April 28, 2013

[Buku] Pergulatan Udo Z Karzi untuk Kelampungan

Data buku
Feodalisme Modern, Wacana Kritis
tentang Lampung dan Kelampungan
Udo Z Karzi
Indepth Publishing, Bandar Lampung
I, April 2013
xii + 144 halaman
HARUS diakui bahwa pembicaraan tentang Lampung sebagai etnis (ethnic) yang inhern di dalamnya masyarakat (society), bahasa (language), sastra (literature),  kesenian (art),  adat-istiadat (customs) , kebiasaan (habit), dan segala sesuatu yang berkaitan dengan kebudayaan (culture) Lampung yang mahakompleks; boleh dikatakan sangat minim. Dalam skala nasional, kebudayaan Lampung boleh dibilang selalu luput dari perhatian.


Pertanyaan yang cukup keras adalah benarkah apa yang disebut dengan kebudayaan Lampung itu ada. Bukankah yang muncul di permukaan selama lebih seremoni-seremoni yang cenderung simbolik dan jauh dari esensi dari keberadaan adat (baca: kebudayaan) Lampung itu sendiri? Yang lebih kelihatan dari  ulun Lampung adalah klaim-klaim pihak-pihak tertentu atau sebaliknya, acap kali ada tendensi untuk meniadakan kebudayaan Lampung. Dan, yang paling sering adalah pemaknaan sporadis dan “menyesatkan” dari adat Lampung itu sendiri.


Makam H.N. van der Tuuk

Esai foto Arman AZ


NAMA Herman Neubronner van der Tuuk (1824-1894) mungkin tidak familiar di telinga awam, padahal dia berjasa besar bagi upaya pelestarian bahasa-bahasa daerah di Nusantara. Dia yang pertama kali membuat kamus bahasa Batak-Belanda, pertama kali membuat kamus bahasa Bali-Kawi-Belanda, dan kamus Melayu-Belanda. 


Epitaf H.N. van der Tuuk, foto November 2012

April 24, 2013

Menyegarkan (Kembali) Rumusan Kelampungan

Oleh Darojat Gustian Syafaat


BUKU Feodalisme Modern Wacana Kritis tentang Lampung dan Kelampungan yang ditulis Udo Z. Karzi (diterbitkan Indepth Publishing, April 2013) menjadi suatu sumbangan pemikiran yang patut dikaji secara mendalam lagi, terutama oleh masyarakat Lampung sendiri.

Buku ini tampaknya memang interpretasi yang muram tentang Lampung dan kelampungan. Di dalamnya Udo Z. Karzi menggambarkan secara dramatis ulun Lampung yang bersikukuh untuk disebut sebagai “kesatuan (masyarakat) yang sekiranya (akan) sadar-diri mengenai keberasal-usalannya”. Namun, terus menerus mengalami kekisruhan akibat munculnya guncangan-guncangan yang mengakibatkan mandeknya penyegaran pemikiran yang murni  demi kemajuan ulun Lampung itu sendiri.


April 23, 2013

Pergelaran Raden Jambat Dibuka

BLAMBANGAN UMPU (Lampost) Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. membuka pergelaran Festival Raden Jambat VIII dalam rangka HUT ke-14 Kabupaten Way Kanan, Senin (22-4).

Sebelum pembukaan pergelaran, Gubernur Lampung meninjau jalannya ujian nasional di SMP Negeri 1 Blambangan Umpu. Setelah itu barulah menghadiri acara pembukaan acara Festival Raden Jambat di Islamic Center Blambangan Umpu.


April 22, 2013

Perupa Ari Susiwa Ikut Pameran Seni Rupa Nusantara

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Lukisan bertajuk Mesuji "Amuk" Sidomulyo karya perupa Lampung Ari Susiwa Manangisi lolos dalam seleksi Panitia Pameran Seni Rupa Nusantara 2013 yang digelar Galeri Nasional Indonesia tahun ini.

Ari Susiwa Manangisi menjadi satu-satunya perupa Lampung yang bakal memajang lukisannya dalam pameran yang akan dibuka Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Wiendu Nuryanti.


