June 16, 2013

Presiden Ajak Lestarikan Seni Budaya

-- Friederich Batari

PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono mengajak seniman, budayawan, dan masyarakat untuk terus berkreasi agar bisa melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya bangsa. Menurut Presiden, di tengah kehidupan yang semakin modern, dunia yang dinamis, dan terintegrasi dalam globalisasi, upaya pelestarian seni dan budaya bangsa harus dilakukan secara sungguh-sungguh.

Ajakan itu disampaikan Presiden saat membuka Pesta Kesenian Bali XXXV di Art Center, Denpasar, Bali, Sabtu (15/6) malam. Melalui ajang perhelatan seni dan budaya ini, Presiden mengatakan, sebagai bangsa yang majemuk harus tetap menghormati perbedaan serta dapat dijaga dan dipertahankan. Pesta Kesenian Bali tahun 2013 berlangsung 15 Juni-13 Juli 2013 dengan mengangkat tema: Taksu Membangkitkan Daya Kreatifitas dan Jati Diri.


Menurut Presiden, Pesta Kesenian Bali merupakan pesta yang menampilkan budaya dan kreatifitas, tidak hanya budaya dan kreatifitas masyarakat Bali, tetapi juga budaya dan kreatifitas masyarakat di seluruh Nusantara. Presiden juga terkesan setelah sembilan kali menghadiri Pesta Kesenian Bali. Menurut Kepala Negara, tampilan seni dan budaya Bali indah, menarik dan sarat dengan nilai spiritual dan moral. “Terimakasih kepada para seniman dan budayawan serta masyarakat Bali. Kami semua bangga," ucap Presiden.

Bersamaan dengan Pesta Kesenian Bali tahun ini, Presiden juga mengucapkan selamat atas diselenggarakannya World Hindu Summit II yang dihadiri organisasi Hindu dan tokoh agama Hindu dari seluruh dunia. Pada Word Hindu Summit I tahun 2012 lalu, lanjut Presiden, telah dilahirkan Piagam Bali atau Bali Culture yaitu piagam perdamaian yang disepakati umat Hindu dari seluruh dunia.

Piagam itu untuk menyatukan komitmen dalam memperjuangkan terwujudnya peradaban dunia, yang mengedepankan prinsip-prinsip keharmonisan, kedamaian dan kesejahteraan umat manusia. “Melalui World Hindu Summit II, saya mengajak umat Hindu untuk mengembangkan tradisi keagamaan, meneladankan hidup rukun, tentram, damai dan harmonis," kata Presiden.

Kepala Negara juga menyinggung tentang kemajemukan bangsa Indonesia dengan berbagai perbedaan yang menyertainya. Menurut Presiden, pada satu sisi hendaknya melihat perbedaan itu sebagai rahmat yang harus disyukuri. Di sisi lain, harus juga mengelola perbedaan dengan arif agar tidak berkembang menjadi konflik yang hanya merugikan. “Adalah menjadi kewajiban kita bersama untuk terus menjaga persatuan, kerukunan dan toleransi di tengah keragaman yang kita miliki ini,‘ kata Presiden.

Kepala Negara juga menekankan pentingnya ketegasan kepada siapapun yang merusak persatuan, kerukunan, dan toleransi. “Kita harus dengan tegas menolak segala bentuk kekerasan yang mengatasnamakan agama atau keyakinan apapun. Karena tindakan seperti itu bukanlah nilai, karakter dan jati diri bangsa yang majemuk, yang harus senantiasa menjunjung tinggi dan mengimplementasikan sasanti Bhineka Tunggal Ika," katanya.

Kemarin, Presiden SBY juga resmi melepas peserta pawai Pesta Kesenian Bali XXXV tahun 2013, di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, di Renon, Denpasar, Bali.

Upacara pelepasan peserta pawai ditandai dengan pemukulan Gong Berry oleh Presiden SBY didampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, dan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika.

Peserta pawai dalam Pesta Kesenian Bali antara lain perwakilan dari kabupaten/kota se-Provinsi Bali, partisipasi daerah Papua dan Lampung Barat serta Perwakilan Timor Leste. Ikut pula dalam pawai tersebut, pelajar dan mahasiswa seperti SMKN Denpasar, STIKOM Bali dan Universitas Udayana. n
  
Sumber: Jurnal Nasional, Minggu, 16 Juni 2013

No comments:

Post a Comment