June 6, 2010

[Perjalanan] 'Outbound' Seru di Pulau Tegal

LATIHAN bersama di alam terbuka (outbound) bagi atlet adalah hal yang paling menyenangkan. Apalagi jika kegiatan itu dipusatkan di sebuah pulau cantik yang dikelilingi pantai berpasir putih dan berair jernih.

Pulau Tegal, Padangcermin, Kabupaten Pesawaran, Minggu (16-5). Selama dua hari, 140 atlet, pelatih, dan insan olahraga Lampung, termasuk wartawan menikmati keindahan pulau kecil di Teluk Lampung itu.

Rutinitas latihan atlet memang membuat bosan dan penat. Maka, untuk menyegarkan, Ikatan Pelatih Olahraga Lampung (Ikapola) bersepakat menggelar outbound sekaligus wisata air di Pulau Tegal. Tebakan Anda benar, ini upaya merekatkan kebersaman untuk mewujudkan misi Lampung lima besar pada PON XVIII 2012.

Perjalanan menuju lokasi sudah satu paket dalam wisata. Transit di Pantai Ringgung sudah memberi warna ceria sebelum menyeberang ke Pulau Tegal. Dari Tanjungkarang Pusat menuju Pantai Ringgung hanya dibutuhkan waktu sekitar 30 menit dengan kecepatan rata-rata 50 km/jam. Sangat pelan mungkin bagi para pembalap, tetapi kecepatan itu diambil juga untuk menaklukkan jalan berbatu kecil setelah melalui jalan beraspal mulus Hanura-Padangcermin.

Hmm... bau khas air laut langsung menyergap rongga napas begitu sampai di pantai yang berjarak sekitar 20 km dari pusat Kota Bandar Lampung. Ternyata di sana panitia administrasi maupun peserta lain telah menunggu. Setelah mendaftarkan diri dan ngobrol sejenak, saya langsung mengganti kostum dengan pakaian yang telah diberikan panitia. Ya, baju putih biru yang kami kenakan bertuliskan 'Gua Atlet Lampung' menurut panitia sebagai sarana menunjukkan kecintaan terhadap Lampung. Sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa masing-masing pelaku olahraga harus bersama-sama membawa nama harum Sai Bumi Ruwa Jurai.

BANGUN KEBERSAMAAN. Peserta latihan bersama/outbound antusias mengikuti kegiatan yang dimotori oleh Ikatan Pelatih Olahraga Lampung (Ikapola) di Pulau Tegal, Pesawaran, Sabtu-Minggu (15-16 Mei). Berbagai games yang dikemas menarik bertujuan sebagai sarana latihan, pengembangan diri, dan membangun kebersamaan. (LAMPUNG POST/VERA AGLISA)

PERAHU KECIL. Menuju Pulau Tegal yang memiliki sejuta potensi wisata. Peserta outbound Ikapola menggunakan alat transportasi sederhana berupa perahu kecil. Perjalanan dari Pantai Ringgung menuju Pulau tegal memakan waktu 10 menit. (LAMPUNG POST/VERA AGLISA)

PASIR PUTIH. Hamparan pasir putih yang lembut serta kondisi pantai yang bersih menjadi satu andalan Pulau Tegal. (LAMPUNG POST/VERA AGLISA)

PULAU TEGAL. Tak banyak yang tahu keberadaan pulau yang terletak di Padangcermin, Kabupaten Pesawaran, meskipun banyak potensi baik wisata, pendidikan, maupun ekonomi di dalamnya. (LAMPUNG POST/VERA AGLISA)

Jumlah peserta yang lumayan banyak membuat antri menaiki perahu. Akhirnya tiba juga kesempatan bagi saya untuk mengarungi lautan dengan kapal kecil yang mampu menampung 10�15 orang itu. Ombak yang lumayan besar sedikit mengombang-ambingkan kapal paling berharga di dunia saat itu. Namun saat itu perhatian tidak terfokus pada keadaan ombak yang menguncang-guncangkan tubuh. Air laut yang jernih mulai dari yang berwarna hijau, biru, hingga biru pekat yang kami lintasi benar-benar mengalihkan perhatian.

