July 1, 2012

[Buku] Mamak Kenut, Orang Lampung Punya Celoteh


Judul: Mamak Kenut, Orang Lampung Punya Celoteh
Penulis: Udo Z. Karzi
Penerbit: Indepth Publishing, Bandar Lampung
Cetakan: I, Juni 2012
Tebal: xxii + 226 hlm
ISBN: 978-602-18479-0-9

Mamak Kenut tengah merenung-renung tentang politik akomodasi. Apa ya kira-kira yang hendak dilakukan dalam waktu dekat?

Tiba-tiba, Mat Puhit datang mengeluh, "Payah. Aku kan diminta partisipasi. Aku pikir mau dikasih uang sakunya. Eh, panitia malah minta bantuan akomodasi. Gimana?"

O.... jadi akomodasi itu duit ya? Kalau kita, semisal rakyat miskin kelaparan itu berarti tidak akomodatif. Kalau kita, seumpama anak indekos belum menerima kiriman, itu berarti tidak akomodatif. Kalau kita, semacam peminta-minta tidak mendapat bagian, itu berarti tidak akomodatif. Kalau kita, ibarat perampok belum berhasil menguras kekayaan orang, itu berarti tidak akomodatif.

"Akomodatif sedikitlah," kata Udien yang tiba-tiba nongol minta ditraktir ngopi.

Setelah kopi diminum, "Nah, itu baru akomodatif."


Mamak Kenut, adalah sebuah cara pandang khas orang-orang yang berada di bawah pusaran persoalan sosial politik dan (juga) kemanusiaan yang berlangsung di daerah ini. Ia (Mamak Kenut) berbicara dengan cara yang lugas, langsung, dan sering naïf terhadap apa saja yang dirasa telah atau “akan’ merusak nilai-nilai . Ini adalah semacam refleksi khas masyarakat bawah, sebuah humor yang pahit, sebuah cara bertahan yang harus dipertahankan.
…………………………………………………………………………………………………………………
(Iswadi Pratama, seniman)


Mamak Kenut adalah jelmaan King of Rumpi yang gampang tergoda nafsu untuk mencereweti urusan politik, olahraga, dangdut, hingga korupsi lewat gaya slebor kampung Negarabatin.  Sesungguhnya Mamak Kenut “dipintarkan” oleh kenyataan yang bodoh dan “dicerdaskan” oleh kondisi yang bebal.  Mamak Kenut adalah miniatur manusia bangsa ini yang dihujani kenyataan abnormal, sehingga nalar kian berdaya, tetapi tak becus membereskan apa pun selain menggerutu.
…………………………………………………………………………………………………………………
(Binhad Nurrohmat, penyair)


Saya kagum pada kemampuan Udo Z. Karzi menulis. Dalam kurun waktu tiga tahun (2002-2004), setidaknya ia telah menulis 101 tulisan untuk kolom Nuansa Lampung Post. Rinciannya, 34 judul tahun 2002, 33 judul tahun 2003, dan 34 judul tahun 2004. Tulisannya, komprehensif dan teliti. Maka, saya dengan ini memberinya predikat "kritikus yang cermat".
…………………………………………………………………………………………………………………
(K.H. M. Arief Mahya, intelektual muslim)


Buku yang ada di tangan Anda sekarang adalah pencerminan realitas kehidupan demokrasi di negeri ini. Untuk mempersubur kualitas kehidupan demokrasi, karya semacam ini layak untuk dibaca semua oleh kalangan sebagai bagian dari pertanggungjawaban masyarakat atas problem yang dihadapi bangsa ini.
…………………………………………………………………………………………………………………
(Syarief Makhya, staf pengajar Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Lampung)


Apa yang ditawarkan Mamak Kenut adalah humor kiranya. Namun, di balik lelucon ini ada masalah (baca: kebodohan) yang serius, yang bisa pembaca tertawa miris. Buku ini pantas dibaca orang-orang yang berselera tinggi.
…………………………………………………………………………………………………………………
(Imelda, Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan LIPI)

No comments:

Post a Comment