September 16, 2007

Musik: Kangen Band, Antara Sukses dan Hujatan

Pacarku cintailah aku/ Seperti aku cinta kamu/Tapi kamu kok selingkuh.

PENGGALAN syair lagu bertajuk Selingkuh milik Kangen Band, boleh jadi amat akrab di telinga para pendengar musik Indonesia. Meski, tidak dipungkiri banyak orang yang 'malu-malu' mengakui suka dengan lagu tersebut.

Buktinya lagu tersebut membawa grup asal Lampung itu ke puncak popularitas. Warna musiknya mengingatkan kita pada musik-musik Malaysia yang marak 'menjajah' belantika musik Indonesia di era 80-an. Itulah ciri khas Kangen Band.

Memang tidak sedikit pendapat yang mengatakan lagu-lagu mereka 'kampungan'. Bahkan lebih ekstrem lagi, ada yang berpendapat munculnya lagu-lagu Kangen Band menandai runtuhnya kreativitas musik Indonesia.

Namun tidak demikian dengan Warner Music Indonesia (WMI) yang sudah berpengalaman dalam bisnis rekaman. WMI berani mengambil band yang terbentuk 4 Juli 2005 itu.

Album pertama mereka bertajuk Aku, Kau & Dia, yang dirilis WMI, pada Februari lalu terjual lebih dari 500 ribu keping. Angka penjualan yang tinggi itu memang mengejutkan. Terlebih lagi artis populer saat ini sulit mencapai penjualan hingga 500 ribu keping, karena persaingan di bisnis musik kian ketat.

Ketenaran Kangen membuat band itu bisa tampil dengan band-band lain yang sudah populer. Dalam konser akbar A Mild Soundrenaline 2007 misalnya, Kangen Band ambil bagian. Terakhir grup band itu masuk nominasi band paling ngetop dalam SCTV Award, bersaing dengan Ungu, Ada Band, dan Dewa.

Namun tidak semua orang senang dengan kepopuleran Kangen Band. Kesuksesan yang dirasakan kelompok asal Lampung itu terus mendapat hinaan dan makian. David, vokalis band Naif, misalnya, pernah mengecap Kangen Band sebagai band kampungan walau akhirnya ia ralat. Baru-baru ini beredar lagu yang dibawakan kelompok musik rap yang berisi caci-maki terhadap Kangen Band. Lagu tersebut telah beredar dua minggu lalu lewat jaringan ringtone telepon genggam.

Lagu yang sering disebut dengan Lagu Makian untuk Kangen Band itu lebih mengarah pada serangan pribadi dan kebencian yang tidak beralasan. Coba simak beberapa potong syairnya:

This is love song specially for Kangen Band. Yo amit-amit/ Baru sekali ini kejadian seumur hidup. Ada sampah jadi perhatian/You know Kangen Band yang personelnya udik... You check this, I will kill Kangen Band. ...yang lebih pantes jadi pengamen. Mereka adalah contoh kebodohan. Yang dipuja sama seperti saat pertama kali tenarnya Band Radja. Orang memang benar kalau kalian kayak gerombolan waria....

Kelompok rap ini juga mengarahkan kebenciannya kepada vokalis Kangen Band, Dodhy, dan mengarah ke kebencian fisik.

Sujana dari Positif Art Management, manajer Kangen Band, mengakui sudah tahu lagu tersebut. ''Yang membuat kami khawatir adalah syair lagunya bersifat ancaman. Setiap Kangen Band pentas, kami selalu minta keamanan lebih ketat,'' ungkap Sujana yang kini sedang menjajaki perlu tidak menempuh jalur hukum terhadap masalah tersebut.

Pengamat musik Bens Leo pun menilai lagu makian tersebut benar-benar tidak etis. ''Band bisa populer karena ada yang mengaturnya. Manajemen Kangen Band pandai mengambil pasar di kelas bawah yang masih kosong, makanya band itu langsung populer,'' ujarnya. (Eri Anugerah/H-3)

Sumber: Media Indonesia, Minggu, 16 September 2007

1 comment:

  1. Anonymous10:35 AM

    Wah. . . buat kangen band. . . sabar aja yah. . . tunggu aja, ada saatnya orang2 itu akan meralat kata2nya. . . terus berkarya dengan lagu2 kalian. . . saya sebagai pemusik, bahwa musik kalian itu memang termasuk musik yang udah expert, udah setingkat lagi menuju level dream theater. . . sumpe !!!

    Yah, pokoknya maju teruslah. . . jgn cari musuh. . . tetap belah pinggir, tetap pro shop !

    Trus buat mas doddy. . . usahakan masukin melodi yg lebih rumit lagi, tapi tetap harmonikz. . . jadi bisa lebih ngegaet kalangan musisi. . .

    YUk. . love kangen band, muach muach. . . ah ah, hehe

    ReplyDelete