Festival Radin Jambat Meriahkan HUT Way Kanan

BLAMBANGAN UMPU (Lampost) Pergelaran Festival Radin Jambat akan memeriahkan peringatan hari ulang tahun (HUT) Kabupaten Way Kanan. Festival itu mengambil tema Keanekaragaman budaya daerah wujud dari Bhinneka Tunggal Ika, sebagaimana bumi dipijak di situ langit akan dijunjung.

Pelaksanaannya akan dimulai 22?30 April, bertempat di Islamic Centre Blambangan Umpu dengan penanggung jawab acara dari Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya, dan Pariwisata (Disporabudpar).


April 21, 2013

[Fokus] Berharap pada Kurir Buah

JALAN aspal di daerah Batuputu, Bandar Lampung, lengang, Rabu pekan lalu. Pada hari kerja, jalur di daerah perbukitan ini memang tidak seramai di pusat kota. Saat orang pulang kerja sore hari, lima pengendara sepeda motor justru baru memulai harinya. Mereka adalah pengantar dan pemburu buah lokal.

Pada bagian belakang sepeda motor, ada dua keranjang yang berisi penuh buah, pepaya dan pisang. Semua buah yang dibawa masih mentah. Sepeda motor yang dikendarai terlihat kotor, menjadi bukti kerja keras mereka mengantar dan berbubur buah.


[Fokus] Meraba Denyut Buah Lokal

ERA global, buahan-buahan lokal sempat terpental. Namun, tengoklah pedagang buah pikulan di beberapa sudut Kota Bandar Lampung. Ia seolah menjadi benteng terakhir reputasi buah lokal.

Jalanan Wolter Monginsidi, Telukbetung, mendadak macet, Rabu (17-4) sore. Arus lalu lintas padat merayap karena beberapa kendaraan roda empat berhenti di pinggir jalan. Bunyi klakson bersautan seakan memaksa kendaran bergerak.


April 18, 2013

Natural Segera Terbitkan "Kekuatan Media Sosial"

Bandarlampung - Unit Kegiatan Mahasiswa Natural FMIPA Universitas Lampung segera menerbitkan buku kumpulan esai yang berjudul "Kekuatan Media Sosial" pada akhir bulan April ini.

Pimpinan Umum UKM Natural, Hermansyah Romadhona mengatakan di Bandarlampung, Kamis, bahwa UKM Natural sebelumnya telah menggelar lomba esai online tingkat nasional pada bulan Desember 2012 lalu, dan para peserta sangat antusias mengikuti lomba esai tersebut terbukti dengan keikutsertaan 152 naskah yang diterima lolos seleksi panitia.


April 14, 2013

Feodalisme Modern, Wacana Kritis tentang Lampung dan Kelampungan

Udo Z. Karzi. Feodalisme Modern, Wacana Kritis tentang Lampung
dan Kelampungan
. Indepth Publishing, Bandar Lampung, April 2013.
ISBN: 9786021731475. xii + 144 hlm..
BUKU Feodalisme Modern: Wacana Kritis tentang Lampung dan Kelampungan ini lebih mirip catatan kaki dari karya Udo Z. Karzi terdahulu, Mak Dawah Mak Dibingi (kumpulan sajak, 2007) dan Mamak Kenut: Orang Lampung Punya Celoteh (2012).

Melalui buku ini Udo melancarkan kritik, tetapi sekaligus otokritik terhadap dirinya sendiri yang ulun Lampung. Sekalipun buku ini menghimpun 20 esai yang ditulis untuk media massa dalam rentang 2002-2011; benang merah dapat diambil dari esai-esai itu adalah betapa memprihatinkan bahasa-sastra-budaya Lampung saat ini.



[Buku] Pemilukada dalam Pusaran Konflik

Data buku
Pemilukada: Demokrasi dan Otonomi Daerah
Wendy Melfa
BE Press, Lampung, 2013
xvi + 253 hlm.
PEMILUKADA pada praktiknya memiliki dua dasar undang-undang (UU) yang berbeda, yaitu UU Pemerintahan Daerah dan UU Penyelenggaraan Pemilu. Penerapan kedua UU ini kerap menimbulkan konflik, seperti pada 2011 lalu untuk kasus konflik pemilukada di Provinsi Lampung yaitu di Kabupaten Mesuji.

