October 26, 2007

Sajak: Liwa

-- Fina Sato*


Gunung Pesagi (Foto: Smolo)


kupagut dingin bukitbukit
dara yang merona
sejuk wajahmu bagai periperi hutan
tangis hujan merincik
di kotamu
membalut tubuhku dalam pesta sekura
kita menari, perempuanku!
meremang sepanjang tanjungkemala
kau perempuan hijau di punuk pesagi
tidakkah pertemuan kita
adalah sunyi?

ke barat,
kulumat perjalanan menuju krui
pelabuhan yang menjejak pulang dan pergi
kabut kembali meremang waktu
sepanjang bandar merindu
dan ikanikan tak henti bertanya
ke mana arah bidok cinta bermuara

di sini
orangorang pun akan bertanya padamu
danau ranau tempatmu merantau?
menyelami tiyuh kenangan
berkaca pada batubatu legam
pada sawahsawah basah
dan dendang burung di reranting pinang
lalu membasuh hitam rambutmu
di percikan kubuperahu?

kita luluh di kota tua ini
arus angin menggerus waktu
akhir usia di pucuk gunung
diantara uapacaraupacara adat
kita menari, perempuanku!
karena ikanikan terus bersenandung
sepanjang way
di jalanjalan
tepian hutan

bumi singgah, 2006

Keterangan:
bidok: bendungan-bendungan tempat ikan (Lampung)
tiyuh: kampung (Lampung)
way: sungai (Lampung)

________________________________________

* Fina Sato, lahir di Subang 16 Februari 1984. Menulis cerpen, naskah drama, esai, sajak, dan membuat “drawing”. Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia UPI Bandung. Aktif di Arena Studi Apresiasi Sastra (ASAS) UPI Bandung, MnemoniC-gank mnuliz-, Komunitas Selasar, Komunitas Babad Bumi, Komunitas Ruang Aksara, dan Komunitas Anak Malam Independen.

Sumber: Homepages Fina Sato, 4 Oktober 2006

No comments:

Post a Comment