April 22, 2013

Perupa Ari Susiwa Ikut Pameran Seni Rupa Nusantara

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Lukisan bertajuk Mesuji "Amuk" Sidomulyo karya perupa Lampung Ari Susiwa Manangisi lolos dalam seleksi Panitia Pameran Seni Rupa Nusantara 2013 yang digelar Galeri Nasional Indonesia tahun ini.

Ari Susiwa Manangisi menjadi satu-satunya perupa Lampung yang bakal memajang lukisannya dalam pameran yang akan dibuka Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Wiendu Nuryanti.


Pameran dua tahunan ini akan ditaja di Galeri Nasional, Jln. Medan Merdeka Timur 14, Jakarta, dari 7 – 24 Mei 2013 terbuka bagi umum dan gratis. Pameran yang dikurasi duet kurator Kuss Indarto dan Asikin berhasil meloloskan 94 karya perupa/kelompok dari 402 nama/kelompok yang mengajukan proporsal.

Perupa Lampung yang pernah mendapat penghargaan The Gate : Pre Discourse dari Hue Bei Art College, Wu Han, China, tahun 2007 ini mengusung peristiwa kerususahan di Mesuji dan Sidomulyo di atas kanvasnya dalam bahasa rupa. Menurut Ari lukisan bertajuk : Mesuji “Amuk” Sidomulyo berukuran 320 X 210 cm, terbagi dalam 12 panel lukisan ini menggambarkan tarik menarik kepentingan.

Perupa kelahiran Lubuk Linggau 10 Oktober 1952 ini memaparkan konsepnya, diujung karut- marut pendataan lahan penduduk yang tumpang tindih, maka meletuslah segala kemelut dendam. Membakar, merusak, melampiaskan semua kekotoran jiwa bertajuk : hukum rimba. “Keluarga saya pun jadi salah satu korban di Mesuji. Tanah seluas 15 hektar yang dibeli patungan hilang karena bukti dan kekuatan hukumnya dikalahkan,” ujar Ari salah satu yang jadi alasan mengapa dia melahirkan karya Mesuji “Amuk” Sidomulyo.

Peristiwa Mesuji dan Sidomulyo, lanjut Ari, merupakan bencana kemanusiaan berskala provinsi, tapi mungkin saja akan mengguncang Nusantara bila tidak cepat dituntaskan secara nyata, secara sungguh-sungguh, bukan penyelesaian sesaat demi menyenangkan penguasa atau sandiwara yang memunculkan kambing hitam. “Amuk Mesuji, Amuk Sidomulyo mengancam Bhineka Tunggal Ika?. Tapi apa mungkin disaat masing-masing pihak adalah batu-batu yang saling bertumbukkan dapat menuntaskan semua itu?, “ papar perupa yang pernah menaja karyanya di Beijing ini.

Sementara itu, Kepala Galeri Nasional Tubagus “Andre” Sukmana mengatakan 94 nama perupa/kelompok perupa tersebut akan disandingkan dengan nama-nama perupa/kelompok perupa yang masuk sebagai peserta pameran lewat jalur undangan khusus. “Perupa/kelompok yang mendapat undangan khusus dalam pameran ini berjumlah sekitar 20 nama yang berasal dari beberapa provinsi,” ujar Andre panggilan karib Kepala Galeri Nasional di Jakarta.

Andre menambahkan proposal karya yang lolos seleksi relatif beragam meski karya lukisan (2 dimensi) tetap mendominasi karya yang dikirimkan oleh para seniman. Namun di antara banyaknya lukisan, karya-karya yang kelak akan bersaing di ruang pajang Gedung A, Gedung B, dan Gedung C, Galeri Nasional Indonesia antara lain fotografi, keramik, instalasi, video art, patung, dan lainnya.

“Dari segi ukuran pun relatif cukup memberi kejutan. Sayangnya, kali ini tak ada seniman yang berpikir untuk menampilkan karya outdoor tiga dimensi dengan ukuran yang “provokatif” bagi mata penonton. Semua karya hanya akan terpajang di dalam gedung,” papar Andre. (UZK/S-1)

Sumber: Lampung Post, Senin, 22 April 2013

No comments:

Post a Comment