Konflik tersebut disebabkan ketidaksinkronan kedua UU tersebut. UU Pemerintahan Daerah menyatakan penetapan pencalonan menjadi kewenangan partai politik. Sementara UU Penyelenggaraan Pemilu mengatakan penetapan pencalonan merupakan kewenangan penyelenggara pemilu.


April 13, 2013

'Feodalisme Modern Sebuah Wacana Kritis' Segera Diluncurkan

Oleh Wakos Gautama


Udo Z. Karzi. 2013. Feodalisme Modern, Wacana
Kritis tentang Lampung dan Kelampungan.
Bandar Lampung: Indepth Publishing.
TRIBUNLAMPUNG.co.id - Penyair cum Jurnalis Udo Z Karzi akan segera meluncurkan buku terbarunya Feodalisme Modern, Sebuah Wacana Kritis Tentang Lampung dan Kelampungan.

Managing Director Indepth Publishing Tri Purna Jaya mengatakan, setelah sukses dengan buku sebelumnya Mamak Kenut, Orang Lampung Punya Celoteh, Udo kembali mempercayakan karyanya untuk diterbitkan Indepth Publishing.


April 12, 2013

‘Api Muneh’: [Salah Satu] Akar Bahasa Melayu Sumatera*

Oleh Muhammad Harya Ramdhoni**


Feodalisme Modern, Wacana Kritis
tentang Lampung dan Kelampungan
.
Udo Z. Karzi
Indepth Publishing
I, April 2013
xii + 144 hlm
TABIK dan terima kasih kepada Udo Z Karzi yang telah memberi kehormatan luar biasa dan kesempatan kepada seorang junior seperti saya untuk menulis kata pengantar buku berbobot ini. Udo mulai dikenal sebagai pengarang muda berbakat di Lampung di era 1990-an kala saya masih ingusan dan berstatus siswa di SDN 2 Teladan, Rawa Laut. Rentang waktu karier kepengarangan Udo Z. Karzi dengan percobaan saya mengarang secara nekat dan tak tahu malu terbentang hampir 14 tahun lamanya. Itulah mengapa saya amat teruja dengan kehormatan yang Udo berikan kepada saya dalam menulis kata pengantar buku ini.

Membaca karya-karya Udo Z. Karzi, baik berupa puisi, esei maupun artikel adalah sama dengan menyelami hakikat masyarakat dan adab Lampung beserta beragam problematikanya yang khas dan unik. Sejak lebih dari dua puluh tahun silam Udo telah memulai usaha dan kerja kerasnya sebagai sebuah cita-cita luhur mengangkat harkat dan maruah bahasa dan tamadun Lampung. Mengapa bahasa dan tamadun? Sebab keduanya saling berhubung-kait. Kita dapat memulai mengkaji tamadun bangsa yang bernama Lampung dimulai dari bahasa dan aksaranya. Bahasa Lampung selain dipergunakan oleh sedikit orang di tempat-tempat tertentu juga memiliki kekhasan, keseksian, ketulenan, dan keistimewaan tersendiri. Ia merupakan warisan dari suatu zaman yang begitu purba, begitu kuno dan hampir tidak tergapai oleh imajinasi kita yang hidup di masa kini.

April 11, 2013

Indepth Konsisten Terbitkan Buku Penulis Lampung

Oleh Gatot Arifianto

BANDARLAMPUNG -- Unit usaha Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandarlampung, Indepth Publishing berupaya konsisten dengan terus menjaga buku-buku karya penulis lokal bisa mereka terbitkan setiap bulan.
 
"Dalam kurun waktu setahun, jika ditotal,  kami sudah menerbitkan 30 judul buku. Kami terus berusaha agar setiap bulannya ada buku-buku baru yang terbit untuk menggairahkan dunia literasi di Lampung," kata Managing Director Indepth Publishing, Tri Purna Jaya, di Bandarlampung, Kamis.


