July 16, 2012

Pengenalan Budaya Tingkatkan Daya Saing Lampung

WAY KANAN - Dosen FKIP Program Studi Musik dan Tari Universitas Lampung (Unila), Hasyimkan, menyebutkan pengenalan budaya Lampung melalui kerja sama pendidikan dengan perguruan tinggi luar negeri akan mampu meningkatkan daya saing daerah itu.
  
"Dengan adanya penandatanganan nota kesepahaman antara Unila dan Monash University Australia beberapa waktu lalu, ada harapan Lampung semakin bisa bersaing baik di tingkat nasional atau internasional," ujar dosen Unila itu, di Waykanan, Senin.
  
Ia mengatakan, sejalan peningkatan kompetensi perguruan tinggi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Unila telah mencanangkan mencapai peringkat 10 di Indonesia tahun 2025.
  
"Syarat untuk meraih peringkat yang dimaksud tersebut antara lain berapa banyak pengajar bergelar profesor, berapa banyak kerja sama dengan negara lain dan berapa banyak mahasiswa asing yang mau belajar di perguruan tinggi tersebut," katanya.
  
Ia mengatakan lebih lanjut, nota kesepahaman Unila dan Monash University itu meliputi berbagai hal, seperti kemudahan dosen kuliah di perguruan tinggi negeri kanguru tersebut, lalu pertukaran kebudayaan, penerbitan jurnal ilmiah hasil penelitian dan lain-lain.

Di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, ujar Hasyimkan pula, program studi yang termasuk ke dalam kelompok ilmu-ilmu budaya banyak mahasiswa asingnya untuk mempelajari kebudayaan setempat, misalnya seni dan bahasa Jawa.
  
"Lampung juga memiliki khazanah budaya dan peradaban beragam yang bisa dipelajari mahasiwa asing, seperti alat musik gamolan, kerajaan Tulangbawang, Skala Brak dan Kenali," katanya pula.
  
Suatu daerah, menurutnya, bisa diungkap dengan pendekatan antropologi, seni dan budaya selain dengan pendekatan arkelogi. "Dan jurnal ilmiah membutuhkan hal tersebut," katanya.

Terkait pola pembelajaran mahasiswa asing yang akan dilakukan Unila terkait kerjasama yang telah dilakukan dengan Monash University Australia itu, ia mengatakan perguruan tinggi hanya fasilitator dan administratif saja.

Mahasiswa asing, menurut Hasyimkan, nantinya akan diperkenalkan dengan program studi yang berhubungan dengan jurusan yang mereka ambil lalu diarahkan ke daerah-daerah yang berhubungan dengan jurusan mereka.
  
"Misalnya mengenai antropologi dan sejarah gamolan, mahasiswa asing tersebut diarahkan untuk dapat mengunjungi Lampung Barat dan Waykanan juga daerah lain sebagai tempat keberadaan gamolan Lampung," katanya.
  
Karena itu, semakin banyak kerjasama dengan negara lain dan semakin banyak mahasiswa asing yang mempelajari kebudayaan Lampung akan semakin bagus, kata Hasyimkan.

Sumber: Antara, Senin, 16 Juli 2012

No comments:

Post a Comment