Setelah 10 menit duduk manis di atas kapal kecil sambil menikmati pemandangan laut, kami sampai di Pulau Tegal. Wah ternyata pemandangan tampak dari jauh yang kami lihat tadi benar-benar nyata. Pantai Pulau Tegal sangat cantik ditambah pantulan sinar matahari di pasirnya yang putih benar-benar pemandangan yang menakjubkan.

Menginjakkan kaki tanpa alas di pasir lembut itu benar-benar terasa mak nyuss. Wajah-wajah cerah semringah menatap takjub Pulau Tegal yang rupanya memang menjadi sasaran untuk dijadikan objek canda.

Tidak ingin menyia-nyiakan waktu, setelah menaruh barang bawaan saya langsung berjalan menyusuri bibir pantai. Beberapa peserta sudah berada di sana dan menikmati dugan. Bergabung, menenggak air kelapa langsung dari sumbernya, mengunyah daging dugan nan ranum, wuih benar-benar segarrr...

Namun muncul pertanyaan, di lokasi yang kami tempati tidak terdapat pohon kelapa. Lalu dari mana buah kelapa yang berhasil menyegarkan kerongkongan itu. Menurut Pak Gustam, salah satu ketua KONI Lampung, kelapa itu dibeli dari penduduk yang tinggal di pulau kecil seluas sekitar 60 hektare.

Ternyata di balik gunung di dekat lokasi outbound kami terdapat permukiman yang dihuni oleh sekitar 30 keluarga. Untuk membiayai hidup mereka berkebun baik dari hasil perkebunan kelapa, kopi, melinjo, dan pisang.

Pulau Tegal memiliki empat teluk, yaitu Teluk Putri, Teluk Baju, Teluk Bejo, dan Teluk Tegal yang menghadap ke arah Kota Bandar Lampung.

Setelah mengikuti acara pembukaan dan makan siang seluruh peserta mulai dihadapkan dengan berbagai games menarik. Tim outbound sudah menyiapkan berbagai permainan di siang hari yang dinaungi sinar matahari yang cukup terik itu.

Tim yang terbagi atas kelompok putra dan putri bergiliran mengikuti games yang ada. Sarana hiburan inovatif itu menjadi sarana pelatihan dan pengembangan diri atlet yang rata-rata berusia 14�25 tahun. Sejumlah permainan yang disuguhkan, antara lain blind line, trafic jump, balance beam, nitro crossing, dan phyton penthation. Lalu group juggling, electric fence, trust fall, dan trust dive.

Setelah puas melakoni berbagai permainan, tim outbound memberikan kesempatan kepada peserta untuk menikmati keindahan Pantai Tegal. Wow ini dia yang ditunggu-tunggu. Masing-masing peserta menyibukkan diri dengan aktivitas masing-masing. Terdapat kelompok putra yang asyik bermain sepak bola di bagian kiri. Lalu atlet putri sepak takraw menunjukkan kepiawaiannya.

Beberapa atlet dan teman jurnalis memilih bermain gobak sodor. Untuk membuat batas arena permainan tradisional itu kami menggunakan ranting pohon. Garis yang membentuk kotak besar itu begitu nyata di atas hamparan pasir. Sudah lama tidak mengikuti permainan yang membutuhkan kelihaian melepaskan diri dari rintangan lawan, membuat saya ngos-ngosan.

Kelelahan yang mulai kami rasakan. Namun, pasir pantai yang putih bersih membuat kami tidak sungkan menggelosor di pantai. Jernihnya air laut membuat kami bergegas nyemplung dengan sukacita. Asyik, kami berenang bebas tanpa terganggu oleh batu karang. Serta melihat matahari tenggelam di ufuk barat. Pemandangan fantastis dan tentu jarang dilihat yakni menyaksikan secara langsung matahari tertelan lautan luas.