April 10, 2013

Indepth Terbitkan 3 Buku Baru

BANDAR LAMPUNG (Lampost.Co): Indepth Publishing akan menerbitkan tiga buku baru dalam bulan April ini. Ketiga buku itu ialah Pembangunan dan Kearifan Lokal karya Agus Mardihartono, Goro-Goro: Kucing Gering, Bagong Leong, Cerita Kebijaksanaan Hidup karya Romo Dwijandowo Pr, dan "Feodalisme Modern, Sebuah Wacana Kritis tentang Lampung dan Kelampungan karya Udo Z Karzi.

Direktur Indepth Publishing Tri Purna Jaya menjelaskan buku karya Agus Mardihartono adalah disertasi mantan Wakil Bupati Tulangbawang itu di Universitas Gajah Mada. Sedangkan buku karya Romo adalah kumpulan tulisan yang pernah dimuat majalah Nuntius.

Tak Ada Manusia Kerdil di Hutan Way Kambas

Oleh Eni Muslihah
HEBOH adanya "manusia kerdil" atau "makhluk liliput" yang diberitakan menjadi misteri di hutan Sumatera, khususnya kawasan hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Kabupaten Lampung Timur, ternyata tidak benar.

Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas membantah pemberitaan sejumlah media massa tentang adanya temuan manusia kerdil atau makhluk liliput di dalam kawasan hutan di Kabupaten Lampung Timur tersebut.


April 7, 2013

[Fokus] Kita Butuh Ruang Informal

RUANG terbuka (public space) dibutuhkan warga kota bukan saja untuk melakukan aktivitas fisik, seperti olahraga. Tapi ruang yang dapat dipakai untuk berinteraksi dengan sesama teman atau kerabat. “Bila di kantor, ruang yang dipakai sangat formal, sehingga butuh ruang informal yang lebih bebas untuk sekedar ngobrol dan kumpul bersama,” kata Hartoyo, sosiolog Universitas Lampung.

Dia menilai, ruang terbuka yang dipakai untuk ruang publik bisa dibuat lebih hijau dengan tambahan satwa. Tempat seperti itu akan menjadi hiburan tersendiri yang mudah diakses. Misalnya di dalam bangunan atau gedung, dibuat ada ruang hijau, yang bisa dijadikan tempat istirahat.
“Dalam pembangunan gedung, harus memperhatikan aspek sosial dengan membuat ruang informal. Ini bisa menjadi hiburan dan tempat istirahat sejenak,” katanya.


[Fokus] Sulitnya Mencari Tempat Kreativitas

BEBERAPA remaja yang kerap latihan break dance merasa kesulitan mencari tempat latihan yang layak. Taman-taman yang ada di Bandar Lampung tidak memadai untuk dijadikan tempat latihan mengasah kreativitas gerakan.

Meskipun tidak memadai, komunitas break dance tetap memaksakan diri berlatih di Taman Dipangga. Ade, salah seorang penari break dance, pernah dedera pada bagian tangan saat latihan di Taman Dipangga. Lantai yang tidak rata karena rusak, membuat mereka rentan cedera.


[Fokus] Bukan Sekadar Ruang Terbuka

TAMAN tidak hanya sekadar menjadi tempat rekreasi. Ruang publik ini akan menjadi wadah segala macam aktifitas sosial. Public space akan menjadi perekat sosial yang bisa meredam potensi konflik.

Rafael, balita subur itu berlarian menghindari kejaran Eva, ibunya yang memegang mangkok. Derai tawa seolah tak henti dalam canda tarik ulur dalam rangka makan sore sang bocah di Lapangan Kalpataru, Rabu ((3-4) sore lalu.

[Fokus] Bandar Lampung Darurat Taman Kota

Warga Bandar Lampung butuh ruang publik. Namun, pemerintah tak peduli. Maka, taman-taman darurat bermunculan.

Lapangan Kalpataru, Kemiling, Bandar Lampung, mulai ramai ketika menjelang sore hingga malam hari. Berbagai aktifitas menyatu dalam lapangan bola yang sudah disulap menjadi taman yang dilengkapi dengan fasilitas tempat duduk dan jogging trcak ini. Ada yang hanya duduk-duduk santai sambil mengobrol, banyak juga yang jogging sambil mendengarkan lagu melalui head set handphone.