August 8, 2010

Karya Jurnalistik: Tragedi TNWK Antar 'Lampung Post' Raih SF Award

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Karya jurnalistik wartawan Lampung Post yang konsisten mengulas dan melaporkan pengusiran nelayan Kualakambas dan Kualasekapuk, di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, meraih Penghargaan Saidatul Fitriah dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung.

Agus Susanto (LAMPUNG POST/M. REZA)

Penghargaan ini merupakan yang ketiga diterima Lampung Post. Penghargaan Saidatul Fitriah 2008 diberikan kepada Bambang Eka Wijaya (penulis Buras), dan pada 2009 kepada Amiruddin Sormin atas tulisan Bank Tripanca Kesulitan Likuiditas.

Laporan Agus Susanto tentang nelayan Way Kambas dan Kualasekapuk, menurut juri Ida Nurhaida, dengan teliti mengawal peristiwa pengusiran nelayan di Kualakambas dan Kualasekapuk. Polisi Hutan TNWK mengusir nelayan dengan membakar rumah masyarakat karena lokasi tersebut termasuk wilayah konservasi.

Agus yang baru dua tahun bergabung dengan Lampung Post mampu memberikan informasi tidak hanya ketika peristiwa terjadi pada pertengahan Juli, tetapi memberitakan dampak akibat peristiwa hingga kini. "Agus mampu memberikan informasi mendalam kepada masyarakat dan mampu menyajikan fakta komprehensif mengenai peristiwa yang memaksa lebih dari 700 keluarga terusir," kata Ida.

Penghargaan tersebut diberikan pada perayaan hari ulang tahun ke-9 AJI Bandar Lampung di Sekretariat AJI, Jalan Perintis Kemerdekaan, Sabtu (7-8). Acara penyerahan dihadiri Ketua AJI Bandar Lampung Wakos Reza Gautama, Pemimpin Redaksi Lampung Post Sabam Sinaga, dan beberapa wartawan media cetak dan media elektronik.

Selain Penghargaan Saidatul Fitriah, pada acara tersebut juga diserahkan Penghargaan Kamaroeddin 2010 kepada akademisi Universitas Lampung Syarief Makhya. Ida mengatakan Syarief Makhya dinilai konsisten. Walaupun menjadi staf ahli Pemerintah Provinsi Lampung, Syarief tetap memberikan kritik positif untuk kemajuan Lampung. Jabatan yang diemban tidak membuat Syarief keluar jalur dan berhenti memberikan kritik. (MG2/R-3)

Sumber: Lampung Post, Minggu, 8 Agustus 2010

No comments:

Post a Comment