAMPUNG. Salah satu pentas Teater Satu Lampung.
Dalam festival yang digelar di wilayah paling utara benua Australia itu, Teater Satu akan menyajikan beberapa bentuk seni tradisi Lampung juga sumatera dan jawa. "Untuk kebutuhan eksplorasi ini, kami akan menyajikan nyubuk, tuping sekura, warahan, silat serta beberapa bentuk musik dan tari dari sumatera dan jawa," ujar Direktur Artistik Teater Satu Lampung Iswadi Pratama.


DKL Diminta Gali Potensi Kebudayaan Lampung

Oleh Agus Setyawan


Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Berbagai potensi kebudayaan yang hingga kini belum dikenal oleh masyarakat harus digali. khususnya yang mempunyai nilai jual, demikian permintaan Gubernur Lampung M Ridho Ficardo.

TARI NGEJAGA TUPING. Siswa SMAN Kotagajah menyajikan Tari Ngejaga Tuping dalam pengukuhan DEwan Kesenian Lampung (DKL) di Balai Keratun Kantor Gubernur, Rabu (19/8). FAJAR SUMATERA/TOMMY SAPUTRA
"Banyak kebudayan kita yang berasal dari leluhur Lampung, tetapi belum dikenal khalayak atau masyarkat luas," kata Ridho saat pengukuhan pengurus DKL di Bandarlampung, Rabu.


Pengurus DKL Dikukuhkan

Oleh Agus Wira Sukarta


Bandarlampung,  (Antara) - Gubernur Lampung M Ridho Ficardo mengukuhkan pengurus Dewan Kesenian Lampung periode 2015--2019 di Balai Keratun Komplek Perkantoran Gubernur Lampung, Rabu.

PEMASANGAN PIN. Gubernur Lampung M Ridho Ficardo memasangkan pin kepada Ketua Umum Dewan Kesenian Lampung (DKL) Aprilani Yustin Ficardo dalam pengukuhan pengurus DKL 2015-2019 di Balai Keratun, Kantor Gubernur, Bandarlampung, Rabu (19/8).
Pelantikan berdasarkan Keputusan Gubernur Lampung Nomor G/393/III.01/HK/2015 tanggal 18 Agustus 2015.


August 10, 2015

Melampungkan Bahasa Lampung

Oleh Erzal Syahreza Aswir


SETIAP daerah memiliki ciri khas tersendiri yang tak bisa disamakan dengan daerah yang lain. Ciri-ciri tersebut pun beraneka ragam mulai dari warna kulit, jenis rambut, pakaian adat, tradisi warisan leluhur, juga bahasa daerah. Ciri yang berbeda menjadikan hal tersebut sebagai sebuah identitas yang patut dijunjung tinggi.

Di bumi Nusantara ini terdapat berbagai macam identitas daerah yang beranekaragam lantaran negeri ini merupakan sebuah kepulauan, dengan tingkat multikulturalitas yang tinggi. Sebuah kekayaan yang patut dijadikan kebanggan setiap putera-puteri bangsa ini, yang juga berpotensi menjadi sumber kekayaan nasional selain sebagai sebuah identitas nasional.

Quo Vadis Pariwisata Daerah?

Oleh Eko Sugiarto


TULISAN ini terinspirasi dari keluhan kawan-kawan di bebeberapa daerah, khususnya yang berasal dari luar Pulau Jawa. Dalam beberapa kali perbincangan, muncul beberapa hal terkait dengan pariwisata di daerah mereka. Dua di antaranya adalah masalah kelembagaan dan masalah sumber daya manusia di bidang pariwisata.

Dalam hal kelembagaan, dengan berbagai pertimbangan (antara lain untuk alasan efektivitas), penggabungan beberapa dinas dalam satu lembaga adalah hal yang wajar dilakukan oleh daerah. Misal, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan digabung menjadi satu adalah sesuatu yang memang sudah umum dan masuk akal. Namun, ada daerah yang menggabungkan Dinas Pariwisata dengan dinas lain yang terkesan dipaksakan.

August 5, 2015

Mengembangkan PAD Lampung melalui Pariwisata

Oleh Muswir
PROVINSI Lampung, sesungguhnya sangat berpotensi untuk meraup PAD melalui pariwisata. Namun, sayangnya masih banyak destinasi wisata yang cukup sulit dikembangkan.

Oleh karena itulah, kita memerlukan strategi yang interaktif untuk lebih menggiatkan kekuatan dunia wisata, misalnya saja destinasi yang jauh, kita harus memakai strategi diplomasi interaktif, baik melalui promosi, seperti brosur brosur yang mengembangkan wisata secara baik.