July 25, 2007

Budaya Lampung: Film, Media Alternatif Pengembangan

Bandar Lampung, Kompas - Beragam potensi budaya Lampung, seperti tradisi, adat istiadat, bahasa, dan aksara, harus bisa dipertahankan dan dikembangkan di tengah gempuran budaya massal. Media film bisa menjadi salah satu alternatif untuk mengembangkan budaya Lampung.

Demikian hasil diskusi film potensi-potensi budaya Lampung dan penayangan film pendek Lampung yang digelar S-Sai Manajemen di Taman Budaya Lampung, Bandar Lampung, Senin (23/7) malam. Acara diskusi dihadiri oleh praktisi film, pemerhati film dari Lampung, dan beberapa seniman Lampung.

Coni C Sema, pemerhati film dari Lampung, mengatakan, beragam potensi budaya yang dimiliki Lampung sangat potensial untuk dieksplorasi oleh sineas-sineas Lampung ke dalam film-film yang bermuatan lokal. Ragam potensi budaya itu bisa diangkat ke film dokumenter.

Sayangnya, untuk bisa mengangkat ragam budaya Lampung ke media film, para sineas film Lampung masih menghadapi kendala. Kendala tersebut masih berupa kendala teknis, seperti pembuatan skenario dan penyutradaraan, serta kendala nonteknis, seperti riset sejarah dan pola produksi.

"Hambatan-hambatan itu membuat film-film lokal Lampung masih belum berwajah dan bernuansa Lampung," kata Coni.

Praktisi film dari Lampung, Dede S Safara, mengatakan, sebagai salah satu cara alternatif menumbuhkembangkan budaya Lampung, media film bisa menjadi media pembelajaran dan penyadaran masyarakat. Hal itu karena film merupakan media untuk memasyarakatkan budaya Lampung bukan hanya sebagai media hiburan.

Dengan demikian, tantangan- tantangan dan hambatan teknis ataupun nonteknis yang masih dialami sineas Lampung seharusnya bisa dijembatani. Dengan demikian, film tidak akan menjadi sebuah tujuan, tetapi sebagai media untuk mengutarakan perasaan atau budaya sehingga pesan budaya akan sampai.

"Media film bernuansa budaya lokal yang digarap serius bisa menjadi alat memasyarakatkan budaya," kata Dede.

Disepakati juga bahwa diskusi film budaya Lampung pun merupakan upaya untuk merevitalisasi budaya Lampung. (hln)

Sumber: Kompas, Rabu, 25 Juli 2007

1 comment:

  1. Anonymous3:29 AM

    lapah kham jama-jama budayakan bahasa lampung delom kesekhanian kham
    mak kham sapa lagi mak ganta kappan lagi

    ReplyDelete