March 18, 2014

Gubernur Lampung Luncurkan Buku di Akhir Pengabdian

GUBERNUR Lampung Sjachroedin ZP meluncurkan buku "Merampungkan Tugas Sejarah" Memoar Komjen Pol (Purn) Drs Sjachroedin ZP SH Satu Dekade Memimpin Pembangunan Lampung (2004-2014), karangan Zulfikar Fuad, sekaligus tanda berakhir masa jabatannya pada 2 Juni 2014 nanti.

Gubernur Lampung Sjachroedin ZP menunjukkan buku biografi
"Merampungkan Tugas Sejarah" karangan Zulfikar Fuad yang
diluncurkan di Hotel Novotel Bandarlampung, Senin (17/3) malam.
(FOTO: ANTARA LAMPUNG/Kristian Ali).
Gubernur Sjachroedin ZP, di Hotel Novotel Bandarlampung, Senin (17/3) malam, mengaku pada awalnya tidak mau untuk dibuatkan sebuah buku, namun ada penulis dari Jakarta yang menawarkan sehingga akhirnya dia menyetujuinya serta mempersilakan mencari bahannya sendiri hingga dicetaklah buku ini.


"Sebuah buku biografi seseorang itu biasanya selalu menceritakan sesuatu yang baik saja, namun tidak menceritakan sisi buruknya," kata dia, saat meluncurkan buku setebal 310 halaman tersebut, sekaligus memberikan penghargaan kepada delapan tokoh Lampung, salah satunya Aburizal Bakrie yang mendapat penghargaan sebagai tokoh Lampung berjasa di bidang ekonomi.

Sjachroedin mengakui, selama memimpin Lampung bertindak tegas karena berlatar belakang pendidikan kepolisian dan tidak pernah takut dengan siapa pun kecuali terhadap masyarakat, mengingat sebagai pemimpin perlu keberanian sebagai petarung yang tidak punya rasa takut.

"Saya mencoba meletakkan dasar-dasar itu, manakala keputusan yang diambil untuk kepentingan rakyat sikat saja, jika demo 1.000 orang kita timpa lagi dengan demo 3.000 orang," ujar dia.

Ia juga menyatakan bahwa hendaknya setiap orang untuk tidak mengingat kebaikan diri sendiri, namun lebih mengingat kebaikan orang lain.

Begitu juga sebaliknya, lebih baik mengingat keburukan sendiri dan jangan mengingat keburukan orang lain.

Peluncuran buku yang mengenang perjalanan selama ia memimpin itu, dia berharap buku tersebut bisa menjadi inspirasi bagi kaum muda generasi penerus namun jika ada pelajaran buruk agar dibuang serta mengambil pelajaran yang baik saja.

"Mungkin ada yang menilai banyak jeleknya namun semata-mata keyakinan untuk memajukan Provinsi Lampung," kata dia lagi.

Kemudian, untuk pembangunan yang telah dilakukan di Provinsi Lampung, masyarakat bisa menilai dan merasakan selama kepemimpinannya.

Pensiunan Polri berpangkat Komjen itu juga mengucapkan terima kasih kepada para cendikiawan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama.

Dia juga memohon maaf jika ada kesalahan selama memimpin Provinsi Lampung.

Peluncuran buku biografi tersebut selain dihadiri Aburizal Bakrie, juga hadir para undangan dari berbagai kalangan di Provinsi Lampung dan Jakarta, para tokoh agama, tokoh adat, relasi dan unsur Forkompimda Provinsi Lampung serta keluarga besar gubernur Lampung.

Sumber: Antara Lampung, Selasa, 18 Maret 2014

No comments:

Post a Comment