Keindahan Pulau Tegal tidak hanya terbatas pada pasir putih yang lembut serta air yang jernih. Ternyata di dekat Pulau Tegal terdapat pasir timbul. Jika laut surut terdapat areal berpasir yang muncul membentuk daratan. Hmm, lokasi itu sangat cocok untuk dipakai sebagai lokasi foto-foto. Selain itu, keindahan bawah laut juga menjadi andalan wisata Pulau Tegal. Banyak pengunjung yang memiliki hobi menyelam dan mengandalkan snorkel sederhana untuk melihat keindahan laut secara keseluruhan.

Keindahan alam khususnya pulau dan pantai Lampung memang andalan dan dapat menjadi saingan berat bagi objek wisata daerah lain. Pulau Tegal sebagai alternatif kunjungan wisata baik pantai maupun bawah laut adalah salah satunya. Saya cinta Lampung. (VERA AGLISA/M-1)

Sumber: Lampung Post, Minggu, 6 Juni 2010

3 comments:

  1. keren lampung, kembangkan berbasis pariwisata pedesaan yang mengemban CISR mantap, salam Kampoeng wisata pancawati,bogor

    ReplyDelete
  2. Masih banyak tempat di Bandarlampung dengan spesifikasi pantai dan pulaunya yang beraneka ragam. Bandarlampung juga memiliki sejumlah tempat wisata 'daratan' seperti di basecamp kami "Zona Simulasi Latihan Tempur 235" Bandarlampung. Cukup 30 menit dari pusat kota, kita telah dibawa kepada land-mark yang berbeda: vegetasi hutan alam, view pantai-laut dan pegunungan, sungai, air terjun, jalur lintas alam, flyingfox, areal untuk camping, fasilitas outbound, atau sekedar memacu adrenalin dengan bermain paintball. Semua kami akomodasikan untuk Anda. jadi kinjungi kami di griyabhuana.blogspot.com untuk info lebih lanjut. Salam....

    ReplyDelete
  3. Mohon izin dan numpang promo ya Om. kami dari lembaga training/pelatihan SDM akan menyelenggarakan Training for Outbound Trainer Angkatan 28 tanggal 28 Feb - 1 Maret 2017. Untuk kali ini kami akan adakan di Medan Sumatera Utara. Bagi teman-teman yang dekat ataupun jauh, mari hadir dalam acara tersebut. Training special dari kami ini sangat cocok bagi para penggiat outbound, fasilitator, trainer outbound, para widyaswara, guru, dosen, pengajar dan juga para pemilik lahan outbound/resort. Telah banyak bukti, karena kami telah menyelenggarakan pelatihan ini sejak lama dan sudah menelurkan ratusan orang selama 27 angkatan yang kami selenggarakan. Alumni-alumni kami tersebar di berbagai kota dan daerah di Nusantara. Alumni kami juga beragam, mulai dari peserta individu, lembaga, perusahaan. Jadi jangan sia-siakan kesempatan ini, karena kami akan melatih para fasilitator-fasilitator dan trainer-trainer/guru/dosen/pengajar yang profesional. Anda akan paham bagaimana menyelenggarakan outbound yang baik dan benar, anda akan kaya, kreatif dengan berbagai game. Tapi ingat, kami bukan menjual game. Game mah...banyak...tenang saja kita akan bagikan semua game (bentuk video), tapi jauh dari itu bagaimana anda memilih game, merancang game, merancang program outbound dan cara membawakan outound yang baik dan benar. Jadi tunggu apa lagi? tingkatkan profesional anda untuk lebih mendalami outbound, metode belajar/mengajar dengan experiential learning. Bagi anda yang menjadi pemilik lahan outbound/villa/resort, dapatkan manfaatnya dan tingkatkan daya jual tempat anda dengan memiliki fasilitator outbound yang profesional. Hubungi kami sekarang juga untuk pendaftaran dan mendapatkan informasi lebih detail di: 089618055208 (Tlp), 0812-9003-0928 (SMS/WA), 0821-1252-0684 (SMS/WA)
    Email : learning.forever@yahoo.co.id, http://www.ilearntrainingandconsulting.com

    ReplyDelete