October 27, 2008

Kebudayaan Lampung Kurang Diperhatikan

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Kalangan seniman Lampung menilai Pemerintah Provinsi Lampung dan pemerintah kabupaten/kota tidak memiliki kepedulian terhadap seni dan budaya Lampung.

Penyair Lampung Udo Z. Karzi, Sabtu (25-10), mengatakan ketidakpedulian pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota terbukti dengan tidak adanya anggaran untuk seni dan kebudayaan. Anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) habis untuk kepentingan politik. Dalam APBD Lampung tahun 2007 dan 2008 tidak ada alokasi untuk seni dan budaya.

Ketidakpedulian pemerintah daerah di Lampung, kata Udo, juga dilihat dengan tidak didukungnya kegiatan-kegiatan seni dan budaya. Beberapa kegiatan seni dan budaya diselenggarakan dengan dana swadaya dari para seniman.

"Paus Sastra Indonesia H.B. Jasin pernah mengungkapkan koran wajib menyediakan halaman untuk seni dan budaya. Demikian juga dengan pemerintah harus lebih peduli terhadap kebudayaan," kata Udo.

Menurut Udo, Pemprov Lampung harusnya bisa mencontoh apa yang dilakukan pemerintah Jawa Barat, Bali, dan Yogyakarta. Pemerintah daearah Jawa Barat, Bali, dan Yogyakarta mengangarkan dana untuk seni dan budaya daerah dalam APBD. Selain itu, para pejabat di tiga daerha tersebut secara rutin menghadiri kegiatan seni dan budaya.

"Para pejabat itu hadir bukan untuk memberikan sambutan, tetapi hadir untuk menyaksikan pergelaran seni dan budaya. Bahkan ada yang hadir untuk membacakan puisi. Pejabat di Yogyakarta duduk bersama para seniman untuk menyaksikan pagelaran seni dan budaya," kata dia.

Kondisi tersebut, menurut Udo, sangat berbeda dengan pejabat daerah di Lampung. Pejabat di Lampung hadir dalam acara seni dan budaya hanya untuk memberikan sambutan. Pejabat di Lampung hadir dalam acara seni budaya jika diundang penyelengara. "Bagaimana Lampung mau maju jika tidak ada dukungan terhadap seni dan budaya," kata penyair Lampung yang pernah meraih Hadiah Sastra Rancage itu. n */K-2 (PADLI RAMDAN)

Sumber: Lampung Post, Senin, 27 Oktober 2008

3 comments:

  1. Memang begitulah level masyarakat dan pemerintah kita, Bang. Apa kabar? Kapan pulang kampung? Saya yang dulu pernah kontak mau mengundang untuk para penulis muda. Saya terinspirasi banyak dari blog ini. Silakan mampir ke blog saya jika sempat. Salam.

    ReplyDelete
  2. Miris juga yah.. liat kaya gitu.. mungkin perlu semacam 'gerakan moral' untuk menggiatkan kembali seni Indonesia ..

    ReplyDelete
  3. Artikel anda:

    http://seni-budaya.infogue.com/
    http://seni-budaya.infogue.com/kebudayaan_lampung_kurang_diperhatikan

    promosikan artikel anda di infoGue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema untuk para netter Indonesia. Salam!

    ReplyDelete