January 26, 2010

TSI Pantau Pergerakan Harimau Sumatra

[JAKARTA] Petugas Taman Safari Indonesia (TSI) terus memantau pergerakan dua harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) bernama Panti (betina, berumur 5 tahun) dan Buyung (jantan, 7 tahun) yang dilepas ke habitatnya di Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC), di Lampung Selatan, Jumat (22/1).

Pengusaha Tommy Winata melihat harimau sumatra bernama Panti sesaat sebelum dilepasliarkan di Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC), Lampung Selatan, Jumat (22/1). (SP/Gusti Lesek)

Kepala TSI Tonny Sumampouw kepada SP, Selasa (26/1), mengatakan, hingga pagi tadi, sekitar pukul 03.00 WIB, kedua harimau itu terpantau oleh general packet radio service (GPRS) TWNC dan TSI, berada di sebuah lokasi dengan jarak sekitar 1,4 kilometer, dalam posisi yang sama dan arah yang sama, tetapi tidak berjalan bersamaan. "Saya melihat keduanya berada di posisi berdekatan, tetapi hanya sebentar, dan tidak jalan bersama," kata Tonny.

Dijelaskan, sejak dilepas ke alam bebas pekan lalu, kedua harimau sumatra itu telah menemukan tempat menetap. Si Buyung, sesaat setelah dilepas langsung menuju ke Danau Seleman, dan menetap selama dua hari di sana. "Itu artinya, dia telah menemukan tempat tinggal dan sumber makanan yang banyak," katanya.

Satwa Langka

Sementara itu, si Panti langsung menuju ke arah Mercusuar Belimbing dan tinggal satu hari di sana. Lokasi mercusuar tidak jauh dari bandara yang selama ini menjadi tempat merumputnya ratusan rusa liar. "Kemungkinan dia mendapat mangsanya di situ. Keduanya kini berada di hutan rimba," kata Tonny.

Pelepasan dua harimau sumatra yang berasal dari Aceh Selatan itu, dilakukan Menteri Kehutanan (Menhut) Zulkifli Hasan dan Bos Grup Artha Graha Tommy Winata, disaksikan sejumlah pejabat Provinsi Lampung.

Menhut mengatakan, pelepasan harimau langka ini dilakukan pada saat dunia sedang menggalakkan perlindungan terhadap satwa langka tersebut. "Pada 28 Januari dan September nanti, para kepala negara akan berkumpul di Thailand dan Rusia, membicarakan upaya pelestarian harimau," katanya.

Karena itu, Menhut berterima kasih kepada seluruh masyarakat, terutama TWNC yang bersedia merawat dan menampung satwa langkah itu di lahan konservasi mereka di Tambling. "Tolong jaga harimau ini," imbau Menhut kepada masyarakat sekitar TWNC sesaat setelah melepas dua ekor harimau sumatra, dua ekor burung elang, dan beberapa ekor penyu.

Tommy Winata mengatakan, harimau yang dilepas ini adalah jenis harimau sumatra yang ditangkap oleh warga Aceh Selatan. Pemerintah kemudian meminta TWNC untuk mengambil dan merawatnya, dengan pesan harus dikembalikan ke habitatnya. "Karena diminta, kami siap menerima dan merawat," kata Tommy Winata.

Ditanya, apakah TWNC akan menerima lagi jika ada harimau sumatra yang masuk ke tempat konservasi ini, Tommy mengatakan, jangankan harimau, semua binatang yang dilindungi akan diterima di tempat ini. Binatang apa saja yang menurut Kementerian Kehutanan sebagai binatang dilindungi, kita terima masuk konservasi di sini," katanya.

Pelepasan dua harimau tersebut berlangsung tegang. Harimau Panti yang dilepas pertama kali, setelah kunci kerangkeng dibuka oleh Tommy Winata, ternyata tidak langsung keluar dari kandang. Panti menunggu sekitar empat menit baru keluar.

Panti

Dia tidak langsung lari ke hutan, tetapi mengelilingi kandang Buyung, yang masih terkunci rapat. Sesekali Panti menatap ke arah tamu yang hadir, membuat banyak yang takut. Sementara itu, Buyung, keluar dari kerangkeng, mengamati situasi, dan langsung berlari kencang ke arah hutan.

Area TWNC, sebagai tempat konservasi binatang liar, yang luasnya mencapai 45.000 hektare, merupakan suatu kawasan di ujung semenanjung, yang terletak di antara Teluk Tampang di bagian barat dan Tanjung Belimbing bagian timur. Atau letaknya persis di ujung selatan Pulau Sumatera. Wilayah ini merupakan bagian dari Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), yang memanjang dari Provinsi Bengkulu hingga ke Provinsi Lampung. [L-8]

Sumber: Suara Pembaruan, Selasa, 26 Januari 2010

No comments:

Post a Comment