February 17, 2007

Pasar Seni segera Dikosongkan

Pasar Seni Enggal, Bandar Lampung


BANDAR LAMPUNG (Lampost): Dengan alasan untuk menata kembali Pasar Seni Enggal, Pemkot Bandar Lampung melalui Dinas Pariwisata mulai Senin (19-2) mengosongkan kawasan itu dan "mengusir" penghuninya.

Kepala Dinas Pariwisata Lampung Saad Asnawi, mengatakan penghuni Pasar Seni sebagian besar bukan pekerja seni. "Kami hanya akan memaksimalkan Pasar Seni agar benar-benar menjadi kawasan seni yang banyak dikunjungi orang," kata dia, Jumat (16-2).

Sebagai pengelola, ujar Saad, dia mengetahui betul siapa yang mendiami kawasan itu. Apalagi, sebagai pengurus Dewan Kesenian Bandar Lampung (DKBL), ia mempunyai data pekerja seni dan karya yang dihasilkannya. Terkait uang sewa Rp100 ribu per bulan, Saad menjelaskan sesuai aturan, uang sewa yang diberlakukan sebesar Rp225 ribu. Namun, karena pengunjung sepi, uang sewa hanya ditarik Rp100 ribu.

Sementara itu, Ikatan Keluarga Seniman Pasar Seni (IKSPS) meminta Wali Kota Eddy Sutrisno membatalkan niat pengosongan tersebut. Ivan Sumantri Bonang, seorang penghuni, mengatakan berdasarkan kesepakatan antarpenghuni, mereka menyanggupi keinginan wali kota yang mengharuskan mereka membayar sewa Rp100 ribu per bulan.

Pengamat seni yang juga anggota DPRD Tanggamus, Hermansyah G.A., menyayangkan tindakan Pemkot itu. "Apalagi kalau sampai menggunakan satpol PP ataupun aparat keamanan. Para seniman ini bukanlah pedagang kaki lima, tapi mereka punya misi yang jelas." n KIM/TYO/K-2

Sumber: Lampung Post, Sabtu, 17 Februari 2007

No comments:

Post a Comment